Adegan Sinetron Yang Tidak Ramah Anak

KakZepe.Com – Jam-jam belajar anak sering bertabrakan dengan jam-jam ditampilkannya sinetron di TV. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang anak. Banyak anak-anak yang lebih memilih untuk menonton sinteron daripada meluangkan waktunya untuk belajar. Padahal ada banyak sekali adegan-adegan yang kurang pantas ditonton oleh anak-anak di sinetron.

1. Perkelahian dan kekerasan

Adegan ini adalah adegan yang paling menarik bagi anak-anak. Dari adegan inilah anak-anak belajar tentang cara berkelahi. Segala ekspresi dan emosi seorang pemain sinetron bisa menggoda anak untuk melakukan adegan yang sama. Parahya lagi, saat ini banyak sinetron yang menampilkan jagoan cilik sebagai tokoh utamanya. Hal ini bisa memicu terjadinya perkelahian diantara anak-anak. Anak-anak yang gemar berkelahi akan merasa menjadi jagoan saat ia berhasil menumbangkan lawannya, layaknya seorang pendekar yang berhasil menaklukkan musuh-musuhnya. Bukan rasa bersalah yang timbul saat bisa menyakiti temannya, namun rasa bangga.

Daripada membiarkan anak menonton adegan kekerasan, ajak anak untuk menonton video lagu anak tentang persahabatan yuk!


2. Balas dendam

Coba anda hitung, berapa judul film, terutama film laga, yang mengisahkan tentang balas dendam. Misalnya, seorang pendekar yang orang tuanya dibunuh oleh sekelompok penjahat saat masih kecil. Namun hampir tidak pernah kita lihat bahwa reaksi sang anak adalah memaafkan mereka. Pasti ada unsur keinginan untuk membalas dendam. Contoh lainnya, pada saat ada salah seorang teman disakiti, maka sikap seorang temannya yang melihat kejadian itu adalah membalasnya. Sangat jarang kita lihat di sinetron seseorang menyelesaikan suatu masalah dengan cara kekeluargaan. Namun dari sisi “menarik” inilah anak-anak belajar tentang cara menyikapi suatu masalah. Pertama-tama adalah dengan menggunakan emosi, lalu melakukan balas dendam.

3. Adegan pacaran

Banyak adegan sinetron yang menampilkan adegan bergandengan tangan, berpelukan, berciuman, dan adegan dewasa lainnya. Hal ini memberikan pola pikir pada anak bahwa hal ini adalah biasa saja. Maka tidak aneh bila di zaman sekarang banyak anak-anak SD sudah berpacaran, dan berani berselfie bersama “pacarnya”, layaknya orang-orang dewasa. Bagaimana pun anak-anak adalah peniru yang ulung. Mereka menilai bahwa apa yang mereka lihat di TV adalah hal yang sudah biasa terjadi di masyarakat. Anak-anak biasanya kurang bisa menyaring mana yang baik, mana yang kurang baik untuk dicontoh.


4. Adegan membully

Adegan ini biasa terlihat di film-film Barat. Saya sering melihat seorang jagoan terlahir dari seorang anak yang sering dibully oleh teman-temannya. Anak-anak biasanya kurang bisa menangkap, bahwa nilai moral dari film tersebut adalah tetap kuat pada saat diintimidasi oleh teman-temannya. Namun bagian yang paling diingat oleh anak-anak biasanya adalah cara membully seorang teman. Misalnya, dengan mengatakan hal-hal yang buruk tentang teman yang dibenci di belakangnya, mengejek teman di depan umum, melakukan kekerasan fisik di depan umum, dan lainnya.

5. Pemfitnahan

Tidak jarang pula kita lihat adegan pemfitnahan yang dilakukan oleh seorang pemain di sinetron. Melalui adegan ini, anak-anak belajar cara berkelit saat mengalami permasalahan, tidak bersikap adil dan jujur dalam bersaing, dan tentu saja mengajarkan kebencian bagi anak yang menontonnya. Maka tidak aneh pula bila saya sering menemukan anak-anak yang pandai berkelit saat melakukan kesalahan, pandai mengarang cerita agar ia sendiri tidak dipersalahkan, bahkan berekspresi layaknya orang tidak bersalah saat dirinya ketahuan melakukan hal yang tidak baik.

6. Glamor

Sinetron sangat identik dengan kehidupan keluarga yang kaya raya. Rumah mewah, mobil seri terbaru, HP yang paling canggih, sering ditampilkan di sinetron. Hal ini bisa memicu anak-anak memiliki sifat materialistis atau boros. Anak-anak bergaya layaknya tokoh sinetron yang mereka idolakan dengan cara membeli barang-barang bermerek, mengenakan pakaian mahal, dan produk mahal lainnya.

Melihat kenyataan bahwa makin banyak pengaruh negatif dari menonton sinetron, maka sebagai pendidik, kita perlu mengingatkan orang tua agar membatasi tontonan anak. Hal ini sangat diperlukan agar anak-anak tetap menjadi pribadi yang berkepribadian baik dan sopan, serta menghindari pengaruh negatif tontonan anak terhadap kepribadian mereka.

DOWNLOAD GRATIS Album Lagu Anak Karya Kak Zepe vol 1 dengan klik KOLAK KAK ZEPE 1

Tulis Komentar, Pesan, dan Kesan Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.