Mengajarkan Anak Pentingnya Mudah Memaafkan

KakZepe.Com – Kita terlahir dengan pribadi yang berbeda-beda. Tidak ada manusia yang sama, baik dari ciri fisik maupun sifat-sifatnya. Itulah mengapa yang namanya berselisih paham seharusnya kita anggap sebagai hal yang biasa. Saya pribadi terkadang merasa prihatin bila menjumpai dua anak didik saya yang berselisih paham, namun sangat sulit saling memaafkan. Bahkan terkadang mereka malah mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu. Agar anak-anak menjadi pribadi yang ringan dalam meaafkan, kita perlu memberikan pengertian kepada mereka tentang beberapa hal seperti di bawah ini. Apa saja itu?

1. Melakukan kesalahan itu wajar

Jelaskan kepada anak bahwa berbuat kesalahan adalah hal yang wajar. Namun hal yang lebih penting dan perlu diperhatikan adalah bahwa setiap orang perlu belajar dari kesalahan. Dari kesalahan itulah setiap orang menjadi tau mana hal yang baik dan mana yang tidak baik. Hal yang baik perlu dipertahankan, sedangkan hal yang tidak baik, perlu ditinggalkan. Sehingga setiap orang akan semakin menjadi manusia yang lebih baik.

Continued

Anak-anak Butuh Kebebasan Berkreasi Dan Bereksplorasi

KakZepe.Com – Dalam sebuah sidak di salah satu Sekolah Dasar, Bapak Anies Baswedan mengungkapkan, “Banyak anak-anak tahu menjawab pertanyaan “mau jadi apa”. Namun, hampir semua bingung dengan pertanyaan “akan membuat apa”. “Ketika ditanya mau jadi apa, semua bisa jawab. Namun, ketika ditanya mau buat apa, semuanya bingung. Pertanyaan penting buat anak kita, bukan mau jadi apa, tetapi mau berkarya apa,” ujar Anies, setelah keluar ruangan. “Kita sering mengajarkan anak-anak mengikuti apa yang diajarkan. ‘How are you?’, pasti semuanya jawab ‘I’m fine, thank you’. Seragam seluruh Indonesia. Anda tanya, ‘what’s your name’, my name is… Sama semuanya,” kata mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Dan Seorang pendidik terkenal dari Inggris mengatakan, “Jika seseorang tidak memiliki kreatifitas, berarti ia tidak pintar sama sekali.” Apa yang ia katakan memang benar. Bagaimanapun pun anak-anak adalah pribadi yang terlahir dengan kreatifitas yang dimilikinya. Tanpa kreatifitas, anak-anak hanya seperti sebuah robot, yang hanya bergerak sesuai dengan keinginan pengendalinya. Continued

Peran Dongeng Bagi Kecerdasan Dan Karakter Anak

KakZepe.Com – Peran kecerdasan linguistik dalam kehidupan sosial seorang anak sangatlah penting. Kecerdasan linguistik adalah ketrampilan dalam menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara, ritme dan intonasi dari kata yang di ucapkan. Semakin seorang anak mampu untuk mengartikan kata dengan baik, mengurutkan kata menjadi sebuah kalimat dengan baik, serta bersuara dengan ritme dan intonasi yang baik, maka ia akan semakin mampu bersosialisasi dengan baik.

Memperluas daya imajinasi dalam bercerita

Anak yang cerdas biasanya mampu menjalin komunikasi yang baik dengan teman-temannya. Di dalam memorinya selalu tersimpan banyak bahan untuk dibicarakan dengan teman-temannya. Ia juga kreatif dalam mengolah kata sehingga apa yang keluar dari mulutnya mampu menarik teman-temannya untuk mendengarkan. Imajinasinya pun sangat luas, sehingga bahan cerita yang diungkapkan juga mampu membuat teman-temannya terkesan. Continued

Norma Sopan Santun Dan Anak-anak Zaman Now

KakZepe.Com – Anak-anak usia satu setengah tahun adalah usia dimana anak-anak sudah mulai memahami arti aturan yang berlaku. Sebagai orang tua, Anda perlu mengajarkan hal-hal yang harus dipatuhi dalam kehidupan sosial ini. Saya, Kak Zepe, menyarankan agar orang tua memulainya dengan memberikan teladan yang baik kepada buah hatinya. Meskipun zaman sekarang merupakan zaman modern dan serba canggih, keberadaan tata krama di dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting. Semakin dini Anda mengajarkan kepada buah hati Anda, maka kebiasaan yang baik ini akan semakin mudah mendarah daging tertanam di dalam hati buah hati Anda. Apa saja hal-hal yang perlu diajarkan kepada sang buah hati agar mereka bisa mematuhi dan mengamalkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari?

1. Sapaan

Sapaan adalah kata-kata atau perbuatan yang bisa kita ucapkan atau lakukan kepada orang lain saat bertatap muka. Sapaan biasanya diucapkan dalam bentuk salam, misalnya selamat pagi, selamat siang, atau hanya sekedar mengatakan “Halo”, atau “sampai jumpa” saat hendak berpisah. Sapaan harus disertai dengan senyuman yang tulus dan bila perlu dilakukan sambil melambaikan tangan. Jangan gengsi untuk melakukan hal ini kepada anak terlebih dahulu, tanpa menunggu anak memberi salam kepada Anda. Bagaimana pun anak-anak sangat membutuhkan teladan. Bila Anda tekun mengucapkan salam kepada buah hati Anda, pasti suatu saat Anak akan dengan setulus hati mengikuti kebiasaan baik ini. Continued

Keberanian Dan Daya Juang Sangat Penting Diajarkan Pada Anak

KakZepe.Com – Apakah Anda ingin agar anak didik Anda memilki semangat untuk bersaing yang tinggi? Bagaimana cara menanamkan dalam hati siswa agar mereka terbiasa dalam berkompetisi secara sehat? Jiwa Kompetitif adalah suatu semangat untuk mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok lain. Semangat dalam berkompetisi memacu anak didik untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya dalam menghadapi situasi di sekitarnya. Daya saing ini akan muncul dalam semangat juang untuk menunjukkan talenta dan kemampuan yang dimiliki, sehingga anak akan mencapai prestasi yang terbaik.

Sebagai pendidik, kita tentu menginginkan anak-anak didik kita memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. Jiwa kompetitif ini sangat penting dimiliki oleh para siswa. Ada beberapa penyebab siswa kurang bersemangat dalam mengekplorasi dirinya semaksimal mungkin. Beberapa faktor penghambatnya adalah perasaan malu, enggan bersaing, perasaan rendah diri, dan ketakutan bila berbuat suatu hal yang salah.

1. Mengatasi rasa malu

Ada banyak hal yang menyebabkan tumbuhnya rasa malu di dalam hati siswa. Faktor budaya bisa menjadi salah satu penyebabnya. Faktor budaya sangat mempengaruhi pola didik orang tua, sehingga akan membentuk karakter anak.Rasa malu juga bisa disebabkan karena perasaan rendah atau hina bila berbuat sesuatu yang tidak baik. Continued

6 Jenis Sifat Malu Yang Perlu Ditumbuhkan Pada Anak Di Zaman Now

KakZepe.COm – Budaya “Malu” kian terkikis di kalangan generasi muda, terutama kaum remaja. Banyak remaja melakukan hal-hal yang negatif, dan bahkan menuju ke sebuah tindakan kriminal tanpa ada perasaan malu. Agar rasa “malu” tetap dimiliki oleh anak-anak di usia remaja, maka sedari dini perlu ditanamkan rasa “malu” ini. Rasa “malu” apa sajakah itu? Berikut ini adalah penuturan dari Kak Zepe:

1. Malu bila tidak menghormati sesama

Hal ini bisa kita ajarkan dengan cara meminta anak-anak untuk berteman pada siapa saja, tanpa memandang agama, suku, dan latar belakang anak-anak yang lain. Anak-anak juga perlu diajarkan cara menghormati orang-orang yang bekerja sebagai tukang sapu, tukang kebun, penjaga keamanan, dan lainnya.

2. Malu bila melanggar aturan

Setiap sekolah tentu memiliki aturan yang berlaku. Ajarkan kepada anak didik untuk mematuhi aturan yang berlaku di sekolah. Hal ini dengan memberlakukan aturan secara tegas, dan bila ada yang melanggar perlu adanya suatu konsekuensi yang bisa membuatnya mau belajar menjadi anak yang lebih baik. Ajarkan kepada anak pula akan pentingnya sikap patuh kepada aturan yang berlaku Continued

Aktivitas Mendongeng Dan Aneka Manfaatnya

kakZepe.Com – Kegemaran anak pada video game membuat minat anak pada dongeng menjadi semakin berkurang. Anak-anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game, namun untuk membaca buku mereka seakan terlihat kurang bersemangat. Sebagai orangtua, Anda tidak boleh tinggal diam. Bagaimana pun aktivitas mendongeng atau membaca buku dongeng sangat bermanfaat bagi perkembangan kreatifitas anak dan daya imajinasi anak.

Saya, Kak Zepe, berpendapat bahwa saat mendengarkan dongeng dari orang tuanya, anak dapat membentuk imajinasi mereka sendiri. Ia dapat membayangkan latar belakang, tokoh, penokohan, dan segala sesuatu tentang isi dongeng yang ia dengarkan. Bila orang tua tekun mendongengkan buah hatinya, maka anak akan semakin mampu untuk mengembangkan daya imanjinasi mereka. Anak juga akan terdorong untuk berpikir kreatif, karena memaksa otak bekerja untuk membayangkan hal-hal sesuai dengan dongeng yang diceritakan. Dengan semakin aktif berimajinasi dan berpikir kreatif, secara tidak langsung aktivitas ini mampu menstimulasi perkembangan otak anak. Hal ini tentu saja mampu meningkatkan kecerdasan anak. Continued

Jangan Biarkan Sifat Pemalu Anak Menghambat Prestasinya

KakZepe.COm – Sifat pemalu anak bisa menghambat prestasinya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bayangkan saja pada saat buah hati Anda belajar di sekolah, ia tidak memahami akan apa yang sedang ia pelajari. Namun karena sifat pemalunya, ia menjadi enggan bertanya, dan pada akhirnya hasil atau nilainya pun menjadi kurang maksimal. Anak-anak bisa belajar banyak hal bila ia berani tampil di hadapan publik, misalnya menjadi pemimpin upacara, menyanyi di ajang pentas seni, dan kesempatan manggung lainnya. Namun kalau karena sifat pemalunya, ia menjadi enggan pentas di hadapan teman-temannya. Lalu bagaimana agar sifat pemalu ini tidak dipiara hingga ia menjadi dewasa? Tentu membutuhkan usaha dari orang tua untuk bisa mengatasi hal ini.

1. Tidak menghakimi anak secara terus menerus

Kata-kata adalah doa. Bila Anda terlalu sering mengatakan di hadapan anak Anda bahwa ia adalah “anak pemalu”, maka apa yang ada di pikirannya akan terekam dalam jangka waktu yang lama, bahkan bisa hingga kelak ia berusia dewasa. Setiap anak akan memiliki titik bosannya sendiri. Ia akan semakin sadar bahwa sifat pemalunya bukanlah hal yang baik seiring dengan perkembangan usianya.


2. Memotivasi

Daripada Anda menghakimi anak, akan lebih baik bila Anda memotivasinya dengan menggunakan kata-kata positif. Misalnya dengan memberikan semangat, “Ayo, kamu bisa”, “Jangan takut berbuat salah”, “Semangat!” dan kata-kata atau kalimat positif yang membangun lainnya. Dengan memotivasi dengan kata-kata itu ia pasti akan semakin terpacu untuk bertumbuh, termasuk dalam mengatasi sifat pemalunya ini.

3. Luangkan waktu bersama anak

Jangan hanya menyerahkan masa “pembentukan karakter anak” pada sekolah. Anda perlu cerdas dalam membagi waktu buat anak. Orang tua cerdas dan bijak pasti paham akan pentingnya “family time”. Di saat itulah orang tua bisa mengajak anak bermain bersama, makan bersama, dan bercakap-cakap bersama, meski sekedar membiasakan anak untuk berani mengungkapkan pendapatnya. Bila anak terbiasa mengungkapkan pendapatnya kepada orang tua, maka ia pun akan semakin bertumbuh menjadi anak yang terbuka dan percaya diri dalam mengungkapkan pendapat kepada orang lain.

 

370 Kreasi Guru TK dan PAUD (SUPER LENGKAP)

 

 

4. Memuji setiap perkembangan

Agar anak tidak merasa “minder” dan merasa bahwa ia memiliki sifat yang kurang baik, yaitu pemalu, maka Anda perlu memuji setiap perkembangan anak. Anak-anak tidak bisa langsung tumbuh menjadi anak yang percaya diri, kecuali ia memang punya bakat alami memiliki sifat yang percaya diri. Sekecil apa pun perkembangan anak dalam mengembangkan sifat percaya dirinya, Anda perlu memujinya. Misalnya, dengan mengatakan, “Kamu hebat Nak, sekarang kamu sudah berani menemui tamu meskipun kamu belum mengenal sebelumnya.”

5. Memberikan kesempatan belajar dari kesalahan

Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Tanamkan hal ini di dalam diri buah hati Anda. Bila buah hati Anda termasuk anak yang pemalu karena takut berbuat kesalahan, Anda perlu menasihatinya bahwa tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Biarkan anak berlatih berbuat salah saat mengerjakan soal Matematika yang sulit, dan biarkan ia mengerjakannya secara mandiri. Bila ia membuat kesalahan saat mengerjakan soal, jangan sekali-kali memarahinya, namun bimbing dan ajarilah ia hingga ia bisa menyelesaikannya dengan baik. Ajak ia memahami bahwa ia bisa mengerjakan soal itu dengan benar bila ia mau lebih teliti dalam mengerjakan soal.

Kepedulian orang tua adalah hal paling penting untuk mengembangkan rasa percaya diri anak. Saat ia belum mampu melakukan sesuatu, jangan pernah mengucilkan atau menganggapnya remeh dan lemah. Kebiasaan ini hanya akan membuat anak tertekan dan semakin tidak percaya diri . Sifat pemalu yang dimiliki oleh seorang anak dapat membuat bakat dan potensi yang dia punya tidak tereksplorasi secara maksimal. Bagaimana mungkin orang lain bisa tahu bahwa buah hati Anda adalah anak yang hebat bila ia tidak pernah menunjukkan kehebatannya. Semoga dengan tips di atas, buah hati Anda akan semakin tumbuh menjadi anak yang percaya diri, sehingga kelak dengan bermodalkan kepercayaan dirinya ia bisa tumbuh menjadi anak yang berprestasi. Continued

Motivasi Dan Bimbingan Orang Tua Sangat Dibutuhkan Agar Bakat Anak Berkembang Maksimal

KakZepe.Com – Anak bukanlah milik orang tua, sejatinya anak adalah titipan Tuhan. Setiap anak diberikan karunia dalam rupa talenta. Talenta setiap anak tentu beda-beda. Ada anak yang jago olahraga, ada anak yang jago menggambar, ada anak yang jago menulis dan lain sebagainya. Sayangnya, banyak orang tua yang kurang memahami hal ini. Banyak orang tua yang cenderung memaksakan anak menjadi “alat” untuk mewujudkan cita-cita orang tua yang belum tercapai. Banyak orang tua mengikutkan anak pada suatu kursus, sanggar atau sekolah seni yang tidak sesuai dengan bakat dan minat anak. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi anak untuk ke depannya. Beberapa anak mungkin bisa menerima saat mereka diminta mengikuti keinginan orang tua. Namun ada pula yang tidak mau mengikuti apa yang menjadi kemaunan orang tua, atau malah melakukan pemberontakan kepada orang tua. Apa akibat dari anak terlalu dipaksakan bakat dan talentanya oleh orang tuanya?

1. Emosional

Jangan biarkan anak-anak dalam kondisi terpaksa mengikuti kemauan orang tua. Karena ia ada kemungkinan tumbuh menjadi anak yang suka membangkang. Banyak orang tua merasa heran dan repot melihat polah tingkah anaknya, namun kurang sadar bahwa orang tua sendirilah yang membentuknya. Continued

Anak Suka Membuat Masalah, Tidak Sepenuhnya Anak Yang Salah

KakZepe.Com – Sering kita jumpai anak-anak yang gemar sekali membuat masalah. Melakukan keisengan kepada temannya, membuat suara-suara aneh agar menarik perhatian, memainkan alat tulis hingga terjatuh, adalah beberapa contoh hal yang biasa mereka lakukan. Sebagai pendidik, tentu kadang serba salah. Bila didiamkan, mereka akan semakin menjadi, bila diingatkan, maka keinginan mereka akan tercapai, yaitu mendapatkan perhatian. Saya, Kak Zepe, akan memberikan beberapa tips untuk mengatasi permasalahan ini:

1. Menjaga kedekatan

Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan oleh pendidik agar anak bisa terbuka dan jujur selain dengan menjadi sahabat mereka. Agar bisa menjadi sahabat mereka, kita harus bisa meluangkan waktu untuk bermain, duduk sebangku saat makan siang, atau pun melakukan obrolan ringan saat-saat waktu luang. Hal ini akan mempererat keakraban kita dengan sang anak, terutama saat kita bisa bersabar mendengarkan segala celoteh anak. Bila kita sudah merasa dekat, kita bisa menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi. Misalnya apa yang mereka rasakan saat berada di rumah, bagaiaman orang tua memperlakukan mereka, dan masih banyak lagi. Kedekatan ini juga akan membantu kita saat menasihati mereka, anak didik biasanya akan bisa lebih terbuka dan mau mendengarkan guru yang dirasa nyaman dan dekat. Agar kedekatan dengan anak tetap terjaga, kita harus cerdas dalam menjaga hati mereka, misalnya saat mereka berbuat kesalahan kita perlu berusaha untuk tidak menyalahkan mereka di depan umum. Kita bisa mendekatinya dan membisikkan kesalahan yang baru saja dilakukan. Bila ia tetap melakukannya, kita bisa memintanya berbicara 4 mata. Continued

1 2 3 4 14