Mengembangkan Ketrampilan Bersosialisasi, Demi Peningkatkan Prestasi

KakZepe.COm – Kemampuan anak dalam berseosialisasi akan sangat mempengaruhi kepribadian anak. Semakin banyak orang yang anak-anak kenal, maka ia akan semakin memahani banyak pribadi, dan tentu saja mereka akan semakin memiliki banyak kesempatan untuk belajar. Berbeda dengan anak yang memiliki kesulitan dalam bersosialisasi, maka ia pun akan kesulitan dalam mengembangkan dirinya, karena ia pasti akan lebih sibuk dengan dirinya sendiri dan kurang mampu untuk menimba ilmu dari orang lain. Bagaimana supaya anak memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik, terutama di sekolah?

1. Atur tempat duduk agar berdampingan dengan “lawan karakternya”

Pasangkanlah anak yang pendiam dengan anak yang suka berbicara. Pasangkan anak pemalu dengan anak yang percaya diri. Hal ini bisa memacu keseimbangan antar pribadi yang dipasangakan sehingga mereka akan memiliki ketrampilan bersosialisasi yang semakin baik. Continued

Membuat Anak Didik Semangat Suka CIta Dalam Belajar

KakZepe.COm – Mengapa memotivasu anak untuk tetap semangat belajar sangat penting? Sebab dengan memotivasi anak, ia akan terpacu untuk meraih dan menggapai prestasi dalam hidupnya. Anak-anak memiliki kesulitan yang cukup besar dalam mendapatkan inspirasi jika tidak ada dorongan atau motivasi dari orang tertentu yang dapt mereka percayai atau merasa dekat dengan mereka. Peran guru dan orang tua sangat penting dalam hal ini. Bagaiman cara memotivasi anak agar mereka gemar belajar, terutama belajar di sekolah?

1. Mengenal Kepribadian Anak dan Pemasalahan Anak

Pribadi anak ada beraneka macam. Kita perlu mengenal pribadi mereka sebelum melakukan penanganan. Agar penangangan yang kita berikan sesuai dengan kebutuhan anak. Ada banyak permasalahan umum yang membuat anak malas belajar, misalnya terlalu banyak main game, materi pelajaran yang terlalu berat, ada permasalahan di dalam keluarga, pola asuh yang salah dari orang tua, dan berbagai permasalahan lainnya. Continued

Keberanian Dan Daya Juang Sangat Penting Diajarkan Pada Anak

KakZepe.Com – Apakah Anda ingin agar anak didik Anda memilki semangat untuk bersaing yang tinggi? Bagaimana cara menanamkan dalam hati siswa agar mereka terbiasa dalam berkompetisi secara sehat? Jiwa Kompetitif adalah suatu semangat untuk mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok lain. Semangat dalam berkompetisi memacu anak didik untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya dalam menghadapi situasi di sekitarnya. Daya saing ini akan muncul dalam semangat juang untuk menunjukkan talenta dan kemampuan yang dimiliki, sehingga anak akan mencapai prestasi yang terbaik.

Sebagai pendidik, kita tentu menginginkan anak-anak didik kita memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. Jiwa kompetitif ini sangat penting dimiliki oleh para siswa. Ada beberapa penyebab siswa kurang bersemangat dalam mengekplorasi dirinya semaksimal mungkin. Beberapa faktor penghambatnya adalah perasaan malu, enggan bersaing, perasaan rendah diri, dan ketakutan bila berbuat suatu hal yang salah.

1. Mengatasi rasa malu

Ada banyak hal yang menyebabkan tumbuhnya rasa malu di dalam hati siswa. Faktor budaya bisa menjadi salah satu penyebabnya. Faktor budaya sangat mempengaruhi pola didik orang tua, sehingga akan membentuk karakter anak.Rasa malu juga bisa disebabkan karena perasaan rendah atau hina bila berbuat sesuatu yang tidak baik. Continued

6 Jenis Sifat Malu Yang Perlu Ditumbuhkan Pada Anak Di Zaman Now

KakZepe.COm – Budaya “Malu” kian terkikis di kalangan generasi muda, terutama kaum remaja. Banyak remaja melakukan hal-hal yang negatif, dan bahkan menuju ke sebuah tindakan kriminal tanpa ada perasaan malu. Agar rasa “malu” tetap dimiliki oleh anak-anak di usia remaja, maka sedari dini perlu ditanamkan rasa “malu” ini. Rasa “malu” apa sajakah itu? Berikut ini adalah penuturan dari Kak Zepe:

1. Malu bila tidak menghormati sesama

Hal ini bisa kita ajarkan dengan cara meminta anak-anak untuk berteman pada siapa saja, tanpa memandang agama, suku, dan latar belakang anak-anak yang lain. Anak-anak juga perlu diajarkan cara menghormati orang-orang yang bekerja sebagai tukang sapu, tukang kebun, penjaga keamanan, dan lainnya.

2. Malu bila melanggar aturan

Setiap sekolah tentu memiliki aturan yang berlaku. Ajarkan kepada anak didik untuk mematuhi aturan yang berlaku di sekolah. Hal ini dengan memberlakukan aturan secara tegas, dan bila ada yang melanggar perlu adanya suatu konsekuensi yang bisa membuatnya mau belajar menjadi anak yang lebih baik. Ajarkan kepada anak pula akan pentingnya sikap patuh kepada aturan yang berlaku Continued

Jangan Biarkan Sifat Pemalu Anak Menghambat Prestasinya

KakZepe.COm – Sifat pemalu anak bisa menghambat prestasinya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bayangkan saja pada saat buah hati Anda belajar di sekolah, ia tidak memahami akan apa yang sedang ia pelajari. Namun karena sifat pemalunya, ia menjadi enggan bertanya, dan pada akhirnya hasil atau nilainya pun menjadi kurang maksimal. Anak-anak bisa belajar banyak hal bila ia berani tampil di hadapan publik, misalnya menjadi pemimpin upacara, menyanyi di ajang pentas seni, dan kesempatan manggung lainnya. Namun kalau karena sifat pemalunya, ia menjadi enggan pentas di hadapan teman-temannya. Lalu bagaimana agar sifat pemalu ini tidak dipiara hingga ia menjadi dewasa? Tentu membutuhkan usaha dari orang tua untuk bisa mengatasi hal ini.

1. Tidak menghakimi anak secara terus menerus

Kata-kata adalah doa. Bila Anda terlalu sering mengatakan di hadapan anak Anda bahwa ia adalah “anak pemalu”, maka apa yang ada di pikirannya akan terekam dalam jangka waktu yang lama, bahkan bisa hingga kelak ia berusia dewasa. Setiap anak akan memiliki titik bosannya sendiri. Ia akan semakin sadar bahwa sifat pemalunya bukanlah hal yang baik seiring dengan perkembangan usianya.


2. Memotivasi

Daripada Anda menghakimi anak, akan lebih baik bila Anda memotivasinya dengan menggunakan kata-kata positif. Misalnya dengan memberikan semangat, “Ayo, kamu bisa”, “Jangan takut berbuat salah”, “Semangat!” dan kata-kata atau kalimat positif yang membangun lainnya. Dengan memotivasi dengan kata-kata itu ia pasti akan semakin terpacu untuk bertumbuh, termasuk dalam mengatasi sifat pemalunya ini.

3. Luangkan waktu bersama anak

Jangan hanya menyerahkan masa “pembentukan karakter anak” pada sekolah. Anda perlu cerdas dalam membagi waktu buat anak. Orang tua cerdas dan bijak pasti paham akan pentingnya “family time”. Di saat itulah orang tua bisa mengajak anak bermain bersama, makan bersama, dan bercakap-cakap bersama, meski sekedar membiasakan anak untuk berani mengungkapkan pendapatnya. Bila anak terbiasa mengungkapkan pendapatnya kepada orang tua, maka ia pun akan semakin bertumbuh menjadi anak yang terbuka dan percaya diri dalam mengungkapkan pendapat kepada orang lain.

 

370 Kreasi Guru TK dan PAUD (SUPER LENGKAP)

 

 

4. Memuji setiap perkembangan

Agar anak tidak merasa “minder” dan merasa bahwa ia memiliki sifat yang kurang baik, yaitu pemalu, maka Anda perlu memuji setiap perkembangan anak. Anak-anak tidak bisa langsung tumbuh menjadi anak yang percaya diri, kecuali ia memang punya bakat alami memiliki sifat yang percaya diri. Sekecil apa pun perkembangan anak dalam mengembangkan sifat percaya dirinya, Anda perlu memujinya. Misalnya, dengan mengatakan, “Kamu hebat Nak, sekarang kamu sudah berani menemui tamu meskipun kamu belum mengenal sebelumnya.”

5. Memberikan kesempatan belajar dari kesalahan

Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Tanamkan hal ini di dalam diri buah hati Anda. Bila buah hati Anda termasuk anak yang pemalu karena takut berbuat kesalahan, Anda perlu menasihatinya bahwa tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Biarkan anak berlatih berbuat salah saat mengerjakan soal Matematika yang sulit, dan biarkan ia mengerjakannya secara mandiri. Bila ia membuat kesalahan saat mengerjakan soal, jangan sekali-kali memarahinya, namun bimbing dan ajarilah ia hingga ia bisa menyelesaikannya dengan baik. Ajak ia memahami bahwa ia bisa mengerjakan soal itu dengan benar bila ia mau lebih teliti dalam mengerjakan soal.

Kepedulian orang tua adalah hal paling penting untuk mengembangkan rasa percaya diri anak. Saat ia belum mampu melakukan sesuatu, jangan pernah mengucilkan atau menganggapnya remeh dan lemah. Kebiasaan ini hanya akan membuat anak tertekan dan semakin tidak percaya diri . Sifat pemalu yang dimiliki oleh seorang anak dapat membuat bakat dan potensi yang dia punya tidak tereksplorasi secara maksimal. Bagaimana mungkin orang lain bisa tahu bahwa buah hati Anda adalah anak yang hebat bila ia tidak pernah menunjukkan kehebatannya. Semoga dengan tips di atas, buah hati Anda akan semakin tumbuh menjadi anak yang percaya diri, sehingga kelak dengan bermodalkan kepercayaan dirinya ia bisa tumbuh menjadi anak yang berprestasi. Continued

Motivasi Dan Bimbingan Orang Tua Sangat Dibutuhkan Agar Bakat Anak Berkembang Maksimal

KakZepe.Com – Anak bukanlah milik orang tua, sejatinya anak adalah titipan Tuhan. Setiap anak diberikan karunia dalam rupa talenta. Talenta setiap anak tentu beda-beda. Ada anak yang jago olahraga, ada anak yang jago menggambar, ada anak yang jago menulis dan lain sebagainya. Sayangnya, banyak orang tua yang kurang memahami hal ini. Banyak orang tua yang cenderung memaksakan anak menjadi “alat” untuk mewujudkan cita-cita orang tua yang belum tercapai. Banyak orang tua mengikutkan anak pada suatu kursus, sanggar atau sekolah seni yang tidak sesuai dengan bakat dan minat anak. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi anak untuk ke depannya. Beberapa anak mungkin bisa menerima saat mereka diminta mengikuti keinginan orang tua. Namun ada pula yang tidak mau mengikuti apa yang menjadi kemaunan orang tua, atau malah melakukan pemberontakan kepada orang tua. Apa akibat dari anak terlalu dipaksakan bakat dan talentanya oleh orang tuanya?

1. Emosional

Jangan biarkan anak-anak dalam kondisi terpaksa mengikuti kemauan orang tua. Karena ia ada kemungkinan tumbuh menjadi anak yang suka membangkang. Banyak orang tua merasa heran dan repot melihat polah tingkah anaknya, namun kurang sadar bahwa orang tua sendirilah yang membentuknya. Continued

Anak Suka Membuat Masalah, Tidak Sepenuhnya Anak Yang Salah

KakZepe.Com – Sering kita jumpai anak-anak yang gemar sekali membuat masalah. Melakukan keisengan kepada temannya, membuat suara-suara aneh agar menarik perhatian, memainkan alat tulis hingga terjatuh, adalah beberapa contoh hal yang biasa mereka lakukan. Sebagai pendidik, tentu kadang serba salah. Bila didiamkan, mereka akan semakin menjadi, bila diingatkan, maka keinginan mereka akan tercapai, yaitu mendapatkan perhatian. Saya, Kak Zepe, akan memberikan beberapa tips untuk mengatasi permasalahan ini:

1. Menjaga kedekatan

Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan oleh pendidik agar anak bisa terbuka dan jujur selain dengan menjadi sahabat mereka. Agar bisa menjadi sahabat mereka, kita harus bisa meluangkan waktu untuk bermain, duduk sebangku saat makan siang, atau pun melakukan obrolan ringan saat-saat waktu luang. Hal ini akan mempererat keakraban kita dengan sang anak, terutama saat kita bisa bersabar mendengarkan segala celoteh anak. Bila kita sudah merasa dekat, kita bisa menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi. Misalnya apa yang mereka rasakan saat berada di rumah, bagaiaman orang tua memperlakukan mereka, dan masih banyak lagi. Kedekatan ini juga akan membantu kita saat menasihati mereka, anak didik biasanya akan bisa lebih terbuka dan mau mendengarkan guru yang dirasa nyaman dan dekat. Agar kedekatan dengan anak tetap terjaga, kita harus cerdas dalam menjaga hati mereka, misalnya saat mereka berbuat kesalahan kita perlu berusaha untuk tidak menyalahkan mereka di depan umum. Kita bisa mendekatinya dan membisikkan kesalahan yang baru saja dilakukan. Bila ia tetap melakukannya, kita bisa memintanya berbicara 4 mata. Continued

Kasih Sayang Dalam Menasihati Anak, Akan Memberi Daya Ubah Yang Kuat

KakZepe.Com – Anak-anak masih perlu belajar banyak hal. Selama belajar, anak-anak pasti akan melakukan banyak kesalahan. Pada saat anak didik berbuat kesalahan, sebagai pendidik, kita tidak boleh diam saja. Kita harus bisa menjadi penasihat atau pemberi masukan yang kepada anak-anak didik kita. Namun terkadang entah karena intonasi suara yang kurang pas atau kata-kata yang salah, tidak jarang anak-anak didik kita tersakiti hatinya. Untuk mengatasi hal ini, kita perlu memperhatikan tips-tips di bawah ini:

1. Menyadari bahwa anak-anak adalah pribadi yang lugu

Seekor anak kucing akan berusahan mengejar benda yang menarik bagi mereka. Ia bisa lupa kalau tidak diingatkan bahwa di sekitarnya ada bahaya yang mengancam. Itulah anak-anak. Anak yang normal akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Karena itulah karunia yang Tuhan berikan, agar mereka memiliki semangat untuk belajar, meskipun dalam prosesnya mereka akan banyak melakukan kesalahan. Dan justru dari kesalahan-kesalahhan inilah mereka akan mampu belajar untuk menjadi lebih baik. Jadi bila emosi sudah memuncak, sadarilah akan hal ini, maka rasa sabar itu akan datang dengan sendirinya. Semoga! Continued

Membuat Anak Gemar Belajar Tanpa Paksaan

KakZepe.Com – Anak-anak adalah pribadi yang masih gemar belajar, walaupun cara belajar anak-anak tentu sangat berbeda daripada anak-anak usia remaja. Membutuhkan trik khusus agar anak usia dini bisa tumbuh menjadi anak yang pintar. Bukan pintar karena dipaksa belajar, namun karena mereka gemar belajar. Bagaimana cara mendidik agar anak-anak gemar belajar?

1. Penghargaan

Anak-anak usia dini akan sangat mudah termotivasi bila ia diberikan penghargaan. Berikanlah penghargaan bila anak mau belajar. Disarankan penghargaan yang diberikan adalah penghargaan yang memiliki nilai edukatif atau yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif. Penghargaan bisa berupa stiker, alat tulis, buku cerita, dan lainnya. Continued

Hal Yang Perlu Diperhatikan Agar Anak Menggunakan Komputer Untuk Hal Yang Positif

KakZepe.Com – Pengenalan komputer perlu diajarkan kepada anak usia dini. Agar pelajaran komputer menjadi suatu yang menarik, pendidik harus bisa mengemas pelajaran komputer sebagai gabungan antara edukasi dan entertainment.

Media game dan aplikasi game

Saat ini banyak sekali game edukatif yang bisa didapatkan di toko-toko. Anak-anak bisa belajar dari game-game tersebut dengan visualisasi dan efek suara yang menarik. Saat ini banyak pula aplikasi gratis yang bisa didownload melalui Google Playstore. Hal ini akan mengingkatkan kecintaan anak pada komputer.

Mudah dan menyenangkan

Sangat disarankan agar orang tua memilih software yang menyenangkan. Ada beberapa software yang sulit dipelajari oleh anak-anak. Jadikan aktivitas menggunakan software sebagai sesuatu yang fun, bukan sebagai sesuati yang terlalu serius, sehingga software yang dioperasikan memiliki nilai rekreasi bagi anak-anak. Alangkah lebih baik bila orang tua mencoba terlebih dahulu sebelum membelikan software bagi anaknya. Hal ini untuk meyakinkan bahwa software tersebut mudah dipahami atau dioperasikan oleh anak-anak. Selain itu, bila orang tua telah mencobanya maka orang tua akan yakin bahwa di dalam software tersebut tidak ada sesuatu yang tidak baik untuk dikonsumsi anak-anak. Continued

1 2 3 4 10