Membentuk Karakter Pemaaf dan Penyabar Sebagai Guru PAUD / TK

KakZepe.Com – Sifat pemaaf adalah suatu sifat mau mengampuni kesalahan orang lain yang pernah bebuat salah atau melukai hati. Seorang pemaaf biasanya akan memiliki hati yang damai dan penuh suka cita, karena ia tidak menyimpan dendam dan rasa sakit hati. Sifat seperti ini perlu dimiliki oleh para pendidik PAUD. Mengapa?

a). Menghadapi anak-anak yang “masih belajar”

Bukan anak-anak namanya kalau tidak pernah bahkan sering berbuat salah. Anak-anak usia dini belum lama menghirup nafas di dunia. Ia juga belum kaya akan pengalaman dan menalar sesuatu. Ia masih perlu bimbingan dari orang yang lebih dewasa daripada dirinya. Sosok guru adalah salah satu orang terpenting dalam kehidupan seorang anak, karena melalui guru ia akan belajar berbagai macam hal yang berguna bagi masa depannya selain belajar dari orang tuanya. Oleh karenya, seorang guru perlu memiliki sifat pemaaf. Karena dengan adanya sifat pemaaf, seorang guru akan lebih mudah memaklumi kesalahan yang dilakukan oleh anak-anak didiknya. Bila seorag guru tidak memiliki sifat ini, maka akan memberikan dampak negatif bagi anak-anak didiknya dan bahkan bagi dirinya sendiri.  Ia bisa menjadi pribadi yang pemarah dan dalam kondisi demikian sangat memungkinkan baginya untuk mengeluarkan kata-kata yang bisa menyakiti hati anak didik dan bahkan bisa menyakiti anak-anak didiknya secara fisik.

b). Sifat pemaaf bagi guru pemula

Seorang guru pemula biasanya  masih kurang terbiasa dalam menghadapi anak-anak. Sehingga saat mendapatkan perlakukan atau kata-kata yang kurang baik dari anak didiknya ia akan menjadi mudah sakit hati. Merasa sakit hati oleh karena perilaku anak-anak didik yang masih berusia dini sungguh suatu hal yang tidak ada gunanya. Bila kita pernah mengalaminya, kita harus bisa memaafkan anak-anak didik kita yang pernah menyakiti hati kita, meskipun tanpa pernah saling bermaaf-maafan. Dari situlah nantinya seorang pendidik akan belajar cara mengolah rasa. Mengolah rasa berarti kemampuan untuk mengolah perasaan negatif, menjadi energi yang positif. Gunakanlah energi sakit hati untuk melakukan hal-hal yang positif sembari membangun niat untuk memperbaiki diri, minimal menemukan cara terbaik untuk mengolah diri.

c). Tidak boleh mendendam

Rasa dendam kepada anak-anak didik tidak boleh berlangsung terlalu lama. Karena hal ini akan mempengaruhi performa seorang pendidik di depan anak-anak didinya. Cara menghilangkan rasa dendam adalah dengan kekuatan cinta. Dengan kekuatan inilah semua orang dimampukan untuk bisa saling mengampuni. Kekuatan cinta ini tidak bisa dipendam, namun harus diungkapkan. Cara mengungkapkan cinta kepada anak-anak didik tidak bisa hanya diungkapkan secara verbal, namun harus diungkapkan melalui kebaikan-kebaikan yang dilakukan kepada semua orang, terutama kepada anak-anak yang pernah melukai hati. Dengan melakukan-kebaikan kepada anak-anak didik yang “bandel” itulah rasa dendam akan sirna dengan sendirinya, dan lambat laun anak-anak “bandel” itu nantinya akan luluh hatinya serta bisa dekat dengan kita.

d). Perlunya ketulusan

Ketulusan itu seperti matahari, selalu memberi tak mengharap kembali. Meskpun kita merasa bahwa apa yang kita berikan adalah yang terbaik, kita tidak boleh terlalu mengharap bahwa orang lain akan memandangnya dengan cara yang sama. Ada kalanya bahkan sering kita akan menghadapi anak-anak yang seakan-akan melupakan segala kebaikan yang pernah kita lakukan. Anak-anak memang pelupa dalam hal pikiran, namun mereka mengingat dengan perasaan. Bila kita tekun membangun perasaan kasih sayang dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan kepada anak-anak didik kita, pasti mereka akan merasakan kedekatan dengan kita. Kedekatan batin dengan anak-anak akan memudahkan kita untuk menangkal rasa marah, sakit hati, dan perasaan negatif lainnya.

e). Guru yang dewasa dalam memaafkan

Semakin lama besi ditempa, maka besi akan menjadi semakin kuat dan kokoh. Itulah hati kita. Saat hati kita sudah terbentuk menjadi hati yang dewasa dalam memaafkan, maka saat kita menghadapi “kenakalan” anak-anak, kita tidak akan merasa sakit hati lagi. Fokus kita tidak lagi mencari cara menyembuhkan luka hati dan menghilangkan dendam. Namun fokus kita adalah tentang bagaimana menemukan cara terbaik untuk mencerdaskan mereka dan membangun karakter mereka. Sehingga untuk ke depannya mereka akan memiliki pribadi yang baik dan memiliki kepekaan atau rasa empati yang baik, sehingga punya rasa penyesalan saat merasa mengecewakan hati orang lain. Bagaimana pun mereka masih anak-anak yang membutuhkan bimbingan kita, seorang guru dan seorang yang lebih dewasa. Semoga sifat pemaaf dari para pendidik bisa menginspirasi mereka pula untuk memiliki karater yang sama

DOWNLOAD GRATIS Album Lagu Anak Karya Kak Zepe vol 1 dengan klik KOLAK KAK ZEPE 1

DOWNLOAD GRATIS Album Lagu Anak Karya Kak Zepe vol 2 dengan klik KOLAK KAK ZEPE 2

DOWNLOAD GRATIS Album Lagu Anak Karya Kak Zepe (disusun Tematis) dengan klik KOLAK KAK ZEPE TEMATIK

 

 

 

 

Tulis Komentar, Pesan, dan Kesan Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.