Menjadi Orang Tua dan Sahabat Bagi Sang Buah Hati

KakZepe.Com – Saat saya sedang duduk santai di sebuah supermarket, saya melihat seorang anak berlari-lari. Sang anak berlari-lari bersama kakaknya. Tak jauh dari sana, sang ibu sedang duduk santai sembari mengawasi buah hatinya. Tiba-tiba, kaki sang anak tersandung saat berlari. Sang anak pun terjatuh. Tidak ada ekspresi terkejut atau marah dari sang ibu. Begitu melihat anaknya jatuh sang Ibu malah berkata sambil bertepuk tangan, “Waaa…. Hebat… Adik tidak menangis… Makanya hati-hati biar tidak jatuh.” Sang anak pun segera bangun, dan kembali berlari-lari bersama sang kakak.

Dari contoh di atas, kita belajar bahwa mendidik anak haruslah dengan suasana santai. Saat anak Anda berbuat kesalahan, Anda tidak perlu menanggapinya dengan serius. Hal ini akan melatih anak untuk tidak terlalu cemas dalam menghadapi situasi yang sulit. Menurut saya, kata-kata motivasilah yang paling penting, bukan nada bicara yang terlalu serius, apalagi sampai memarahi anak. Kebiasaan memarahi anak hanya akan membuat anak merasa minder atau selalu takut dalam berbuat sesuatu sesuai dengan inisiatifnya sendiri.

Menggunakan lawakan-lawakan dalam menasihati anak juga sangat penting. Hal ini juga akan melepaskan anak dari ketegangan saat ia menerima nasihat. Bagaimana pun dunia anak adalah dunia yang penuh dengan keceriaan. Yang anak-anak tahu hanyalah bermain dan bermain untuk mendapatkan pengalaman yang baru. Mereka lebih mudah menerima sesuatu dengan suasana yang santai, apalagi ditambah dengan lawakan-lawakan segar.
Orang tua yang memiliki selera humor yang tinggi, biasanya akan lebih dekat dengan buah hatinya. Anak akan merasa bahwa orang tuanya seperti sahabat. Ada suasana keakraban bila mereka mengobrol dan beraktivitas bersama. Tidak ada ketegangan dan suasana yang terlalu formal. Anak pun akan semakin merasa nyaman dalam menceritakan banyak hal. Dengan kata lain, anak yang memiliki orang tua yang santai dan memiliki selera humor yang tinggi mampu lebih terbuka dalam menceritakan segala “uneg-uneg” dan permasalahan hidup mereka.
Walaupun suasana keakraban dan penuh canda perlu diciptakan di dalam sebuah keluarga, orang tua juga perlu mengajarkan kepada anak tentang nilai-nilai kesopanan. Sehingga walaupun Anda merasa sangat akrab dengan buah hati Anda, ia akan tetap bersikap hormat dan mau mendengarkan nasihat serta saran yang Anda berikan.

Ekspresi wajah dan nada suara pun perlu diperhatikan. Nada suara yang datar dan tegas, serta ekspresi wajah yang serius perlu Anda tunjukkan pada anak bila memang ingin mengatakan hal-hal yang serius. Biasanya pembicaraan serius perlu dilakukan bila anak melakukan kesalahan yang benar-benar serius dan membutuhkan pembicaraan yang serius.

370 Kreasi Guru TK dan PAUD (SUPER LENGKAP)

Menjadi orang tua yang bisa bersahabat dengan anak memang tidak mudah. Banyak orang tua memiliki jarak dengan anak karena berbagai alasan, bisa karena orang tua kurang memahami dunia anak, bisa karena orang tua tipe orang yang terlalu serius, atau bisa juga karena orang tua terlalu sibuk. Apapun alasannya, sifat humoris orang tua bisa mengatasi segala permasalahan itu. Orang tua yang lucu biasanya akan memiliki hubungan yang dekat dengan anaknya. Karena saat ada yang berbuat kesalahan pun mereka akan semakin cepat saling memaafkan, karena tidak ada satu pun masalah diselesaikan dengan suasana yang tegang apalagi dengan amarah.

Demikian tips dari saya, Kak Zepe. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah bersikap santai dan menyelepkan humor segar saat menasihati buah hati Anda?

Tulis Komentar, Pesan, dan Kesan Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.