Orang Tua Perlu Teliti Dalam Memilih Sekolah Bagi Anak, Ini Tipsnya!

KakZepe.Com – Pernah saya melihat suatu adegan kekerasan di sosial media. Di sebuah kelas, seorang anak dibully oleh beberapa teman-temannya. Tidak hanya dibully dengan kata-kata, namun juga secara fisik. Sang anak dipukul dan diejek dengan kata-kata kasar yang seharusnya tidak dilakukan oleh anak-anak usia dini. Saat dia hendak keluar kelas, ia dikunci oleh teman-teman lainnya. Beberapa teman yang tidak memukul pun hanya diam saja, malah ada yang memvideokannya, sehingga kini video ini tersebar luas.

Menyekolahkan sang buah hati di sekolah yang ramah anak tentu menjadi idaman orang tua. Namun terkadang orang tua masih belum paham, sekolah yang seperti apa yang ramah anak? Melalui artikel ini, Kak Zepe akan memberikan beberapa ciri sekolah yang ramah anak.

1. Petugas keamanan yang ramah kepada anak

Peran petugas keamanan tidak hanya menjaga keamanan anak-anak dan warga sekolah. Ia juga harus bisa menjadi sosok yang ramah pada anak-anak. Misalnya, petugas keamanan juga ikut menyambut anak-anak saat masuk sekolah, dengan memberi salam. Pendidik pun perlu menyarankan kepada anak-anak agar memberikan salam atau bersalaman kepada petugas keamanan. Hal ini sangat penting agar tercipta hubungan kekeluargaan antara petugas keamanan dan anak-anak didik, sehingga petugas keamanan pun akan semakin peduli dengan keselamatan anak-anak terutama saat berada di lingkungan sekolah, tidak hanya sekedar menjalankan tugas menjaga keamanan.

2. Tugas guru tidak hanya mengajar

Mengajar dan mendidik adalah tugas utama guru. Namun tentu saja masih banyak tugas lain yang perlu dilakukan oleh seorang guru, yaitu sebagai penjaga anak-anak. Kadang guru harus berperan sebagai petugas keamanan dan bahkan harus berperan sebagai “nanny”. Maksudnya adalah seorang guru, terutama guru kelas, perlu tahu apa pun kegiatan anak-anak didiknya, dari awal pelajaran hingga mereka pulang. Ia tidak akan membiarkan anak-anak didiknya bermain di dalam kelas bersama teman-teman lainnya tanpa mengetahui apa tujuan atau aktivitas mereka saat berada di dalam kelas. Saat anak-anak pulang pun, guru pelu tahu, siapa saja yang sudah pulang, dan siapa saja yang belum dijemput. Ia harus memastikan bahwa semua anak-anak didiknya sudah pulang bersama orang tua, sopir, atau seseorang yang diberi wewenang untuk menjemput anak-anak didiknya.

3. Peran pendidikan karakter

Pendidikan karakter bisa diajarkan dengan berbagai cara. Bisa disisipkan di tiap mata pelajaran. Bisa diajarkan saat anak-anak mengadakan short-briefing atau circle time sebelum pelajaran dimulai. Bahkan bisa ditempelkan di dinding sekitar sekolah sehingga anak-anak bisa membacanya. Jadi hal pertama yang perlu ditanyakan orang tua saat menyekolahkan anak-anaknya adalah, “Apa peran pendidikan karakter bagi anak-anak didik di sekolah? Bagaimana proses pengajaran pendidikan karakter di sekolah?” Serta pertanyaan lain seputar pendidikan karakter di sekolah. Pastikan bahwa pendidikan karakter adalah hal yang utama di sekolah. Untuk sekolah berbasis agama, pendidikan karakter biasanya akan lebih diutamakan, walaupun nilai-nilai pendidikan karakternya akan berdasarkan nilai-nilai agama. Biasanya, sekolah yang berbasis pada pendidikan karakter akan memasukkan nilai pendidikan karakter di dalam raport siswa, dan ada evaluasi pendidikan karakter antara guru dan orang tua secara rutin.

4. Komunikasi dua arah yang baik antara orang tua dan guru

Kepedulian guru pada anak-anak didiknya, tidak hanya dinilai dari seberapa dekat hubungan antra guru dan anak-anak didiknya, namun juga hubungan antara guru dengan orang tua anak-anak didiknya. Bagaimana pun anak-anak didik berada di sekolah hanya beberapa jam saja. Namun anak-anak didik akan berada di rumah lebih dari 75 persen dari waktu mereka di sekolah. Komunikasi antara guru dan orang tua sangat penting agar antara guru dan orang tua terjalin komunikasi yang baik, sehingga bila ada anak yang mengalami suatu masalah akan lebih mudahdan cepat diatasi.

5. Jadwal aktivitas siswa yang jelas setiap minggu atau bulan dan ada yang mementor

Keberadaan jadwal pelajaran di sekolah sangat penting. Selain untuk membantu siswa dalam mempersiapkan buku-buku pelajaran dan jadwal ulangan atau aktivitas, namun juga bisa menjadi pegangan orang tua dan guru dalam mementor anak-anak didik. Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah terkadang ada jeda waktu antara jam pulang sekolah, dengan kegiatan ekstra kurikuler. Jeda waktu tersebut biasanya dipakai untuk makan siang atau istirahat. Pastikan ada guru atau petugas yang bertugas pada saat-saat seperti ini. Jangan biarkan anak-anak berada di dalam kelas atau tempat lain tanpa ada penjagaan. Di kasus lain, kadang ada seorang guru yang tidak bisa hadir karena suatu sebab, misalnya karena sakit atau ada rapat sekolah. Pastikan ada guru pengganti atau petugas yang berada di dalam kelas, sehingga tidak ada kelas yang kosong tanpa ada penjagaan dari guru atau petugas yang ditunjuk.

Sebenarnya masih banyak hal-hal lain yang perlu diperhatikan, misalnya keberadaan CCTV di berbagai sudut ruangan, proses rekrutmen staff yang selektif, dan beberapa hal lain. Namun sosok yang utama dalam menciptakan sekolah yang ramah anak adalah guru kelas. Karena guru kelas adalah ujung tombak sekolah. Ia akan berperan dalam mendidik, mengajar, menjaga dan menjadi teladan bagi anak-anak didiknya. Kualitas guru kelas inilah yang perlu menjadi perhatian dari pihak sekolah, karena sebagian besar waktu anak-anak didik di sekolah akan lebih banyak di bawah penjagaan guru kelas. Semoga di mana pun buah hati anda bersekolah, ia akan memiliki guru kelas yang baik dan peduli pada anak-anak didiknya.

DOWNLOAD GRATIS Album Lagu Anak Karya Kak Zepe vol 1 dengan klik KOLAK KAK ZEPE 1

DOWNLOAD GRATIS Album Lagu Anak Karya Kak Zepe vol 2 dengan klik KOLAK KAK ZEPE 2

DOWNLOAD GRATIS Album Lagu Anak Karya Kak Zepe (disusun Tematis) dengan klik KOLAK KAK ZEPE TEMATIK

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.