Jangan Langsung Marah Bila Anak Berbuat Salah

KakZepe.Com – Setiap manusia pernah berbuat salah. Justru dari kesalahan itulah manusia akan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih bijak. Seperti halnya anak-anak. Anak-anak adalah pribadi yang masih polos dan masih memerlukan proses yang panjang untuk menjadi manusia yang benar-benar dewasa. Namun terkadang ada orang tua yang terlalu memprotek anaknya, entah karena kurangnya pengetahuan tentang pengasuhan anak atau karena ingin keluarganya terlalu terlihat sempurna. Apa pun alasannya, orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk bisa belajar dari kesalahan yang ia perbuat. Sebagai orangtua, saat anak berbuat kesalahan anda jangan hanya terfokus pada kesalahan yang anak perbuat. Karena bila Anda hanya terfokus pada kesalahan anak, lama kelamaan anak akan menganggap bahwa berbuat kesalahan adalah sesuatu yang ditakuti dan perlu dihindari. Sehingga saat anak berbuat kesalahan ia menjadi sulit untuk berkata jujur dan bahkan cenderung menghindar.

Sikap anak, adalah cerminan sikap orang tua

Bagaimana pun, anak akan belajar dari orang tua. Bila orang tua cenderung menghindar dengan cara membuat alasan yang tak masuk akal, anak pun biasanya akan cenderung mengikuti kebiasaan orang tua. Jangan heran bila Anda menjumpai anak Anda pintar berkilah saat berbuat salah. Ada kemungkinan ia hanya meniru apa yang pernah Anda lakukan. Jadi bila Anda berbuat kesalahan, baik secara langsung berbuat kesalahan kepada anak, atau melakukan kelalaian pribadi, sebaiknya Anda segera meminta maaf atau menunjukkan perasaan bersalah Anda, karena telah melakukan kesalahan. Jangan sampai Anda malah melakukan ekspresi penuh dengan kesombongan atau malah beralasan saat Anda secara terang –terangan telah melakukan kesalahan. Continued

Menjadi Orang Tua dan Sahabat Bagi Sang Buah Hati

KakZepe.Com – Saat saya sedang duduk santai di sebuah supermarket, saya melihat seorang anak berlari-lari. Sang anak berlari-lari bersama kakaknya. Tak jauh dari sana, sang ibu sedang duduk santai sembari mengawasi buah hatinya. Tiba-tiba, kaki sang anak tersandung saat berlari. Sang anak pun terjatuh. Tidak ada ekspresi terkejut atau marah dari sang ibu. Begitu melihat anaknya jatuh sang Ibu malah berkata sambil bertepuk tangan, “Waaa…. Hebat… Adik tidak menangis… Makanya hati-hati biar tidak jatuh.” Sang anak pun segera bangun, dan kembali berlari-lari bersama sang kakak.

Dari contoh di atas, kita belajar bahwa mendidik anak haruslah dengan suasana santai. Saat anak Anda berbuat kesalahan, Anda tidak perlu menanggapinya dengan serius. Hal ini akan melatih anak untuk tidak terlalu cemas dalam menghadapi situasi yang sulit. Menurut saya, kata-kata motivasilah yang paling penting, bukan nada bicara yang terlalu serius, apalagi sampai memarahi anak. Kebiasaan memarahi anak hanya akan membuat anak merasa minder atau selalu takut dalam berbuat sesuatu sesuai dengan inisiatifnya sendiri. Continued