Mengajarkan Anak Pentingnya Mudah Memaafkan

KakZepe.Com – Kita terlahir dengan pribadi yang berbeda-beda. Tidak ada manusia yang sama, baik dari ciri fisik maupun sifat-sifatnya. Itulah mengapa yang namanya berselisih paham seharusnya kita anggap sebagai hal yang biasa. Saya pribadi terkadang merasa prihatin bila menjumpai dua anak didik saya yang berselisih paham, namun sangat sulit saling memaafkan. Bahkan terkadang mereka malah mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu. Agar anak-anak menjadi pribadi yang ringan dalam meaafkan, kita perlu memberikan pengertian kepada mereka tentang beberapa hal seperti di bawah ini. Apa saja itu?

1. Melakukan kesalahan itu wajar

Jelaskan kepada anak bahwa berbuat kesalahan adalah hal yang wajar. Namun hal yang lebih penting dan perlu diperhatikan adalah bahwa setiap orang perlu belajar dari kesalahan. Dari kesalahan itulah setiap orang menjadi tau mana hal yang baik dan mana yang tidak baik. Hal yang baik perlu dipertahankan, sedangkan hal yang tidak baik, perlu ditinggalkan. Sehingga setiap orang akan semakin menjadi manusia yang lebih baik. Continued

Cara Memberi Kejutan Di Awal Pembelajaran, Semua Siswa Menjadi Bersemangat Belajar

KakZepe.COm – Awal yang baik akan menentukan kelanjutannya. Rebut hati anak di awal pelajaran, maka anak akan lebih bisa fokus pada apa yang kita ajarkan. Melalui artikel ini, saya, Kak Zepe, ingin berbagi pengalaman tentang cara menarik perhatian siswa agar bisa fokus di awal pelajaran.

1. Volume suara yang pas

Kharisma seorang pendidik juga ditentukan oleh kualitas suara. Bukan kemerduan suara saat bernyanyi lho.. Suara yang pas bagi pendidik sangat ditentukan oleh kepiawaian dalam mengatur suara. Anak-anak biasanya akan lebih tertarik mendengar suara guru yang keras namun tidak berteriak apalagi terkesan membentak. Akan menjadi lebih menarik lagi bila Anda dengan gesture yang menarik dan penuh semangat. Biasanya kita menyebutnya dengan suara yang bulat. Kita juga perlu berhati-hati dalam menasihati anak yang berbuat kesalahan. Jangan terlalu cepat menggunakan suara yang keras saat menasihatinya. Gunakan suara yang lembut dan kata-kata yang positif. Continued

Peran Dongeng Bagi Kecerdasan Dan Karakter Anak

KakZepe.Com – Peran kecerdasan linguistik dalam kehidupan sosial seorang anak sangatlah penting. Kecerdasan linguistik adalah ketrampilan dalam menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara, ritme dan intonasi dari kata yang di ucapkan. Semakin seorang anak mampu untuk mengartikan kata dengan baik, mengurutkan kata menjadi sebuah kalimat dengan baik, serta bersuara dengan ritme dan intonasi yang baik, maka ia akan semakin mampu bersosialisasi dengan baik.

Memperluas daya imajinasi dalam bercerita

Anak yang cerdas biasanya mampu menjalin komunikasi yang baik dengan teman-temannya. Di dalam memorinya selalu tersimpan banyak bahan untuk dibicarakan dengan teman-temannya. Ia juga kreatif dalam mengolah kata sehingga apa yang keluar dari mulutnya mampu menarik teman-temannya untuk mendengarkan. Imajinasinya pun sangat luas, sehingga bahan cerita yang diungkapkan juga mampu membuat teman-temannya terkesan. Continued

Tips Agar Anak Tertarik Dan Semangat Belajar Sejak Awal Pembelajaran

KakZepe.Com – Awal pelajaran adalah saat penting dimana siswa membutuhkan sesuatu yang menarik agar mereka bisa lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya. Peran pendidik bukan hanya mengajar atau mentransfer ilmu kepada anak didik. Tugas guru juga memotivasi siswa agar memiliki semangat belajar yang baik, terutama saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Saya, Kak Zepe, akan memberikan beberapa cara yang bisa dipakai sebagai variasi membuka kelas agar mampu menarik perhatian siswa.

1. Guru tampil dengan penuh semangat dan ceria

Beberapa hal yang perlu menjadi catatan bagi guru adalah mengenai penampilannya. Guru harus tampil dengan wajah ceria, bersemangat, penuh wibawa, dan memperhatikan vokalnya. Vokal meliputi intonasi suara, keras lembutnya suara, tinggi rendahnya nada. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah power suara. Di awal pelajaran, akan lebih baik bila guru menggunakan power suara yang kuat, sehingga akan lebih terkesan penuh dengan semangat. Hal ini akan menentukan semangat siswa dalam memperhatikan pelajaran yang kita bawakan. Continued

Mengapa Ranking Bukan Jaminan Anak Disebut “Siswa Berprestasi” ?

KakZepe.Com – Saat saya menjadi wali kelas, saya sering mendapatkan pertanyaan dari beberapa orang tua atau wali murid, “Berapa ranking kelas anak saya, Pak?” Tentu saja pertanyaan ini tidak mendapatkan jawaban dari saya, sebagai guru kelas, karena termasuk hal yang rahasia.

Ranking hanyalah dari aspek akademis

Banyak orang tua mengukur prestasi anaknya hanya dengan cara membandingkan dengan prestasi orang lain. Sistem peringkat kelas atau yang biasanya disebut ranking, hanyalah salah satu tolak ukur kecerdasan anak, yaitu dari sisi akademis anak. Padahal setiap anak tercipta unik. Anak-anak tercipta khas dengan segala keunikan masing-masing.

Sekolah yang memahami psikologi anak

Sekolah yang menggunakan sistem “tanpa ranking” pada raport adalah sekolah yang benar. Karena sekolah seperti ini memahami tentang psikologi anak. Sekolah ini paham bahwa setiap anak tercipta unik dengan segala ketrampilan, kelebihan, dan talenta masing-masing. Ada banyak hal yang perlu menjadi perhatian dalam menilai anak, yaitu dilihat dari aspek spiritual, emosional, sosial, dan “life skill”. Continued

Tips Agar Kegiatan Pembelajaran Berkesan Bagi Anak Didik

KakZepe.Com – Saat-saat awal pelajaran adalah saat-saat yang perlu kita perhatikan. Di awal pelajaran, biasanya siswa dengan berbagai alasan perlu sesuatu yang menarik agar bisa memusatkan perhatian pada pelajaran. Saat pagi hari, apalagi di jam pertama KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), beberapa siswa mungkin masih mengantuk, nafas masih terengah-engah karena baru saja bermain kejar-kejaran, atau pikiran seakan-akan masih berada di rumah. Agar siswa bisa terkoneksi dengan KBM, tentu saja membutuhkan aktivitas yang menarik.

Guru bisa mengajak siswa bermain tebak-tebakan, bernyanyi, menari, dan aktivitas menarik lainnya. Aktivitas menarik ini biasa disebut “set induction”. “Set induction” adalah usaha atau aktivitas yang dilakukan oleh pendidik dalam sebuah KBM untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif, dimana siswa mampu mempfokuskan perhatiannya pada pelajaran. Kegiatan ini disarankan memiliki tema yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan dipelajari. Misalnya, saat anak-anak belajar tentang “Alam Semesta”, guru bisa mengajak anak untuk menyanyikan lagu “Pemandangan Alam”. Setelah itu guru bisa menjelaskan kepada anak-anak didiknya tentang hubungan aktivitas pembuka dengan pembelajaran yang akan dilakukan saat itu. Setelah itu, guru bisa melanjutkan dengan kegiatan inti KBM (menjelaskan teori, tanya jawan, lembar kerja), dll. Continued

Menjadi Orang Tua Zaman Now (Agar Paham Mendidik Anak Zaman Now)

KakZepe.Com – Munculnya gadget yang semakin canggih, lahirnya berbagai macam aplikasi yang bisa didownload gratis, dan dirilisnya berbagai macam software dengan berbagai macam layanan yang menarik merupakan beberapa efek dari perkembangan teknologi. Banyak anak-anak usia dini yang sudah tidak asing dengan yang namanya gadget. Orang tua sering menjadikan gadget sebagai senjata andalan agar anak bisa tenang di rumah. Namun membiarkan anak memainkan gadget sendiri tentu saja adalah hal yang kurang bijak, karena banyak sekali pengaruh yang negatif bisa menimpa anak yang memainkan gadget, komputer, video game, bila tidak ada pendampingan yang intens dari orang tua.

Perlu belajar menguasai teknologi

Anak-anak jaman sekarang memiliki pemahaman yang luas tentang teknologi. Orang tua juga perlu mengerti hal ini, sehingga cepat melakukan tindakan untuk melindungi anak. Jangan malu untuk ikut memainkan game-game yang sering dimainkan anak. Dengan ikut memainkan game yang dimainkan anak, anda akan paham akan tema, jalan cerita, tokoh, dan lainnya. Supaya Anda benar-benar tau bahwa game, software, atau aplikasi yang dimainkan anak jauh dari konten-konten yang dewasa. Selain itu, dengan ikut belajar maka Anda bisa memberikan bimbingan kepada anak akan game, software atau aplikasi yang dimainkan anak. Sehingga bila memang ada nilai-nilai edukatif, Anda bisa langsung menyampaikan ke anak, bahkan Anda bisa belajar bersama anak. Dan bila ada nilai-nilai yang kurang baik bagi anak anda bisa langsung memberikan bimbingan kepada anak. Continued

Membimbing Anak Yang “Sedikit-sedikit Mengeluh”

KakZepe.Com – Mengeluh adalah salah satu kebiasaan yang tidak pernah lepas dari anak-anak. Anak-anak yang masih memiliki banyak kelemahan akan membutuhkan bantuan dari orang tua dalam banyak hal. Sebagai orang tua, Anda harus bisa bersabar. Anda tidak boleh serta merta melarang anak saat ia mulai mengeluh ini dan itu. Bagaimana pun sifat atau kebiasaan ini bisa dikurangi, meskipun tidak secara instan. Bagaimana pun proses yang baik akan menghasilakn produk yang baik. Begitu pula dalam mendidik anak. Orang tua membutuhkan kesabaran agar anak bisa bertumbuh menjadi pribadi yang baik tanpa merasa terpaksa dan tertekan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengurangi kebiasaan anak mengeluh.

1. Saat anak mengeluh, alihkan pada hal yang lain

Seorang anak sedang berjalan-jalan pagi bersama Mamanya. Ia mengeluh demikian, “Ma… Adik mulai keringetan. Gatel banget nih, Ma… .” Sang Mama langsung menanggapi dengan mengalihkan pada hal yang lain dengan berkata, “Lihat, ada orang jualan mainan lucu tuh…Yuk kita lihat-lihat.” Terkadang anak mengeluh hanya karena hal yang sepele dan tidak membahayakan. Bila Anda tahu bahwa keluhan itu adalah hal yang sepele, sebaiknya Anda bersikap santai dan tidak menganggap itu sebagai hal yang serius. Cara mengatasinya adalah dengan mengalihkan keluhn anak pada hal yang lain, sehingga anak tidak merasa dicuekin. Lama-lama anak akan menganggap bahwa keringetan saat olahraga adalah hal yang wajar dan bukanlah hal yang serius atau perlu dikhawatirkan. Continued

Tips Memilih Sekolah Yang Berkualitas Bagi Anak Usia Dini

KakZepe.Com – Karena kesibukan atau karena urusan pekerjaan, kadang ibu-ibu harus menitipkan buah hatinya di tempat penitipan anak, agar ia bisa belajar sekaligus mendapatkan pengasuhan yang baik. Namun memilih tempat penitipan anak tentu saja tidak boleh sembarangan. Karena sang buah hati adalah sosok yang masih sangat lemah dan butuh orang yang benar-benar bisa memberikan perhatian. Apalagi bila sang buah hati masih belajar untuk berbicara. Bila terjadi apa-apa padanya, ia tidak bisa melawan dan mengemukakan pendapat. Melalui artikel ini, Kak Zepe akan membantu memberikan tips tentang bagaiaman cara memilih tempat penitipan anak yang baik.

1. Kurikulum dan program sekolah yang jelas

Tempat penitipan anak layaknya sekolah. Ia harus memiliki kurikulum yang jelas. Sehingga sang buah hati tidak diajarkan materi secara asal-asalan. Setiap materi pelajaran yang diberikan haruslah sesuai dengan kepampuan anak. Karena bila anak mendapatkan materi pelajaran yang tidak sesuai dengan usianya, maka ada kemungkinan ia bisa terserang mental hatic. Continued

Aktivitas-aktivitas Sekolah Yang Perlu Diterapkan Pada Siswa Zaman Now

KakZepe.Com – Masih teringat saat saya duduk di bangku Sekolah Dasar. Saya diajar oleh guru-guru dengan metode yang monoton. Salah satunya adalah dengan metode mencatat dengan cara dikte atau mengkopi tulisan di papan tulis, mengerjakan soal-soal yang diberikan guru, dan sesekali berdiskusi untuk mengerjakan soal secara berkelompok. Metode-metode di atas memang tidak buruk. Saya juga tidak menyalahkan guru-guru saya di masa sekolah. Namun teknologi berkembang dengan pesat. Muncul banyak ide-ide baru dalam hal metode mengajar dari berbagai belahan dunia. Kecepatan penyampaian informasi membuat semua pendidik juga cepat berbenah. Melalui artikel ini, saya hendak memberikan beberapa metode menarik dalam mengajarkan materi pelajaran di sekolah.

1. Mengurutkan gambar

Dalam metode ini guru menyiapkan beberapa gambar tentang cara menggunakan sesuatu. Misalnya cara menanak nasi dengan menggunakan magic jar. Ada gambar orang sedang mencolokkan kabel ke saklar, ada gambar orang menekan tombol on pada magic jar, ada gambar orang sedang memasukkan air ke dalam baskom magic jar, dan gambar lainnya. Siswa diminta untuk mengurutkan gambar dan menulis narasi sesuai dengan gambar. Melalui aktivitas seperti ini, siswa belajar untuk berpikir sistematis dan logis. Continued

1 2 3