Kebiasaan-kebiasaan Yang Tidak Seharusnya Dilakukan Oleh Pendidik

KakZepe.Com – Para ahli berpendapat bahwa tidak ada anak yang nakal atau bandel. Mereka hanya masih belajar untuk melakukan sesuatu dengan baik. Bila mereka melakukan suatu kesalahan, biasanya itu bukan berasal dari hati nurani atau keinginan mereka, namun ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Misalnya keadaan emosi sedang tidak baik, kurang bisa mengontrol luapan rasa senang mereka, atau karena faktor-faktor yang lain, misalnya latar belakarang keluarga dan lingkungannya. Maka sebagai pendidik anak-anak usia dini, kita perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini saat menasihati anak-anak didik kita.

1. Memberikan label

Kalimat-kalimat seperti “kamu anak nakal”, “kamu bohong ya…”, “kamu kok malas”, dan kata-kata yang terkesan memberikan “label” kepada anak didik kita perlu kita hindari. Anak-anak memiliki daya ingat yang baik, terutama adalah hal-hal yang bersifat menarik dan hal-hal yang menyakiti hati mereka. Bila kita melabeli anak, misalnya dengan kata “pembohong”, maka hal itu akan terekam dalam memori mereka. Akan lebih baik bila kita menggunakan kata-kata yang positif, misalnya “Bapak tahu kamu anak yang jujur. Ingat, kalau kita mengatakan segala hal dengan jujur, maka kita akan dipercaya oleh banyak orang.” Continued

Guru Harus Memperhatikan 4 Hal Ini Saat Mengajar PAUD

KakZepe.Com – Bermain sambil belajar, itulah satu kalimat yang sering kita dengar dalam proses pembelajaran di taraf pendidikan anak usia dini. Anak-anak usia dini mendapatkan kesempatan yang berharga untuk bisa mengikuti pembelajaran  dengan cara-cara yang menyenangkan. Sebagai pendidik kita perlu tahu alasan atau landasan mengenai metode “bermain sambil belajar” ini.

  1. Pembelajaran yang menyenangkan

Anak-anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Maka adalah hal yang wajar bila seorang anak berusia dini gemar bermain, bergerak, dan berbicara. Mereka terlihat sangat aktif agar mereka mampu memuaskan rasa ingin tahu mereka. Oleh karenanya, pendidik perlu memberikan materi-materi dan metode-metode pembelajaran yang memungkinkan siswa bisa berekplorasi, dan aktif dalam setiap kegiatan di kelas, namun tetap dengan suasana yang menyenangkan. Continued

Kiat Mengajarkan Lagu Anak Agar Anak Saat Mengajar

KakZepe.Com – Lagu anak banyak manfaatnya. Selain bisa dipakai sebagai media mentrasfer ilmu, lagu anak juga bisa mengubah suasana hati anak. Anak-anak yang tadinya kurang semangat, menjadi lebih bersemangat saat mereka diajak bernyanyi lagu anak. Namun akan lebih baik bila kita bisa memilih lagu anak yang sesuai dan cocok untuk diajarkan pada siswa PAUD. Apa saja itu?

1. Pilih lagu sesuai tema pembelajaran

Saya sangat menyarankan agar pendidik PAUD memilih lagu yang sesuai dengan tema pembelajaran. Misalnya, bila minggu ini siswa belajar materi pembelajaran dengan tema diri sendiri, kita harus memilih lagu-lagu yang sesuai dengan tema tersebut. Misalnya lagu anak berjudul “Aku Percaya Diri” karya Kak Zepe atau lagu anak berjudul “Kepala Pundak Lutut Kaki”. Dengan mengajak anak-anak bernyanyi lagu-lagu anak yang sesuai dengan tema pembelajaran di sekolah, maka anak-anak pun akan semakin terbantu dalam memahami dan mengingat materi pembelajaran yang sedang mereka pelajari. Beberpa buku paket sudah menyisipkan lagu anak sebagai media “apresepsi” di setiap tema pembelajaran. Hal ini juga bisa menjadi pertimbangan bagi sekolah anda saat memilih buku paket yang akan dipakai untuk anak-anak didik anda. Bagaimana pun keberadaan lagu anak dalam kegiatan pembelajaran sangat besar manfaatnya. Continued

Guru Perlu Menghindari Hal-hal Ini Agar Pantas Menjadi Teladan

KakZepe.Com – Di sekolah, peran guru layaknya seorang artis atau public figure. Apa pun yang dilakukan oleh guru, dan dilihat oleh anak-anak, secara sadar atau tidak sadar akan ditiru oleh anak-anak. Saya bukan menulis artikel ini bukan untuk mengevaluasi sesama guru, namun sebagai pembelajaran bersama, agar kita semua perlu berhati-hati dalam melakukan atau pun mengucapkan sesuatu. Karena bagaimana pun saya pun pernah melakukan beberapa dari kebiasaan buruk ini. Namun saya menyadari kesalahan itu, mau berbenah diri, dan tidak mau rekan-rekan saya sesama guru melakukan hal serupa. Inilah kebiasaan buruk guru yang bisa menghasilkan perilaku buruk anak.

1. Berbohong demi nama baik

Ada salah satu rekan saya yang pernah salah mengenakan seragam. Seharusnya mengenakan seragam batik, namun rekan saya mengenakan seragam sekolah. Rekan saya pun menjadi terlihat “beda” diantara rekan-rekan lainnya sesama guru. Ada salah satu anak didik saya bertanya padanya, “Bu, kenapa tidak memakai baju batik?” Rekan saya menjawab, “Maaf, kemarin bajunya basah terkena air hujan.” Lalu anak didik saya berkata,”Ah.. Ibu bohong ya… .” Terlepas dari benar atau tidaknya alasan rekan guru saya tersebut, kita harus menyadari bahwa kebohongan yang kita ucapkan bisa ditiru oleh anak-anak didik kita. Continued

6 Kiat Jitu Dan “Fun” Agar Daya Kreatif Anak Berkembang Pesat

KakZepe.Com – Kreatifitas anak adalah hal yang penting di masa pertumbuhannya. Keinginan anak untuk melakukan banyak hal sangat menunjang kebutuhan mereka untuk menyalurkan emosi dan energi mereka. Tidak ada salahnya seorang pendidik berperan dalam mengembangkan kreatifitas anak, dan tentu saja dengan cara yang menyenangkan, sehingga anak-anak bisa mengikutinya tanpa merasa terbeban.

1. Minimalkan aturan, perbanyak arahan, utamakan kebebasan

Agar suasana kelas berjalan dengan tertib, tentu saja perlu dibuat aturan-aturan. Namun jangan sampai aturan-aturan yang kita buat membatasi ruang gerak anak, apalagi membuat anak menjadi terbebani. Anak-anak lebih membutuhkan pengarahan daripada aturan. Ia membutuhkan seseorang yang bisa membantu mengingatkan mereka agar mereka tidak membuat suatu kesalahan dan bisa menciptakan rasa aman. Sebelum melakukan suatu kegiatan, akan lebih baik bila kita memberikan arahan secara jelas. Semakin baik arahan-arahan dan pejelasan yang kita berikan, akan miminimalkan anak untuk berbuat kesalahan. Setelah kita selesai menjelasan sesuatu, beri kesempatan kepada partner atau guru pendamping kita untuk memberikan tambahan penjelasan, siapa tau ada penjelasan yang masih belum tersampaikan. Saat anak mempraktikkan apa yang kita ajarkan, kita berikan mereka kebebasan. Misalnya, kita tidak perlu menetapkan bahwa warna daun harus hijau, atau daun tidak boleh diberi mata dan mulut, dan aturan tidak penting lainnya. Biarkan mereka berkreasi sesuai dengan imajinasi mereka selama mereka bisa membuat karya sesuai dengan tema yang kita berikan. Continued