Mengajarkan Anak Pentingnya Mudah Memaafkan

KakZepe.Com – Kita terlahir dengan pribadi yang berbeda-beda. Tidak ada manusia yang sama, baik dari ciri fisik maupun sifat-sifatnya. Itulah mengapa yang namanya berselisih paham seharusnya kita anggap sebagai hal yang biasa. Saya pribadi terkadang merasa prihatin bila menjumpai dua anak didik saya yang berselisih paham, namun sangat sulit saling memaafkan. Bahkan terkadang mereka malah mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu. Agar anak-anak menjadi pribadi yang ringan dalam meaafkan, kita perlu memberikan pengertian kepada mereka tentang beberapa hal seperti di bawah ini. Apa saja itu?

1. Melakukan kesalahan itu wajar

Jelaskan kepada anak bahwa berbuat kesalahan adalah hal yang wajar. Namun hal yang lebih penting dan perlu diperhatikan adalah bahwa setiap orang perlu belajar dari kesalahan. Dari kesalahan itulah setiap orang menjadi tau mana hal yang baik dan mana yang tidak baik. Hal yang baik perlu dipertahankan, sedangkan hal yang tidak baik, perlu ditinggalkan. Sehingga setiap orang akan semakin menjadi manusia yang lebih baik. Continued

Kebiasaan Di Kelas Untuk Membangun Ketrampilan Berkomunikasi Dan Berinteraksi

KakZepe.COm – Kemampuan anak dalam mengemukakan pendapat perlu dilatih sejak dini. Anak yang aktif dalam kritis dan terampil dalam berpendapat biasanya akan mampu berkembang lebih pesat daripada anak yang kurang aktif. Sebagai pendidik, kita tentu memiliki banyak kesempatan untuk membentuk anak menjadi pribadi yang aktif dalam berpendapat. Bagaimana caranya?

1. Mengadakan metode diskusi dalam kelompok dalam pempelajaran

Dengan metode berdiskusi dalam kelompok, anak-anak akan memiliki kesempatan mengemukakan pendapatnya dalam kelompok kecil. Bila anak terlatih mengemukakan pendapat dalam kelompok kecil, maka ia tidak akan kesulitan atau malu saat memiliki kesempatan mengemukakan pendapat dalam kelompok besar atau di forum yang besar. Continued

Anak-anak Butuh Kebebasan Berkreasi Dan Bereksplorasi

KakZepe.Com – Dalam sebuah sidak di salah satu Sekolah Dasar, Bapak Anies Baswedan mengungkapkan, “Banyak anak-anak tahu menjawab pertanyaan “mau jadi apa”. Namun, hampir semua bingung dengan pertanyaan “akan membuat apa”. “Ketika ditanya mau jadi apa, semua bisa jawab. Namun, ketika ditanya mau buat apa, semuanya bingung. Pertanyaan penting buat anak kita, bukan mau jadi apa, tetapi mau berkarya apa,” ujar Anies, setelah keluar ruangan. “Kita sering mengajarkan anak-anak mengikuti apa yang diajarkan. ‘How are you?’, pasti semuanya jawab ‘I’m fine, thank you’. Seragam seluruh Indonesia. Anda tanya, ‘what’s your name’, my name is… Sama semuanya,” kata mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Dan Seorang pendidik terkenal dari Inggris mengatakan, “Jika seseorang tidak memiliki kreatifitas, berarti ia tidak pintar sama sekali.” Apa yang ia katakan memang benar. Bagaimanapun pun anak-anak adalah pribadi yang terlahir dengan kreatifitas yang dimilikinya. Tanpa kreatifitas, anak-anak hanya seperti sebuah robot, yang hanya bergerak sesuai dengan keinginan pengendalinya. Continued

Cara Memberi Kejutan Di Awal Pembelajaran, Semua Siswa Menjadi Bersemangat Belajar

KakZepe.COm – Awal yang baik akan menentukan kelanjutannya. Rebut hati anak di awal pelajaran, maka anak akan lebih bisa fokus pada apa yang kita ajarkan. Melalui artikel ini, saya, Kak Zepe, ingin berbagi pengalaman tentang cara menarik perhatian siswa agar bisa fokus di awal pelajaran.

1. Volume suara yang pas

Kharisma seorang pendidik juga ditentukan oleh kualitas suara. Bukan kemerduan suara saat bernyanyi lho.. Suara yang pas bagi pendidik sangat ditentukan oleh kepiawaian dalam mengatur suara. Anak-anak biasanya akan lebih tertarik mendengar suara guru yang keras namun tidak berteriak apalagi terkesan membentak. Akan menjadi lebih menarik lagi bila Anda dengan gesture yang menarik dan penuh semangat. Biasanya kita menyebutnya dengan suara yang bulat. Kita juga perlu berhati-hati dalam menasihati anak yang berbuat kesalahan. Jangan terlalu cepat menggunakan suara yang keras saat menasihatinya. Gunakan suara yang lembut dan kata-kata yang positif. Continued

Peran Dongeng Bagi Kecerdasan Dan Karakter Anak

KakZepe.Com – Peran kecerdasan linguistik dalam kehidupan sosial seorang anak sangatlah penting. Kecerdasan linguistik adalah ketrampilan dalam menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara, ritme dan intonasi dari kata yang di ucapkan. Semakin seorang anak mampu untuk mengartikan kata dengan baik, mengurutkan kata menjadi sebuah kalimat dengan baik, serta bersuara dengan ritme dan intonasi yang baik, maka ia akan semakin mampu bersosialisasi dengan baik.

Memperluas daya imajinasi dalam bercerita

Anak yang cerdas biasanya mampu menjalin komunikasi yang baik dengan teman-temannya. Di dalam memorinya selalu tersimpan banyak bahan untuk dibicarakan dengan teman-temannya. Ia juga kreatif dalam mengolah kata sehingga apa yang keluar dari mulutnya mampu menarik teman-temannya untuk mendengarkan. Imajinasinya pun sangat luas, sehingga bahan cerita yang diungkapkan juga mampu membuat teman-temannya terkesan. Continued

Norma Sopan Santun Dan Anak-anak Zaman Now

KakZepe.Com – Anak-anak usia satu setengah tahun adalah usia dimana anak-anak sudah mulai memahami arti aturan yang berlaku. Sebagai orang tua, Anda perlu mengajarkan hal-hal yang harus dipatuhi dalam kehidupan sosial ini. Saya, Kak Zepe, menyarankan agar orang tua memulainya dengan memberikan teladan yang baik kepada buah hatinya. Meskipun zaman sekarang merupakan zaman modern dan serba canggih, keberadaan tata krama di dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting. Semakin dini Anda mengajarkan kepada buah hati Anda, maka kebiasaan yang baik ini akan semakin mudah mendarah daging tertanam di dalam hati buah hati Anda. Apa saja hal-hal yang perlu diajarkan kepada sang buah hati agar mereka bisa mematuhi dan mengamalkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari?

1. Sapaan

Sapaan adalah kata-kata atau perbuatan yang bisa kita ucapkan atau lakukan kepada orang lain saat bertatap muka. Sapaan biasanya diucapkan dalam bentuk salam, misalnya selamat pagi, selamat siang, atau hanya sekedar mengatakan “Halo”, atau “sampai jumpa” saat hendak berpisah. Sapaan harus disertai dengan senyuman yang tulus dan bila perlu dilakukan sambil melambaikan tangan. Jangan gengsi untuk melakukan hal ini kepada anak terlebih dahulu, tanpa menunggu anak memberi salam kepada Anda. Bagaimana pun anak-anak sangat membutuhkan teladan. Bila Anda tekun mengucapkan salam kepada buah hati Anda, pasti suatu saat Anak akan dengan setulus hati mengikuti kebiasaan baik ini. Continued

Keberanian Dan Daya Juang Sangat Penting Diajarkan Pada Anak

KakZepe.Com – Apakah Anda ingin agar anak didik Anda memilki semangat untuk bersaing yang tinggi? Bagaimana cara menanamkan dalam hati siswa agar mereka terbiasa dalam berkompetisi secara sehat? Jiwa Kompetitif adalah suatu semangat untuk mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok lain. Semangat dalam berkompetisi memacu anak didik untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya dalam menghadapi situasi di sekitarnya. Daya saing ini akan muncul dalam semangat juang untuk menunjukkan talenta dan kemampuan yang dimiliki, sehingga anak akan mencapai prestasi yang terbaik.

Sebagai pendidik, kita tentu menginginkan anak-anak didik kita memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. Jiwa kompetitif ini sangat penting dimiliki oleh para siswa. Ada beberapa penyebab siswa kurang bersemangat dalam mengekplorasi dirinya semaksimal mungkin. Beberapa faktor penghambatnya adalah perasaan malu, enggan bersaing, perasaan rendah diri, dan ketakutan bila berbuat suatu hal yang salah.

1. Mengatasi rasa malu

Ada banyak hal yang menyebabkan tumbuhnya rasa malu di dalam hati siswa. Faktor budaya bisa menjadi salah satu penyebabnya. Faktor budaya sangat mempengaruhi pola didik orang tua, sehingga akan membentuk karakter anak.Rasa malu juga bisa disebabkan karena perasaan rendah atau hina bila berbuat sesuatu yang tidak baik. Continued

6 Jenis Sifat Malu Yang Perlu Ditumbuhkan Pada Anak Di Zaman Now

KakZepe.COm – Budaya “Malu” kian terkikis di kalangan generasi muda, terutama kaum remaja. Banyak remaja melakukan hal-hal yang negatif, dan bahkan menuju ke sebuah tindakan kriminal tanpa ada perasaan malu. Agar rasa “malu” tetap dimiliki oleh anak-anak di usia remaja, maka sedari dini perlu ditanamkan rasa “malu” ini. Rasa “malu” apa sajakah itu? Berikut ini adalah penuturan dari Kak Zepe:

1. Malu bila tidak menghormati sesama

Hal ini bisa kita ajarkan dengan cara meminta anak-anak untuk berteman pada siapa saja, tanpa memandang agama, suku, dan latar belakang anak-anak yang lain. Anak-anak juga perlu diajarkan cara menghormati orang-orang yang bekerja sebagai tukang sapu, tukang kebun, penjaga keamanan, dan lainnya.

2. Malu bila melanggar aturan

Setiap sekolah tentu memiliki aturan yang berlaku. Ajarkan kepada anak didik untuk mematuhi aturan yang berlaku di sekolah. Hal ini dengan memberlakukan aturan secara tegas, dan bila ada yang melanggar perlu adanya suatu konsekuensi yang bisa membuatnya mau belajar menjadi anak yang lebih baik. Ajarkan kepada anak pula akan pentingnya sikap patuh kepada aturan yang berlaku Continued

Anak Suka Membuat Masalah, Tidak Sepenuhnya Anak Yang Salah

KakZepe.Com – Sering kita jumpai anak-anak yang gemar sekali membuat masalah. Melakukan keisengan kepada temannya, membuat suara-suara aneh agar menarik perhatian, memainkan alat tulis hingga terjatuh, adalah beberapa contoh hal yang biasa mereka lakukan. Sebagai pendidik, tentu kadang serba salah. Bila didiamkan, mereka akan semakin menjadi, bila diingatkan, maka keinginan mereka akan tercapai, yaitu mendapatkan perhatian. Saya, Kak Zepe, akan memberikan beberapa tips untuk mengatasi permasalahan ini:

1. Menjaga kedekatan

Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan oleh pendidik agar anak bisa terbuka dan jujur selain dengan menjadi sahabat mereka. Agar bisa menjadi sahabat mereka, kita harus bisa meluangkan waktu untuk bermain, duduk sebangku saat makan siang, atau pun melakukan obrolan ringan saat-saat waktu luang. Hal ini akan mempererat keakraban kita dengan sang anak, terutama saat kita bisa bersabar mendengarkan segala celoteh anak. Bila kita sudah merasa dekat, kita bisa menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi. Misalnya apa yang mereka rasakan saat berada di rumah, bagaiaman orang tua memperlakukan mereka, dan masih banyak lagi. Kedekatan ini juga akan membantu kita saat menasihati mereka, anak didik biasanya akan bisa lebih terbuka dan mau mendengarkan guru yang dirasa nyaman dan dekat. Agar kedekatan dengan anak tetap terjaga, kita harus cerdas dalam menjaga hati mereka, misalnya saat mereka berbuat kesalahan kita perlu berusaha untuk tidak menyalahkan mereka di depan umum. Kita bisa mendekatinya dan membisikkan kesalahan yang baru saja dilakukan. Bila ia tetap melakukannya, kita bisa memintanya berbicara 4 mata. Continued

Kasih Sayang Dalam Menasihati Anak, Akan Memberi Daya Ubah Yang Kuat

KakZepe.Com – Anak-anak masih perlu belajar banyak hal. Selama belajar, anak-anak pasti akan melakukan banyak kesalahan. Pada saat anak didik berbuat kesalahan, sebagai pendidik, kita tidak boleh diam saja. Kita harus bisa menjadi penasihat atau pemberi masukan yang kepada anak-anak didik kita. Namun terkadang entah karena intonasi suara yang kurang pas atau kata-kata yang salah, tidak jarang anak-anak didik kita tersakiti hatinya. Untuk mengatasi hal ini, kita perlu memperhatikan tips-tips di bawah ini:

1. Menyadari bahwa anak-anak adalah pribadi yang lugu

Seekor anak kucing akan berusahan mengejar benda yang menarik bagi mereka. Ia bisa lupa kalau tidak diingatkan bahwa di sekitarnya ada bahaya yang mengancam. Itulah anak-anak. Anak yang normal akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Karena itulah karunia yang Tuhan berikan, agar mereka memiliki semangat untuk belajar, meskipun dalam prosesnya mereka akan banyak melakukan kesalahan. Dan justru dari kesalahan-kesalahhan inilah mereka akan mampu belajar untuk menjadi lebih baik. Jadi bila emosi sudah memuncak, sadarilah akan hal ini, maka rasa sabar itu akan datang dengan sendirinya. Semoga! Continued

1 2 3 4 6