“Anak Zaman Now” Cenderung Egois, 5 Hal ini Perlu Diajarkan Agar Tumbuh Sifat Empati

KakZepe.Com – Beberapa anak didik yang pernah saya ajar, sering menunjukkan sifat egoise mereka. Misalnya, hanya memilih teman yang dirasa cocok sehingga tidak mempedulikan teman yang lain, tidak mau bekerjasama dengan baik saat mendapatkan tugas kelompok, dan lainnya. Beberapa kebiasaan anak ini tentu saja perlu dikurangi sejak dini, sehingga sifat superior mereka tidak menjadi bumerang bagi kehidupan bersosial mereka kelask. Bagaimana agar anak lebih peduli pada sesama dan tidak bersikap egois? Berikut ini adalah tips dari Kak Zepe:

1. Teladan dan dukungan dari orang tua

Saat ada seorang pengemis tua dan benar-benar butuh bantuan, berikan kesempatan kepada anak untuk memberikan sedekah. Orang tua juga bisa mengajak anak mengunjungi panti asuhan yang terdekat. Biarkan anak menyaksikan saat orang tua memberikan sumbangan kepada anak-anak panti asuhan. Dengan terbiasa melakukan dan melihat tindakan-tindakan mulia ini, diharapkan anak bisa meneladani kebiasaan orang tua. Continued

Dampak Positif Memuji Anak Di Usia Emas

KakZepe.Com – Siapa yang tidak suka dipuji? Semua orang pasti suka dipuji. Apalagi bagi anak yang masih membutuhkan bimbingan dan dukungan. Pujian sangat besar artinya.

1. Pujian awal persahabatan dengan anak didik.

Di sebuah kelas yang baru dan menghadapi siswa-siswi yang baru, tentu membutuhkan trik-trik khusus agar bisa dekat dengan anak-anak didik kita. Salah satunya adalah dengan memberikan pujian kepada mereka. Sifat pujian ini bisa adalah untuk membuka sebuah percakapan, atau awal persahabatan dengan anak didik. Saat kita berjumpa dengan anak didik yang baru, kita bisa berkenalan, dan akan lebih baik bila kita bisa menambahkan kata-kata pujian, misalnya, “Salam kenal…. Nama saya Bu Indah. Senang berkenalan denganmu, Ivan. Baju kamu bagus sekali, beli di mana?” Lalu bisa dilanjutkan dengan percakapan lainnya. s

2. Pujian yang memotivasi

Anak-anak masih memiliki mental yang lemah. Sekali mendapatkan kegagalan, maka ia akan mudah down. Dibutuhkan orang yang bisa memotivasinya. Salah satunya dengan pujian, misalnya dengan kata-kata,”Kamu hebat sudah berani mencoba.” Bagi kita mungkin kata-kata seperti itu hanyalah kata-kata yang bertujuan menghibur, namun kata-kata pujian ini bisa membangkitkan semangat anak untuk giat berjuan dan pantang menyerah. Continued

6 Kiat Memotivasi dan Membimbing Anak Pemurung

KakZepe.Com – Anak-anak melankolis identik dengan sifatnya yang pemurung, penyendiri, pendiam, dan sulit ditebak. Namun bagaimana pun ia sangat suka perhatian dan berteman. Sebagai pendidik kita perlu tahu siapa saja diantara anak-anak didik kita yang memiliki sifat ini, sehingga kita pun menjadi paham cara mendekati dan memotivasi mereka.

  1. Memahami pribadi

Bila ada anak didik kita yang suka menyendiri, kita jangan terlalu cepat menganggap bahwa ia adalah anak yang melankolis. Anak melankolis biasanya cenderung merasa nyaman saat ia sendiri, namun ia juga mudah tersinggung bila merasa dipaksa. Saat anak-anak lain merasa di-recharge dengan bermain bermain bersama teman-temannya, ia justru merasa di-recharge saat menyendiri dan jauh dari keramaian. Berbeda dengan anak yang biasanya terlihat ceria, namun tiba-tiba terlihat pendiam dan wajahnya murung. Kita perlu pendekatan yang berbeda dengan anak ini, karena ada kemungkinan ia sedang memikirkan sesuatu yang berat atau sedang mengalami suatu masalah. Anak-anak melankolis terkadang akan terlihat “lemot” dalam berpikir. Namun sebenarnya tidaklah demikian. Ia terbiasa memikirkan segala sesuatu secara matang, lalu mengambil keputusan. Sehinga segala sesuatu yang mendadak adalah hal yang sangat tidak ia suka. Continued