Tips Menjadi Guru Masa Kini, Yang Disayang Dan Disegani

KakZepe.Com – Kemampuan pendidik dalam membangun komunikasi dengan anak didiknya sangat menentukan keberhasilannya dalam mendidik anak. Mengapa? Karena pendidik yang aktif dan komunikatif sangat mempengaruhi kemampuan pendidik dalam mengelola kelas. Bayangkan saja bila saat kegiatan belajar mengajar anak-anak malah ngobrol sendiri, bermain sendiri, dan kurang memperhatikan pengajaran, tentu saja hal ini akan sangat mempengaruhi kualitis ilmu dan pengetahuan yang diterima anak-anak didik. Agar kita mampu belajar menjadi pendidik yang aktif-komunikatif, tentu kita harus paham benar bagaiaman karakter atau ciri-cirinya. Apa saja itu?

1. Memiliki semangat yang tinggi

Semangat yang tinggi terlihat dari gairah hidup yang tinggi. Kata-kata yang ia keluarkan adalah kata-kata yang positif dan membangun. Ia pandai menyusun kata, sehingga kata-kata yang memiliki pesan negatif pun menjadi kata-kata yang positif bahkan motivatif. Hanya orang-orang yang bersemangat yang mampu membangkitkan semangat. Hal ini sangat penting dimiliki oleh seorang pendidik. Continued

Membuat Anak Didik Semangat Suka CIta Dalam Belajar

KakZepe.COm – Mengapa memotivasu anak untuk tetap semangat belajar sangat penting? Sebab dengan memotivasi anak, ia akan terpacu untuk meraih dan menggapai prestasi dalam hidupnya. Anak-anak memiliki kesulitan yang cukup besar dalam mendapatkan inspirasi jika tidak ada dorongan atau motivasi dari orang tertentu yang dapt mereka percayai atau merasa dekat dengan mereka. Peran guru dan orang tua sangat penting dalam hal ini. Bagaiman cara memotivasi anak agar mereka gemar belajar, terutama belajar di sekolah?

1. Mengenal Kepribadian Anak dan Pemasalahan Anak

Pribadi anak ada beraneka macam. Kita perlu mengenal pribadi mereka sebelum melakukan penanganan. Agar penangangan yang kita berikan sesuai dengan kebutuhan anak. Ada banyak permasalahan umum yang membuat anak malas belajar, misalnya terlalu banyak main game, materi pelajaran yang terlalu berat, ada permasalahan di dalam keluarga, pola asuh yang salah dari orang tua, dan berbagai permasalahan lainnya. Continued

Peran Dongeng Bagi Kecerdasan Dan Karakter Anak

KakZepe.Com – Peran kecerdasan linguistik dalam kehidupan sosial seorang anak sangatlah penting. Kecerdasan linguistik adalah ketrampilan dalam menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara, ritme dan intonasi dari kata yang di ucapkan. Semakin seorang anak mampu untuk mengartikan kata dengan baik, mengurutkan kata menjadi sebuah kalimat dengan baik, serta bersuara dengan ritme dan intonasi yang baik, maka ia akan semakin mampu bersosialisasi dengan baik.

Memperluas daya imajinasi dalam bercerita

Anak yang cerdas biasanya mampu menjalin komunikasi yang baik dengan teman-temannya. Di dalam memorinya selalu tersimpan banyak bahan untuk dibicarakan dengan teman-temannya. Ia juga kreatif dalam mengolah kata sehingga apa yang keluar dari mulutnya mampu menarik teman-temannya untuk mendengarkan. Imajinasinya pun sangat luas, sehingga bahan cerita yang diungkapkan juga mampu membuat teman-temannya terkesan. Continued

Norma Sopan Santun Dan Anak-anak Zaman Now

KakZepe.Com – Anak-anak usia satu setengah tahun adalah usia dimana anak-anak sudah mulai memahami arti aturan yang berlaku. Sebagai orang tua, Anda perlu mengajarkan hal-hal yang harus dipatuhi dalam kehidupan sosial ini. Saya, Kak Zepe, menyarankan agar orang tua memulainya dengan memberikan teladan yang baik kepada buah hatinya. Meskipun zaman sekarang merupakan zaman modern dan serba canggih, keberadaan tata krama di dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting. Semakin dini Anda mengajarkan kepada buah hati Anda, maka kebiasaan yang baik ini akan semakin mudah mendarah daging tertanam di dalam hati buah hati Anda. Apa saja hal-hal yang perlu diajarkan kepada sang buah hati agar mereka bisa mematuhi dan mengamalkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari?

1. Sapaan

Sapaan adalah kata-kata atau perbuatan yang bisa kita ucapkan atau lakukan kepada orang lain saat bertatap muka. Sapaan biasanya diucapkan dalam bentuk salam, misalnya selamat pagi, selamat siang, atau hanya sekedar mengatakan “Halo”, atau “sampai jumpa” saat hendak berpisah. Sapaan harus disertai dengan senyuman yang tulus dan bila perlu dilakukan sambil melambaikan tangan. Jangan gengsi untuk melakukan hal ini kepada anak terlebih dahulu, tanpa menunggu anak memberi salam kepada Anda. Bagaimana pun anak-anak sangat membutuhkan teladan. Bila Anda tekun mengucapkan salam kepada buah hati Anda, pasti suatu saat Anak akan dengan setulus hati mengikuti kebiasaan baik ini. Continued

6 Jenis Sifat Malu Yang Perlu Ditumbuhkan Pada Anak Di Zaman Now

KakZepe.COm – Budaya “Malu” kian terkikis di kalangan generasi muda, terutama kaum remaja. Banyak remaja melakukan hal-hal yang negatif, dan bahkan menuju ke sebuah tindakan kriminal tanpa ada perasaan malu. Agar rasa “malu” tetap dimiliki oleh anak-anak di usia remaja, maka sedari dini perlu ditanamkan rasa “malu” ini. Rasa “malu” apa sajakah itu? Berikut ini adalah penuturan dari Kak Zepe:

1. Malu bila tidak menghormati sesama

Hal ini bisa kita ajarkan dengan cara meminta anak-anak untuk berteman pada siapa saja, tanpa memandang agama, suku, dan latar belakang anak-anak yang lain. Anak-anak juga perlu diajarkan cara menghormati orang-orang yang bekerja sebagai tukang sapu, tukang kebun, penjaga keamanan, dan lainnya.

2. Malu bila melanggar aturan

Setiap sekolah tentu memiliki aturan yang berlaku. Ajarkan kepada anak didik untuk mematuhi aturan yang berlaku di sekolah. Hal ini dengan memberlakukan aturan secara tegas, dan bila ada yang melanggar perlu adanya suatu konsekuensi yang bisa membuatnya mau belajar menjadi anak yang lebih baik. Ajarkan kepada anak pula akan pentingnya sikap patuh kepada aturan yang berlaku Continued

“Anak Zaman Now” Cenderung Egois, 5 Hal ini Perlu Diajarkan Agar Tumbuh Sifat Empati

KakZepe.Com – Beberapa anak didik yang pernah saya ajar, sering menunjukkan sifat egoise mereka. Misalnya, hanya memilih teman yang dirasa cocok sehingga tidak mempedulikan teman yang lain, tidak mau bekerjasama dengan baik saat mendapatkan tugas kelompok, dan lainnya. Beberapa kebiasaan anak ini tentu saja perlu dikurangi sejak dini, sehingga sifat superior mereka tidak menjadi bumerang bagi kehidupan bersosial mereka kelask. Bagaimana agar anak lebih peduli pada sesama dan tidak bersikap egois? Berikut ini adalah tips dari Kak Zepe:

1. Teladan dan dukungan dari orang tua

Saat ada seorang pengemis tua dan benar-benar butuh bantuan, berikan kesempatan kepada anak untuk memberikan sedekah. Orang tua juga bisa mengajak anak mengunjungi panti asuhan yang terdekat. Biarkan anak menyaksikan saat orang tua memberikan sumbangan kepada anak-anak panti asuhan. Dengan terbiasa melakukan dan melihat tindakan-tindakan mulia ini, diharapkan anak bisa meneladani kebiasaan orang tua. Continued

Menasihati Anak Tanpa Mengancam

KakZepe.Com – Di jam istirahat, saya pernah mendengar anak didik saya berkata pada salah salah seorang temannya, “Awas kamu ya, kalau kamu tidak meminjamkan mainan itu. Aku tidak akan mau main sama kamu lagi!” Saya sangat prihatin mendengarnya. Anak-anak yang masih memiliki jiwa yang polos, ternyata memiliki sifat pendendam. Rasa dendam anak terungkap dengan cara mengancam temannya sendiri..

Anak-anak sering melakukan hal-hal yang kurang terpuji. Orang tua kadang juga kehabiasan akal dalam menasihati anak. Terkadang orang tua mengeluarkan nasihat dengan nada ancaman. Berikut ini adalah beberapa contoh kata-kata ancaman yang sering keluar dari mulut orang tua saat menasihati anak.

“Kalau kamu tidak belajar sekarang, Mama akan matikan TV-nya”
“Ayo bereskan mainannya sekarang, kalau tidak Papa akan buang mainanmu”
“Kalau kamu sampai mendapat nilai 50 lagi, Papa tidak akan mengijinkan kamu main game lagi.” Continued

7 Tips Mengembangkan Bakat Anak Secara Maksimal

KakZepe.Com – Anak-anak diciptakan unik atau tiada yang sama. Mereka memiliki kelemahan, namun juga memliki kelebihan. Kelemahan bisa menjadi sebuah kelebihan bila dikembangkan secara maksimal. Misalnya, anak yang sangat aktif bergerak dan cenderung tidak bisa diam, bila orangtua bisa membimbingnya dengan baik, maka anak seperti ini pun bisa tumbuh menjadi seorang pekerja keras dan aktif melakukan hal-hal yang baik serta berguna. Berikut ini adalah tips dari Kak Zepe, tentang cara menumbuhkan bakat dan talenta anak:

1. Menerima segala kelemahan anak

Terkadang orang tua merasa iri saat melihat anak temannya yang berbakat dalam satu bidang tertentu. Sehingga terlalu terobsesi agar anaknya bisa menjadi seperti anak temannya itu. Ia kurang menyadari bahwa setiap anak tercipta unik, dan tentu saja dengan keunikan yang dimiliki setiap anak, setiap anak memerlukan pola asuh yang berbeda. Ada anak yang butuh ketegasan agar cepat berkembang, namun ada yang ditegasin dikit saja, anak sudah merasa stres. Maka agar orang tua bisa menerima kekurangan anak, orang tua perlu memahami kelemahan sang buah hati, sehingga bisa mendidiknya dengan lebih baik dan sesuai dengan pribadi anak. Continued

Menjadi Orang Tua dan Sahabat Bagi Sang Buah Hati

KakZepe.Com – Saat saya sedang duduk santai di sebuah supermarket, saya melihat seorang anak berlari-lari. Sang anak berlari-lari bersama kakaknya. Tak jauh dari sana, sang ibu sedang duduk santai sembari mengawasi buah hatinya. Tiba-tiba, kaki sang anak tersandung saat berlari. Sang anak pun terjatuh. Tidak ada ekspresi terkejut atau marah dari sang ibu. Begitu melihat anaknya jatuh sang Ibu malah berkata sambil bertepuk tangan, “Waaa…. Hebat… Adik tidak menangis… Makanya hati-hati biar tidak jatuh.” Sang anak pun segera bangun, dan kembali berlari-lari bersama sang kakak.

Dari contoh di atas, kita belajar bahwa mendidik anak haruslah dengan suasana santai. Saat anak Anda berbuat kesalahan, Anda tidak perlu menanggapinya dengan serius. Hal ini akan melatih anak untuk tidak terlalu cemas dalam menghadapi situasi yang sulit. Menurut saya, kata-kata motivasilah yang paling penting, bukan nada bicara yang terlalu serius, apalagi sampai memarahi anak. Kebiasaan memarahi anak hanya akan membuat anak merasa minder atau selalu takut dalam berbuat sesuatu sesuai dengan inisiatifnya sendiri. Continued

Anak-anak Keras Kepala, Biasanya Tidak Bisa “Dikerasin”

KakZepe.COm – Anak-anak memiliki sifat bawaan yang unik. Salah satunya adalah sifat tidak mau mengalah atau maunya menang sendiri. Banyak orang tua kehilangan kesabaran dalam menghadapi anak-anak seperti ini. Ia cenderung enggan mendengarkan nasihat orang lain. Apa pun keinginan anak ini harus dikabulkan. Bila apa yang menjadi keinginannya tidak dituruti, biasanya anak ini akan mengancam, misalnya tidak mau makan, tidak mau belajar, tidak mau ikut les, atau secara tiba-tiba menangis berguling-guling di lantai. Saya, Kak Zepe, akan memberikan tips dalam menghadapi anak-anak seperti ini:

1. Bersabar dan tenang

Saat keinginan anak ini tidak terpenuhi, dia akan mulai mengancam. Tetaplah pada pendirian Anda, bila apa yang Anda lakukan adalah baik adanya dan demi kebaikan sang Anak. Bila anak mulai menangis dengan suara keras, tetaplah bersabar. Jangan menunjukkan reaksi negatif. Jaga emosi agar tetap tenang. Biarkan anak menangis tanpa Anda perlu memperlihatkan wajah panik atau memberikan ekspresi belas kasihan. Continued

1 2 3 4