Membuat Anak Didik Semangat Suka CIta Dalam Belajar

KakZepe.COm – Mengapa memotivasu anak untuk tetap semangat belajar sangat penting? Sebab dengan memotivasi anak, ia akan terpacu untuk meraih dan menggapai prestasi dalam hidupnya. Anak-anak memiliki kesulitan yang cukup besar dalam mendapatkan inspirasi jika tidak ada dorongan atau motivasi dari orang tertentu yang dapt mereka percayai atau merasa dekat dengan mereka. Peran guru dan orang tua sangat penting dalam hal ini. Bagaiman cara memotivasi anak agar mereka gemar belajar, terutama belajar di sekolah?

1. Mengenal Kepribadian Anak dan Pemasalahan Anak

Pribadi anak ada beraneka macam. Kita perlu mengenal pribadi mereka sebelum melakukan penanganan. Agar penangangan yang kita berikan sesuai dengan kebutuhan anak. Ada banyak permasalahan umum yang membuat anak malas belajar, misalnya terlalu banyak main game, materi pelajaran yang terlalu berat, ada permasalahan di dalam keluarga, pola asuh yang salah dari orang tua, dan berbagai permasalahan lainnya. Continued

Kasih Sayang Dalam Menasihati Anak, Akan Memberi Daya Ubah Yang Kuat

KakZepe.Com – Anak-anak masih perlu belajar banyak hal. Selama belajar, anak-anak pasti akan melakukan banyak kesalahan. Pada saat anak didik berbuat kesalahan, sebagai pendidik, kita tidak boleh diam saja. Kita harus bisa menjadi penasihat atau pemberi masukan yang kepada anak-anak didik kita. Namun terkadang entah karena intonasi suara yang kurang pas atau kata-kata yang salah, tidak jarang anak-anak didik kita tersakiti hatinya. Untuk mengatasi hal ini, kita perlu memperhatikan tips-tips di bawah ini:

1. Menyadari bahwa anak-anak adalah pribadi yang lugu

Seekor anak kucing akan berusahan mengejar benda yang menarik bagi mereka. Ia bisa lupa kalau tidak diingatkan bahwa di sekitarnya ada bahaya yang mengancam. Itulah anak-anak. Anak yang normal akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Karena itulah karunia yang Tuhan berikan, agar mereka memiliki semangat untuk belajar, meskipun dalam prosesnya mereka akan banyak melakukan kesalahan. Dan justru dari kesalahan-kesalahhan inilah mereka akan mampu belajar untuk menjadi lebih baik. Jadi bila emosi sudah memuncak, sadarilah akan hal ini, maka rasa sabar itu akan datang dengan sendirinya. Semoga! Continued

Membimbing Anak Yang “Sedikit-sedikit Mengeluh”

KakZepe.Com – Mengeluh adalah salah satu kebiasaan yang tidak pernah lepas dari anak-anak. Anak-anak yang masih memiliki banyak kelemahan akan membutuhkan bantuan dari orang tua dalam banyak hal. Sebagai orang tua, Anda harus bisa bersabar. Anda tidak boleh serta merta melarang anak saat ia mulai mengeluh ini dan itu. Bagaimana pun sifat atau kebiasaan ini bisa dikurangi, meskipun tidak secara instan. Bagaimana pun proses yang baik akan menghasilakn produk yang baik. Begitu pula dalam mendidik anak. Orang tua membutuhkan kesabaran agar anak bisa bertumbuh menjadi pribadi yang baik tanpa merasa terpaksa dan tertekan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengurangi kebiasaan anak mengeluh.

1. Saat anak mengeluh, alihkan pada hal yang lain

Seorang anak sedang berjalan-jalan pagi bersama Mamanya. Ia mengeluh demikian, “Ma… Adik mulai keringetan. Gatel banget nih, Ma… .” Sang Mama langsung menanggapi dengan mengalihkan pada hal yang lain dengan berkata, “Lihat, ada orang jualan mainan lucu tuh…Yuk kita lihat-lihat.” Terkadang anak mengeluh hanya karena hal yang sepele dan tidak membahayakan. Bila Anda tahu bahwa keluhan itu adalah hal yang sepele, sebaiknya Anda bersikap santai dan tidak menganggap itu sebagai hal yang serius. Cara mengatasinya adalah dengan mengalihkan keluhn anak pada hal yang lain, sehingga anak tidak merasa dicuekin. Lama-lama anak akan menganggap bahwa keringetan saat olahraga adalah hal yang wajar dan bukanlah hal yang serius atau perlu dikhawatirkan. Continued

Punya Siswa Yang Usil dan Sulit Dinasihati? Ini “Treatment”-nya!

KakZepe.Com – Anak yang gemar berlari, bermain, dan suka bergerak adalah wajar adanya. Karena usia kanak-kanak adalah usia dimana anak masih memiliki tenaga berlebih. Kelebihan tenaga ini bisa digunakan untuk hal-hal negatif maupun positif. Semua tergantung dari pola asuh orang tua, atau bagaimana orang tua bisa membimbing buah hatinya agar bisa memanfaatkan energinya untuk melakukan hal-hal yang positif.

Jangan Melarang Anak Bermain

Anak-anak paling gemar bermain. Meskipun saat bermain terkadang mereka melakukan hal-hal yang negatif atau berbahaya, baik yang membahayakan dirinya maupun yang membahayakan orang lain. Sebagai orang tua, Anda harus tekun mendampingi anak, sehingga bisa mengarahkan anak saat mereka mulai melakukan hal yang negatif, atau pun hal-hal yang berbahaya. Continued

Guru Tidak Hanya Mendidik, Tapi ….. ( Menjadi Guru Di Zaman Now )

KakZepe.Com – Profesi guru adalah sebuah profesi yang menarik untuk digeluti. Sejauh saya berkecimpung di dalam dunia pendidikan, profesi ini membentuk saya menjadi seorang pendidik, pelatih, dan pengajar. Saya banyak mendapakan pengalaman berharga yang banyak membangun saya menjadi manusia yang semakin berkualitas.

  1. Guru adalah pendidik

Pendidik berasal dari kata dasar didik,  artinya memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Arti lain dari kata pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.Pendidik akan adalah orang yang orang yang memberikan pengetahuan kepada anak-anak didik. Pendidik dituntut tidak hanya untuk memberikan pengetahuan, namun juga harus bisa menjadi contoh. Keteladanan seorang pendidik sangat penting agar apa yang diberikan akan sesuai dengan tindakannya. Hal ini sangat berguna juga dalam membangun karakter saya. Mau tidak mau, saya yang terkadang masih suka emosional dalam menghadapi suatu permasalahan atau perselisihan dengan orang lain, kini lebih bisa mengontrol diri dan bisa lebih bersabar. Tanggungjawab guru sebagai pendidik adalah yang paling berat. Karena seorang pendidik tidak hanya akan mempertanggungjawabkan profesinya di dunia, namun juga di akhirat kelak. Karena bila seorang pendidik kurang bisa menjadi contoh yang baik, maka akan memberikan pengaruh negatif bagi anak-anak diidknya. Semakin baik karakter seorang pendidik, ia akan semakin banyak dicari. Continued

Pentingnya Kesabaran Dalam Menasihati Anak-anak

KakZepe.Com – Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan keceriaan. Canda tawa dan kebahagiaan selalu mewarnai dunia anak-anak. Maka bila anak-anak mengalami sesuatu yang buruk, hal itu biasanya akan memberikan efek trauma tersendiri bagi anak-anak. Salah satunya adalah bila ada seseorang yang menyakitinya, secara lahiriah atau pun secara batiniah. Salah satu sebab anak-anak menjadi terluka adalah ketidakmampuan seorang dewasa dalam menasihati anak. Banyak orang dewasa menggunakan emosi mereka agar anak-anak mau melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan atau aturan mereka. Sebagai pendidik, kita harus memiliki emosi yang stabil. Hal ini akan tampak pada saat kita menasihati anak-anak didik kita yang berbuat kesalahan, apalagi kalau suatu kesalahan yang dilakukan secara berulang. Mengapa kita perlu bersikap tenang dalam menasihati anak?

1. Kata-kata menjadi lebih tertata

Saat emosi tak terkendali, biasanya seseorang akan menjadi lemah dalam berlogika. Sehingga pemilihan kata-kata pun menjadi tidak teratur. Kata-kata yang seharusnya tidak terucap kepada anak-anak pun menjadi terucap. Namun bila kita bisa mengendalikan emosi dengan baik, kita akan menjadi lebih bijak dalam memilih kata-kata nasihat yang diberikan kepada anak-anak didik. Continued

Hal Ini Perlu Anda Pahami Sebelum Mengajarkan Anak Calistung

KakZepe.Com – Banyak pakar pendidikan khawatir akan nasib anak-anak usia dini karena banyak sekolah-sekolah yang masih mengajarkan metode Calistung secara konvensional. Bahkan beberapa sekolah memberlakukan tes atau ujian Calistung. Sekolah Dasar favorit pun banyak yang mewajibkan calon anak-anak didik mereka memiliki kemampuan Calistung yang baik. Anak-anak lulusan TK akan diseleksi secara ketat. Salah satu kriterianya adalah memiliki kemampuan Calistung yang baik. Metode-metode pembelajaran Calistung secara konvensional, misalnya dengan metode dikte, menulis ulang kalimat hingga puluhan kali, dan lainnya, bisa membawa dampak buruk bagi anak. Apa saja itu?

1. Mental Hatic

Mental Hatic adalah kebosanan yang dialami oleh anak-anak usia dini saat mereka mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Salah satu faktor
penyebabnya adalah mereka terlalu dipaksa untuk memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Metode-metode pengajaran yang kurang menyenangkan bagi anak, akan membawa pengaruh besar pula saat anak-anak memasuki ke jenjang pendidikan selanjutnya. Dampak terburuknya, mereka bisa tumbuh menjadi anak yang suka memberontak dan tidak patuh pada instruksi guru maupun orang tua. Continued

Urutan Mengajar Anak Usia Dini Agar Efektif Dan Menyenangkan

KakZepe.Com – Membuat langkah-langkah mengajar siswa PAUD sangatlah penting. Hal ini biasanya ditulis dalam RPP. Persiapan yang baik akan mendukung kualitas kegiatan pembelajaran. Saat guru mengajar, tentu saja ia tidak bisa selalu membaca RPP. Kalau terpaku apalagi sambil membaca RPP, tentu saja proses pengajaran yang dilakukan oleh guru malah akan terlihat kaku. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk bisa membuat semacam langkah-langkah pengajaran dengan tetap berpedoman pada RPP. Biasanya saya menulis langkah-langkah ini di atas kertas kecil, agar saya ingat langkah-langkah mengajar yang akan saya lakukan saat memberikan materi.

1. Apresepsi (Sebelum Pelajaran)

Apresepsi adalah menyampaikan tujuan pembelajaran yang bertujuan untuk memotifasi peseerta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini. Biasanya motivasi ini bisa diberikan dalam bentuk lagu, dongeng, permainan, dan aktivitas menarik lainnya. Sangat disarankan bila aktivitas motivatif dan edukatif ini berhubungan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Misalnya, materi pelajaran yang akan disampaikan adalah tentang mengenal hewan. Maka kita bisa memberikan lagu anak bertema hewan di awal pelajaran, misalnya dengan mengajak anak bernyanyi lagu “Kebun Binatang”, karya Kak Zepe. Karena di dalam lagu itu disebutkan beranekan hewan yang biasa dipelihara di kebun binatang. Continued

Membentuk Karakter Pemaaf dan Penyabar Sebagai Guru PAUD / TK

KakZepe.Com – Sifat pemaaf adalah suatu sifat mau mengampuni kesalahan orang lain yang pernah bebuat salah atau melukai hati. Seorang pemaaf biasanya akan memiliki hati yang damai dan penuh suka cita, karena ia tidak menyimpan dendam dan rasa sakit hati. Sifat seperti ini perlu dimiliki oleh para pendidik PAUD. Mengapa?

a). Menghadapi anak-anak yang “masih belajar”

Bukan anak-anak namanya kalau tidak pernah bahkan sering berbuat salah. Anak-anak usia dini belum lama menghirup nafas di dunia. Ia juga belum kaya akan pengalaman dan menalar sesuatu. Ia masih perlu bimbingan dari orang yang lebih dewasa daripada dirinya. Sosok guru adalah salah satu orang terpenting dalam kehidupan seorang anak, karena melalui guru ia akan belajar berbagai macam hal yang berguna bagi masa depannya selain belajar dari orang tuanya. Oleh karenya, seorang guru perlu memiliki sifat pemaaf. Karena dengan adanya sifat pemaaf, seorang guru akan lebih mudah memaklumi kesalahan yang dilakukan oleh anak-anak didiknya. Bila seorag guru tidak memiliki sifat ini, maka akan memberikan dampak negatif bagi anak-anak didiknya dan bahkan bagi dirinya sendiri.  Ia bisa menjadi pribadi yang pemarah dan dalam kondisi demikian sangat memungkinkan baginya untuk mengeluarkan kata-kata yang bisa menyakiti hati anak didik dan bahkan bisa menyakiti anak-anak didiknya secara fisik. Continued

Memahami 4 Sifat Anak Usia Dini dan Cara Mendidiknya

KakZepe.Com – Secara umum anak-anak memiliki kesamaan sifat, yaitu suka bermain dan memiliki rasa penasaran yang tinggi. Dua sifat inilah yang menjadi pemacu mereka untuk belajar dan menemukan hal-hal baru dalam hidupnya. Manusia diciptakan secara unik. Walaupun memiliki kesamaan, namun tentu saja tetap ada perbedaan. Melalui artikel ini saya akan membagi sifat atau karakter anak menjadi empat. Mereka adalah tipe pemimpin, tipe pemalu, tipe pekerja, dan tipe pengikut. Bagaimanakah ciri khas karakter mereka? Bagaimana cara mendidik anak-anak tersebut agar semakin bisa bertumbuh menjadi anak yang memiliki kepribadian yang baik?

1. Tipe pemimpin

Anak-anak dengan tipe pemimpin biasanya sangat suka mengatur anak-anak yang lain. Bila ia berjalan, ia selalu ingin berada di posisi paling depan. Anak dengan tipe ini biasanya tidak mudah dinasihati. Bila ia bekerja di dalam sebuah kelompok, ia akan selalu ingin menjadi seorang pemimpin atau ketua. Ia memiliki ketegasan yang baik dalam mengambil keputusan. Anak-anak dengan tipe ini memang perlu diberi ruang agar ia bisa mengembangkan talentanya sebagai pemimpin. Misalnya dengan menjadikannya sebagai ketua kelas. Namun tentu saja ia juga perlu belajar tentang ketaatan dan kerendahanhati. Maka di dalam sebuah pembelajaran secara berkelompok, kita bisa memilihnya cukup menjadi anggota. Agar kerendahanhatinya bisa terlatih, kita bisa memberikan kesempatan padanya untuk melayani teman-temannya. Misalnya kita minta bantuan padanya untuk membagikan atau mengembalikan lembar kerja yang telah selesai dinilai kepada teman-teman satu kelas. Anak ini biasanya akan sulit untuk minta maaf saat berkonflik pada teman. Pada saat-saat seperti ini, kita bisa mengajaknya menyelesaikan konflik di luar kelas. Karena minta maaf dihadapan teman-temannya adalah hal yang berat baginya. Continued

1 2