Tips Agar Kegiatan Pembelajaran Berkesan Bagi Anak Didik

KakZepe.Com – Saat-saat awal pelajaran adalah saat-saat yang perlu kita perhatikan. Di awal pelajaran, biasanya siswa dengan berbagai alasan perlu sesuatu yang menarik agar bisa memusatkan perhatian pada pelajaran. Saat pagi hari, apalagi di jam pertama KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), beberapa siswa mungkin masih mengantuk, nafas masih terengah-engah karena baru saja bermain kejar-kejaran, atau pikiran seakan-akan masih berada di rumah. Agar siswa bisa terkoneksi dengan KBM, tentu saja membutuhkan aktivitas yang menarik.

Guru bisa mengajak siswa bermain tebak-tebakan, bernyanyi, menari, dan aktivitas menarik lainnya. Aktivitas menarik ini biasa disebut “set induction”. “Set induction” adalah usaha atau aktivitas yang dilakukan oleh pendidik dalam sebuah KBM untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif, dimana siswa mampu mempfokuskan perhatiannya pada pelajaran. Kegiatan ini disarankan memiliki tema yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan dipelajari. Misalnya, saat anak-anak belajar tentang “Alam Semesta”, guru bisa mengajak anak untuk menyanyikan lagu “Pemandangan Alam”. Setelah itu guru bisa menjelaskan kepada anak-anak didiknya tentang hubungan aktivitas pembuka dengan pembelajaran yang akan dilakukan saat itu. Setelah itu, guru bisa melanjutkan dengan kegiatan inti KBM (menjelaskan teori, tanya jawan, lembar kerja), dll. Continued

Anak-anak Perlu Lebih Aktif Daripada Guru Dalam Pembelajaran

KakZepe.Com – Anak-anak adalah pribadi yang aktif. Mereka gemar bergerak kesana-kemari, dan berbicara banyak hal walaupun bagi orang dewasa apa yang dibicarakan bukanlah hal yang penting. Mereka aktif bergerak karena anak-anak memiliki talenta alami, yaitu ekstra energi dan stamina. Walaupun mereka banyak bergerak dan berbicara, namun mereka hampir tidak pernah terlihat capek. Mereka bergerak dan berbicara karena mereka juga memiliki naluri untuk mencari informasi dan pengalaman yang sebanyak-banyaknya.

Pendidikan di era modern, adalah pendidikan yang berpusat pada anak. Artinya, peran pendidik hanyalah fasilitator. Fasilitator berarti tugas pendidik hanyalah membimbing dan mengarahkan. Peran pendidik di kelas hanyalah memberikan sedikit teori, kemudian memberikan arahan kepada agar anak mau belajar sesuai dengan arahan yang diberikan oleh pendidik. Misalnya, pada saat anak belajar tentang hewan dan jenis makanannya. Tugas guru hanyalah menjelaskan macam-macam hewan yang memakan daging dan macam-macam hewan yang memakan tumbuhan dengan jangka waktu mengajar sangat singkat, misalnya 15 menit. Untuk selanjutnya, tugas guru adalah memberikan penugasan yang berhubungan dengan materi yang dijelaskan. Salah satu contoh tugas yang diberikan guru adalah mengelompokkan gambar sesuai dengan jenis makananyanya dengan cara menempelkan gambar binatang pada kolom yang tepat Satu kolom khusus untuk menempelkan gambar binatang pemakan daging, sedangkan kolom yang lain khusus untuk menempelkan gambar binatang pemakan tumbuhan.Untuk aktivitas ini, siswa diberikan waktu hingga 1 jam 15 menit. Continued

Punya Siswa Yang Usil dan Sulit Dinasihati? Ini “Treatment”-nya!

KakZepe.Com – Anak yang gemar berlari, bermain, dan suka bergerak adalah wajar adanya. Karena usia kanak-kanak adalah usia dimana anak masih memiliki tenaga berlebih. Kelebihan tenaga ini bisa digunakan untuk hal-hal negatif maupun positif. Semua tergantung dari pola asuh orang tua, atau bagaimana orang tua bisa membimbing buah hatinya agar bisa memanfaatkan energinya untuk melakukan hal-hal yang positif.

Jangan Melarang Anak Bermain

Anak-anak paling gemar bermain. Meskipun saat bermain terkadang mereka melakukan hal-hal yang negatif atau berbahaya, baik yang membahayakan dirinya maupun yang membahayakan orang lain. Sebagai orang tua, Anda harus tekun mendampingi anak, sehingga bisa mengarahkan anak saat mereka mulai melakukan hal yang negatif, atau pun hal-hal yang berbahaya. Continued

Kebiasaan-kebiasaan Yang Tidak Seharusnya Dilakukan Oleh Pendidik

KakZepe.Com – Para ahli berpendapat bahwa tidak ada anak yang nakal atau bandel. Mereka hanya masih belajar untuk melakukan sesuatu dengan baik. Bila mereka melakukan suatu kesalahan, biasanya itu bukan berasal dari hati nurani atau keinginan mereka, namun ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Misalnya keadaan emosi sedang tidak baik, kurang bisa mengontrol luapan rasa senang mereka, atau karena faktor-faktor yang lain, misalnya latar belakarang keluarga dan lingkungannya. Maka sebagai pendidik anak-anak usia dini, kita perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini saat menasihati anak-anak didik kita.

1. Memberikan label

Kalimat-kalimat seperti “kamu anak nakal”, “kamu bohong ya…”, “kamu kok malas”, dan kata-kata yang terkesan memberikan “label” kepada anak didik kita perlu kita hindari. Anak-anak memiliki daya ingat yang baik, terutama adalah hal-hal yang bersifat menarik dan hal-hal yang menyakiti hati mereka. Bila kita melabeli anak, misalnya dengan kata “pembohong”, maka hal itu akan terekam dalam memori mereka. Akan lebih baik bila kita menggunakan kata-kata yang positif, misalnya “Bapak tahu kamu anak yang jujur. Ingat, kalau kita mengatakan segala hal dengan jujur, maka kita akan dipercaya oleh banyak orang.” Continued

Kiat Mengajarkan Lagu Anak Agar Anak Saat Mengajar

KakZepe.Com – Lagu anak banyak manfaatnya. Selain bisa dipakai sebagai media mentrasfer ilmu, lagu anak juga bisa mengubah suasana hati anak. Anak-anak yang tadinya kurang semangat, menjadi lebih bersemangat saat mereka diajak bernyanyi lagu anak. Namun akan lebih baik bila kita bisa memilih lagu anak yang sesuai dan cocok untuk diajarkan pada siswa PAUD. Apa saja itu?

1. Pilih lagu sesuai tema pembelajaran

Saya sangat menyarankan agar pendidik PAUD memilih lagu yang sesuai dengan tema pembelajaran. Misalnya, bila minggu ini siswa belajar materi pembelajaran dengan tema diri sendiri, kita harus memilih lagu-lagu yang sesuai dengan tema tersebut. Misalnya lagu anak berjudul “Aku Percaya Diri” karya Kak Zepe atau lagu anak berjudul “Kepala Pundak Lutut Kaki”. Dengan mengajak anak-anak bernyanyi lagu-lagu anak yang sesuai dengan tema pembelajaran di sekolah, maka anak-anak pun akan semakin terbantu dalam memahami dan mengingat materi pembelajaran yang sedang mereka pelajari. Beberpa buku paket sudah menyisipkan lagu anak sebagai media “apresepsi” di setiap tema pembelajaran. Hal ini juga bisa menjadi pertimbangan bagi sekolah anda saat memilih buku paket yang akan dipakai untuk anak-anak didik anda. Bagaimana pun keberadaan lagu anak dalam kegiatan pembelajaran sangat besar manfaatnya. Continued

Urutan Mengajar Anak Usia Dini Agar Efektif Dan Menyenangkan

KakZepe.Com – Membuat langkah-langkah mengajar siswa PAUD sangatlah penting. Hal ini biasanya ditulis dalam RPP. Persiapan yang baik akan mendukung kualitas kegiatan pembelajaran. Saat guru mengajar, tentu saja ia tidak bisa selalu membaca RPP. Kalau terpaku apalagi sambil membaca RPP, tentu saja proses pengajaran yang dilakukan oleh guru malah akan terlihat kaku. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk bisa membuat semacam langkah-langkah pengajaran dengan tetap berpedoman pada RPP. Biasanya saya menulis langkah-langkah ini di atas kertas kecil, agar saya ingat langkah-langkah mengajar yang akan saya lakukan saat memberikan materi.

1. Apresepsi (Sebelum Pelajaran)

Apresepsi adalah menyampaikan tujuan pembelajaran yang bertujuan untuk memotifasi peseerta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini. Biasanya motivasi ini bisa diberikan dalam bentuk lagu, dongeng, permainan, dan aktivitas menarik lainnya. Sangat disarankan bila aktivitas motivatif dan edukatif ini berhubungan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Misalnya, materi pelajaran yang akan disampaikan adalah tentang mengenal hewan. Maka kita bisa memberikan lagu anak bertema hewan di awal pelajaran, misalnya dengan mengajak anak bernyanyi lagu “Kebun Binatang”, karya Kak Zepe. Karena di dalam lagu itu disebutkan beranekan hewan yang biasa dipelihara di kebun binatang. Continued

Hal-hal Yang Perlu Dihindari Saat Mengajarkan Gerak dan Lagu

KakZepe.Com – Gerak dan Lagu adalah suatu aktivitas peragaan gerak sesuai dengan tempo, irama, dan lirik lagu. Dalam gerak dan lagu, siswa bisa menyanyikan lagu yang diperagakan atau tidak perlu menyanyikan lagu yang diperagakan. Gerak dan lagu adalah aktivitas yang sangat disukai oleh anak-anak PAUD karena bisa memberikan semangat dan memberi efek rasa senang bagi mereka. Agar anak-anak didik bisa memperagakan gerak dan lagu dengan lancar serta memperoleh manfaatnya secara maksimal, maka seorang pendidik perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini:

1. Lagunya kurang familiar

Akan lebih baik bila kita mengajarkan gerak dan lagu dengan iringan lagu yang sudah familiar bagi anak-anak. Bila kita hendak menggunakan iringan lagu yang baru, sebaiknya kita sudah sering memperdengarkan lagu tersebut kepada anak-anak di waktu-waktu senggang mereka, sehingga saat kita mengajarkan lagu tersebut sebagai iringan gerak dan lagu anak-anak sudah familiar dengan lagu-lagu itu. Continued

Pola Hidup Yang Harus Dijalani Oleh Seorang Guru

KakZepe.Com – Memiliki kelas yang tenang dan anak-anak didik yang patuh tentu menjadi idaman para pendidik PAUD. Karena dengan adanya suasana kelas yang seperti itu, pembelajaran pun bisa berjalan dengan baik dan lancar. Berbeda bila suasana kelas sangat gaduh dan anak-anak didik yang kurang patuh, tentu pembelajaran pun menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mendamaikan anak-anak yang bercekcok saja butuh waktu yang lama. Peran pendidik dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif sangatlah penting. Kestabilan emosi seorang pendidik adalah hal yang sangat menentukan baik dan buruknya pengelolaan kelas seorang pendidik. Karena bila emosi seorang pendidik masih atau sedang labil, secara langsung atau pun tidak langsung akan mempengaruhi emosi anak-anak didik. Lalu bagaimana cara menjaga kestabilan emosi saat mengajar?

1. Istirahat yang cukup

Seorang pendidik perlu memahami pentingnya stamina yang fit saat tampil di hadapan anak-anak. Bayangkan saja bila seorang pendidik mengajar anak-anak didiknya dalam keadaan mengantuk. Tentu anak-anak cepat bosan dan malas belajar. Kondisi tubuh yang lelah juga akan mempengaruhi emosi dan fokus seorang pendidik. Continued

4 Hal Mendasar Saat Memberikan Materi Kepada Anak PAUD/TK

KakZepe.Com – Anak-anak adalah pribadi yang aktif. Bila kita ajak mereka untuk mendengarkan pelajaran, mungkin hanya bisa fokus 5 hingga 10 menit. Bila sudah lebih dari 10 menit, biasanya sebagian dari mereka akan bergerak-gerak, memainkan jarinya, memandang ke arah hal-hal yang lebih menarik lainnya, atau bahkan mulai mengganggu temannya. Sehingga bukan salah anak-anak didik kita juga bila suasana kelas menjadi tidak tertib lagi. Bila kita belum memahami karakter belajar mereka, bukan tidak mungkin kita pun akan mengalami hal ini. Kita tidak boleh menyamakan mereka dengan siswa berusia remaja yang lebih bisa fokus mendengarkan penjelasan guru dari 30 hingga 60 menit. Sebagai pendidik anak usia dini, tentu kita perlu memahami karakter anak terutama dalam hal memperlajari sesuatu. Apa saja itu?

1. Cara belajar siswa aktif

Dengan melibatkan anak secara aktif dalam kegiatan pembelajaran, mereka pun akan semakin tertantang untuk bisa mengembangkan aspek ketrampilan, pengetahuan, dan kemampuan mereka. Misalnya, di saat kita mengajarkan mereka cara menanam tanaman. Kita hanya perlu mengajarkan teorinya secara sekilas dan tempo yang sesingkat-singkatnya. Selanjutnya, biarkan anak-anak mempraktekkannya secara langsung dengan bimbingan kita. Dengan melibatkan anak secara aktif dalam kegiatan pembelajaran, anak-anak akan menjadi semakin tertantang. Hal ini bisa menghapus rasa bosan mereka. Continued

Review Pemanfaatan Lagu Anak “Chasing A Butterfly”

“A part of speech that denotes existence, action or occurrence, verbs are more simply explained as “doing words”. Examples: the verb to be, rise, jump, have, carry, sing, run, lift. (Susan Whelan)”. Beberapa kata  yang  terpenting  dalam pengertian kata  “verb” atau“kata kerja” di  atas adalah  “action” atau gerakan dan  “doing  words” atau  kata-kata  yang bermakna  melakukan. “Verb” dalam bahasa  Indonesia  biasa  disebut  sebagai  kata  kerja, atau kata yang  memiliki arti  “melakukan sesuatu”.

Dalam bahasa Inggris,  kata-kata yang biasa  muncul  sebagai kata  kerja adalah “do”  (melakukan  / mengerjakan),  “write” (menulis), “draw” (menggambar),  “sing” (bernyanyi),  “eat”  (makan),  “jump” (melompat),  dan  masih  banyak  lagi. Kata – kata tersebut  adalah kata-kata yang biasa dilakukan oleh anak-anak  dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemilihan kata  pun kita tidak boleh memilih kata-kata  yang terlalu sulit, atau  yang tidak biasa   dilakukan   atau  dikatakan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.  Continued

1 2