Norma Sopan Santun Dan Anak-anak Zaman Now

KakZepe.Com – Anak-anak usia satu setengah tahun adalah usia dimana anak-anak sudah mulai memahami arti aturan yang berlaku. Sebagai orang tua, Anda perlu mengajarkan hal-hal yang harus dipatuhi dalam kehidupan sosial ini. Saya, Kak Zepe, menyarankan agar orang tua memulainya dengan memberikan teladan yang baik kepada buah hatinya. Meskipun zaman sekarang merupakan zaman modern dan serba canggih, keberadaan tata krama di dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting. Semakin dini Anda mengajarkan kepada buah hati Anda, maka kebiasaan yang baik ini akan semakin mudah mendarah daging tertanam di dalam hati buah hati Anda. Apa saja hal-hal yang perlu diajarkan kepada sang buah hati agar mereka bisa mematuhi dan mengamalkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari?

1. Sapaan

Sapaan adalah kata-kata atau perbuatan yang bisa kita ucapkan atau lakukan kepada orang lain saat bertatap muka. Sapaan biasanya diucapkan dalam bentuk salam, misalnya selamat pagi, selamat siang, atau hanya sekedar mengatakan “Halo”, atau “sampai jumpa” saat hendak berpisah. Sapaan harus disertai dengan senyuman yang tulus dan bila perlu dilakukan sambil melambaikan tangan. Jangan gengsi untuk melakukan hal ini kepada anak terlebih dahulu, tanpa menunggu anak memberi salam kepada Anda. Bagaimana pun anak-anak sangat membutuhkan teladan. Bila Anda tekun mengucapkan salam kepada buah hati Anda, pasti suatu saat Anak akan dengan setulus hati mengikuti kebiasaan baik ini. Continued

Keberanian Dan Daya Juang Sangat Penting Diajarkan Pada Anak

KakZepe.Com – Apakah Anda ingin agar anak didik Anda memilki semangat untuk bersaing yang tinggi? Bagaimana cara menanamkan dalam hati siswa agar mereka terbiasa dalam berkompetisi secara sehat? Jiwa Kompetitif adalah suatu semangat untuk mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok lain. Semangat dalam berkompetisi memacu anak didik untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya dalam menghadapi situasi di sekitarnya. Daya saing ini akan muncul dalam semangat juang untuk menunjukkan talenta dan kemampuan yang dimiliki, sehingga anak akan mencapai prestasi yang terbaik.

Sebagai pendidik, kita tentu menginginkan anak-anak didik kita memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. Jiwa kompetitif ini sangat penting dimiliki oleh para siswa. Ada beberapa penyebab siswa kurang bersemangat dalam mengekplorasi dirinya semaksimal mungkin. Beberapa faktor penghambatnya adalah perasaan malu, enggan bersaing, perasaan rendah diri, dan ketakutan bila berbuat suatu hal yang salah.

1. Mengatasi rasa malu

Ada banyak hal yang menyebabkan tumbuhnya rasa malu di dalam hati siswa. Faktor budaya bisa menjadi salah satu penyebabnya. Faktor budaya sangat mempengaruhi pola didik orang tua, sehingga akan membentuk karakter anak.Rasa malu juga bisa disebabkan karena perasaan rendah atau hina bila berbuat sesuatu yang tidak baik. Continued

6 Jenis Sifat Malu Yang Perlu Ditumbuhkan Pada Anak Di Zaman Now

KakZepe.COm – Budaya “Malu” kian terkikis di kalangan generasi muda, terutama kaum remaja. Banyak remaja melakukan hal-hal yang negatif, dan bahkan menuju ke sebuah tindakan kriminal tanpa ada perasaan malu. Agar rasa “malu” tetap dimiliki oleh anak-anak di usia remaja, maka sedari dini perlu ditanamkan rasa “malu” ini. Rasa “malu” apa sajakah itu? Berikut ini adalah penuturan dari Kak Zepe:

1. Malu bila tidak menghormati sesama

Hal ini bisa kita ajarkan dengan cara meminta anak-anak untuk berteman pada siapa saja, tanpa memandang agama, suku, dan latar belakang anak-anak yang lain. Anak-anak juga perlu diajarkan cara menghormati orang-orang yang bekerja sebagai tukang sapu, tukang kebun, penjaga keamanan, dan lainnya.

2. Malu bila melanggar aturan

Setiap sekolah tentu memiliki aturan yang berlaku. Ajarkan kepada anak didik untuk mematuhi aturan yang berlaku di sekolah. Hal ini dengan memberlakukan aturan secara tegas, dan bila ada yang melanggar perlu adanya suatu konsekuensi yang bisa membuatnya mau belajar menjadi anak yang lebih baik. Ajarkan kepada anak pula akan pentingnya sikap patuh kepada aturan yang berlaku Continued

Jangan Biarkan Sifat Pemalu Anak Menghambat Prestasinya

KakZepe.COm – Sifat pemalu anak bisa menghambat prestasinya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bayangkan saja pada saat buah hati Anda belajar di sekolah, ia tidak memahami akan apa yang sedang ia pelajari. Namun karena sifat pemalunya, ia menjadi enggan bertanya, dan pada akhirnya hasil atau nilainya pun menjadi kurang maksimal. Anak-anak bisa belajar banyak hal bila ia berani tampil di hadapan publik, misalnya menjadi pemimpin upacara, menyanyi di ajang pentas seni, dan kesempatan manggung lainnya. Namun kalau karena sifat pemalunya, ia menjadi enggan pentas di hadapan teman-temannya. Lalu bagaimana agar sifat pemalu ini tidak dipiara hingga ia menjadi dewasa? Tentu membutuhkan usaha dari orang tua untuk bisa mengatasi hal ini.

1. Tidak menghakimi anak secara terus menerus

Kata-kata adalah doa. Bila Anda terlalu sering mengatakan di hadapan anak Anda bahwa ia adalah “anak pemalu”, maka apa yang ada di pikirannya akan terekam dalam jangka waktu yang lama, bahkan bisa hingga kelak ia berusia dewasa. Setiap anak akan memiliki titik bosannya sendiri. Ia akan semakin sadar bahwa sifat pemalunya bukanlah hal yang baik seiring dengan perkembangan usianya.


2. Memotivasi

Daripada Anda menghakimi anak, akan lebih baik bila Anda memotivasinya dengan menggunakan kata-kata positif. Misalnya dengan memberikan semangat, “Ayo, kamu bisa”, “Jangan takut berbuat salah”, “Semangat!” dan kata-kata atau kalimat positif yang membangun lainnya. Dengan memotivasi dengan kata-kata itu ia pasti akan semakin terpacu untuk bertumbuh, termasuk dalam mengatasi sifat pemalunya ini.

3. Luangkan waktu bersama anak

Jangan hanya menyerahkan masa “pembentukan karakter anak” pada sekolah. Anda perlu cerdas dalam membagi waktu buat anak. Orang tua cerdas dan bijak pasti paham akan pentingnya “family time”. Di saat itulah orang tua bisa mengajak anak bermain bersama, makan bersama, dan bercakap-cakap bersama, meski sekedar membiasakan anak untuk berani mengungkapkan pendapatnya. Bila anak terbiasa mengungkapkan pendapatnya kepada orang tua, maka ia pun akan semakin bertumbuh menjadi anak yang terbuka dan percaya diri dalam mengungkapkan pendapat kepada orang lain.

 

370 Kreasi Guru TK dan PAUD (SUPER LENGKAP)

 

 

4. Memuji setiap perkembangan

Agar anak tidak merasa “minder” dan merasa bahwa ia memiliki sifat yang kurang baik, yaitu pemalu, maka Anda perlu memuji setiap perkembangan anak. Anak-anak tidak bisa langsung tumbuh menjadi anak yang percaya diri, kecuali ia memang punya bakat alami memiliki sifat yang percaya diri. Sekecil apa pun perkembangan anak dalam mengembangkan sifat percaya dirinya, Anda perlu memujinya. Misalnya, dengan mengatakan, “Kamu hebat Nak, sekarang kamu sudah berani menemui tamu meskipun kamu belum mengenal sebelumnya.”

5. Memberikan kesempatan belajar dari kesalahan

Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Tanamkan hal ini di dalam diri buah hati Anda. Bila buah hati Anda termasuk anak yang pemalu karena takut berbuat kesalahan, Anda perlu menasihatinya bahwa tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Biarkan anak berlatih berbuat salah saat mengerjakan soal Matematika yang sulit, dan biarkan ia mengerjakannya secara mandiri. Bila ia membuat kesalahan saat mengerjakan soal, jangan sekali-kali memarahinya, namun bimbing dan ajarilah ia hingga ia bisa menyelesaikannya dengan baik. Ajak ia memahami bahwa ia bisa mengerjakan soal itu dengan benar bila ia mau lebih teliti dalam mengerjakan soal.

Kepedulian orang tua adalah hal paling penting untuk mengembangkan rasa percaya diri anak. Saat ia belum mampu melakukan sesuatu, jangan pernah mengucilkan atau menganggapnya remeh dan lemah. Kebiasaan ini hanya akan membuat anak tertekan dan semakin tidak percaya diri . Sifat pemalu yang dimiliki oleh seorang anak dapat membuat bakat dan potensi yang dia punya tidak tereksplorasi secara maksimal. Bagaimana mungkin orang lain bisa tahu bahwa buah hati Anda adalah anak yang hebat bila ia tidak pernah menunjukkan kehebatannya. Semoga dengan tips di atas, buah hati Anda akan semakin tumbuh menjadi anak yang percaya diri, sehingga kelak dengan bermodalkan kepercayaan dirinya ia bisa tumbuh menjadi anak yang berprestasi. Continued

Motivasi Dan Bimbingan Orang Tua Sangat Dibutuhkan Agar Bakat Anak Berkembang Maksimal

KakZepe.Com – Anak bukanlah milik orang tua, sejatinya anak adalah titipan Tuhan. Setiap anak diberikan karunia dalam rupa talenta. Talenta setiap anak tentu beda-beda. Ada anak yang jago olahraga, ada anak yang jago menggambar, ada anak yang jago menulis dan lain sebagainya. Sayangnya, banyak orang tua yang kurang memahami hal ini. Banyak orang tua yang cenderung memaksakan anak menjadi “alat” untuk mewujudkan cita-cita orang tua yang belum tercapai. Banyak orang tua mengikutkan anak pada suatu kursus, sanggar atau sekolah seni yang tidak sesuai dengan bakat dan minat anak. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi anak untuk ke depannya. Beberapa anak mungkin bisa menerima saat mereka diminta mengikuti keinginan orang tua. Namun ada pula yang tidak mau mengikuti apa yang menjadi kemaunan orang tua, atau malah melakukan pemberontakan kepada orang tua. Apa akibat dari anak terlalu dipaksakan bakat dan talentanya oleh orang tuanya?

1. Emosional

Jangan biarkan anak-anak dalam kondisi terpaksa mengikuti kemauan orang tua. Karena ia ada kemungkinan tumbuh menjadi anak yang suka membangkang. Banyak orang tua merasa heran dan repot melihat polah tingkah anaknya, namun kurang sadar bahwa orang tua sendirilah yang membentuknya. Continued

Membuat Anak Tertarik Dengan Musik

KakZepe.COm – Menurut penelitian, musik sangat kaya akan manfaat, terutama bagi anak-anak usia dini. Dengan bermain musik, otak kanan dan kiri anak akan berkembang secara maksimal dan seimbang. Musik juga dapat memperkuat daya ingat anak. Hal ini sangat berguna bagi anak, karena anak-anak membutuhkan daya ingat yang kuat saat mereka banyak belajar sesuatu yang baru. Keceriaan anak-anak pun akan semakin bertambah dikala musik dinyanyikan atau dimainkan oleh anak-anak. Anak-anak akan terhibur, sehingga otot-otot mereka pun akan semakin rileks. Mengingat akan betapa kayanya manfaat musik bagi anak-anak, kita perlu membuat anak-anak semakin jatuh cinta dengan musik. Bagaimana caranya? Berikut ini adalah tips dari Kak Zepe:

1. Fasilitasi anak dengan alat musik

Agar anak-anak akrab dengan alat musik, maka Anda perlu menyediakan alat musik di rumah Anda. Letakkan alat musik tersebut di tempat yang terbuka, misalnya di ruang tengah atau ruang tamu, sehingga alat musik tersebut mudah dijangkau anak-anak. Tidak perlu alat musik yang terlalu bagus atau mahal, mengingat alat musik yang dimainkan anak-anak akan beresiko lebih mudah rusak. Continued

Jangan Langsung Marah Bila Anak Berbuat Salah

KakZepe.Com – Setiap manusia pernah berbuat salah. Justru dari kesalahan itulah manusia akan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih bijak. Seperti halnya anak-anak. Anak-anak adalah pribadi yang masih polos dan masih memerlukan proses yang panjang untuk menjadi manusia yang benar-benar dewasa. Namun terkadang ada orang tua yang terlalu memprotek anaknya, entah karena kurangnya pengetahuan tentang pengasuhan anak atau karena ingin keluarganya terlalu terlihat sempurna. Apa pun alasannya, orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk bisa belajar dari kesalahan yang ia perbuat. Sebagai orangtua, saat anak berbuat kesalahan anda jangan hanya terfokus pada kesalahan yang anak perbuat. Karena bila Anda hanya terfokus pada kesalahan anak, lama kelamaan anak akan menganggap bahwa berbuat kesalahan adalah sesuatu yang ditakuti dan perlu dihindari. Sehingga saat anak berbuat kesalahan ia menjadi sulit untuk berkata jujur dan bahkan cenderung menghindar.

Sikap anak, adalah cerminan sikap orang tua

Bagaimana pun, anak akan belajar dari orang tua. Bila orang tua cenderung menghindar dengan cara membuat alasan yang tak masuk akal, anak pun biasanya akan cenderung mengikuti kebiasaan orang tua. Jangan heran bila Anda menjumpai anak Anda pintar berkilah saat berbuat salah. Ada kemungkinan ia hanya meniru apa yang pernah Anda lakukan. Jadi bila Anda berbuat kesalahan, baik secara langsung berbuat kesalahan kepada anak, atau melakukan kelalaian pribadi, sebaiknya Anda segera meminta maaf atau menunjukkan perasaan bersalah Anda, karena telah melakukan kesalahan. Jangan sampai Anda malah melakukan ekspresi penuh dengan kesombongan atau malah beralasan saat Anda secara terang –terangan telah melakukan kesalahan. Continued

“Anak Zaman Now” Cenderung Egois, 5 Hal ini Perlu Diajarkan Agar Tumbuh Sifat Empati

KakZepe.Com – Beberapa anak didik yang pernah saya ajar, sering menunjukkan sifat egoise mereka. Misalnya, hanya memilih teman yang dirasa cocok sehingga tidak mempedulikan teman yang lain, tidak mau bekerjasama dengan baik saat mendapatkan tugas kelompok, dan lainnya. Beberapa kebiasaan anak ini tentu saja perlu dikurangi sejak dini, sehingga sifat superior mereka tidak menjadi bumerang bagi kehidupan bersosial mereka kelask. Bagaimana agar anak lebih peduli pada sesama dan tidak bersikap egois? Berikut ini adalah tips dari Kak Zepe:

1. Teladan dan dukungan dari orang tua

Saat ada seorang pengemis tua dan benar-benar butuh bantuan, berikan kesempatan kepada anak untuk memberikan sedekah. Orang tua juga bisa mengajak anak mengunjungi panti asuhan yang terdekat. Biarkan anak menyaksikan saat orang tua memberikan sumbangan kepada anak-anak panti asuhan. Dengan terbiasa melakukan dan melihat tindakan-tindakan mulia ini, diharapkan anak bisa meneladani kebiasaan orang tua. Continued

Pengaruh Lingkungan Keluarga Bagi Perkembangan Anak

KakZepe.Com – Perkembangan otak anak di usia dini akan menentukan masa depan anak. Karena usia dini adalah usia di mana otak anak berkembang dengan cepat. Dibutuhkan stimulus yang baik agar perkembangan otak anak tidak mengalami hambatan. Malalui artikel ini, saya, Kak Zepe, akan memaparkan tentang kiat-kiat agar perkembangan otak anak bisa berlangsung tanpa hambatan.

Pentingnya keseimbangan gizi

Kita mengenal berbagai macam kandungan gizi yang ada di dalam makanan, misalnya protein, vitamin, mineral, dan karbohidrat. Zat-zat tersebut secara lengkap ada di dalam lima jenis makanan dan minuman yang kita kenal hingga saat ini, yaitu makanan empat sehat lima sempurna. Berikan makanan empat sehat lima sempurna kepada sang buah hati, agar anak memiliki sistem kekebalan yang baik dan tidak mudah terserang penyakit, sehingga anak-anak pun akan semakin semangat dalam belajar. Continued

5 Alasan Anak Banyak Bertanya dan Cara Mendidiknya

KakZepe.Com – Berikut ini adalah percakapan antara Ibu dan Anak yang pernah saya dengar. “Ma… Kenapa bulan bisa bergerak?” Tanya sang anak. Lalu Ibu menjawab, “Sebenarnya yang bergerak bukan bulan. Bumilah yang bergerak.” Sang anak bertanya kembali, “Tapi kenapa kita tidak jatuh? Kenapa kita merasakan gerakan bumi?” Si Ibu menjawab, “Karena ada gaya gravitasi.”

Pertanyaan muncul dari mulut sang anak secara bertubi-tubi. Namun sang Ibu tidak pernah henti menyerah dalam menjawab semua pertanyaan buah hatinya. Itulah anak-anak. Memiliki naluri bertanya sangat besar. Bahkan ia terkesan tidak punya lelah, baik dalam berkata-kata maupun bergerak. Mengapa anak suka bertanya? Berikut penuturan dari saya, Kak Zepe:

1. Menumbuhkan rasa ingin tahu

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Itulah mengapa anak-anak gemar sekali mengajukan pertanyaan. Secara naluri, ia ingin menambah pengetahuannya. Karena ia belum memiliki banyak pengalaman. Maka ia gemar bertanya untuk memuaskan keinginannya itu. Sebagai orang tua, anda wajib menjawab setiap pertanyaan anak dengan kesabaran, agar mereka bisa menjadi lebih tenang. Karena kalau orang tua enggan menjawabnya, hal ini malah akan menjadi beban pikiran sang anak, dan lebih parahnya lagi, ia akan menjadi enggan bertanya dan enggan mengembangkan kreatifitasnya. Continued

1 2 3 4 7