Norma Sopan Santun Dan Anak-anak Zaman Now

KakZepe.Com – Anak-anak usia satu setengah tahun adalah usia dimana anak-anak sudah mulai memahami arti aturan yang berlaku. Sebagai orang tua, Anda perlu mengajarkan hal-hal yang harus dipatuhi dalam kehidupan sosial ini. Saya, Kak Zepe, menyarankan agar orang tua memulainya dengan memberikan teladan yang baik kepada buah hatinya. Meskipun zaman sekarang merupakan zaman modern dan serba canggih, keberadaan tata krama di dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting. Semakin dini Anda mengajarkan kepada buah hati Anda, maka kebiasaan yang baik ini akan semakin mudah mendarah daging tertanam di dalam hati buah hati Anda. Apa saja hal-hal yang perlu diajarkan kepada sang buah hati agar mereka bisa mematuhi dan mengamalkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari?

1. Sapaan

Sapaan adalah kata-kata atau perbuatan yang bisa kita ucapkan atau lakukan kepada orang lain saat bertatap muka. Sapaan biasanya diucapkan dalam bentuk salam, misalnya selamat pagi, selamat siang, atau hanya sekedar mengatakan “Halo”, atau “sampai jumpa” saat hendak berpisah. Sapaan harus disertai dengan senyuman yang tulus dan bila perlu dilakukan sambil melambaikan tangan. Jangan gengsi untuk melakukan hal ini kepada anak terlebih dahulu, tanpa menunggu anak memberi salam kepada Anda. Bagaimana pun anak-anak sangat membutuhkan teladan. Bila Anda tekun mengucapkan salam kepada buah hati Anda, pasti suatu saat Anak akan dengan setulus hati mengikuti kebiasaan baik ini. Continued

Membuat Anak Tertarik Dengan Musik

KakZepe.COm – Menurut penelitian, musik sangat kaya akan manfaat, terutama bagi anak-anak usia dini. Dengan bermain musik, otak kanan dan kiri anak akan berkembang secara maksimal dan seimbang. Musik juga dapat memperkuat daya ingat anak. Hal ini sangat berguna bagi anak, karena anak-anak membutuhkan daya ingat yang kuat saat mereka banyak belajar sesuatu yang baru. Keceriaan anak-anak pun akan semakin bertambah dikala musik dinyanyikan atau dimainkan oleh anak-anak. Anak-anak akan terhibur, sehingga otot-otot mereka pun akan semakin rileks. Mengingat akan betapa kayanya manfaat musik bagi anak-anak, kita perlu membuat anak-anak semakin jatuh cinta dengan musik. Bagaimana caranya? Berikut ini adalah tips dari Kak Zepe:

1. Fasilitasi anak dengan alat musik

Agar anak-anak akrab dengan alat musik, maka Anda perlu menyediakan alat musik di rumah Anda. Letakkan alat musik tersebut di tempat yang terbuka, misalnya di ruang tengah atau ruang tamu, sehingga alat musik tersebut mudah dijangkau anak-anak. Tidak perlu alat musik yang terlalu bagus atau mahal, mengingat alat musik yang dimainkan anak-anak akan beresiko lebih mudah rusak. Continued

Jangan Langsung Marah Bila Anak Berbuat Salah

KakZepe.Com – Setiap manusia pernah berbuat salah. Justru dari kesalahan itulah manusia akan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih bijak. Seperti halnya anak-anak. Anak-anak adalah pribadi yang masih polos dan masih memerlukan proses yang panjang untuk menjadi manusia yang benar-benar dewasa. Namun terkadang ada orang tua yang terlalu memprotek anaknya, entah karena kurangnya pengetahuan tentang pengasuhan anak atau karena ingin keluarganya terlalu terlihat sempurna. Apa pun alasannya, orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk bisa belajar dari kesalahan yang ia perbuat. Sebagai orangtua, saat anak berbuat kesalahan anda jangan hanya terfokus pada kesalahan yang anak perbuat. Karena bila Anda hanya terfokus pada kesalahan anak, lama kelamaan anak akan menganggap bahwa berbuat kesalahan adalah sesuatu yang ditakuti dan perlu dihindari. Sehingga saat anak berbuat kesalahan ia menjadi sulit untuk berkata jujur dan bahkan cenderung menghindar.

Sikap anak, adalah cerminan sikap orang tua

Bagaimana pun, anak akan belajar dari orang tua. Bila orang tua cenderung menghindar dengan cara membuat alasan yang tak masuk akal, anak pun biasanya akan cenderung mengikuti kebiasaan orang tua. Jangan heran bila Anda menjumpai anak Anda pintar berkilah saat berbuat salah. Ada kemungkinan ia hanya meniru apa yang pernah Anda lakukan. Jadi bila Anda berbuat kesalahan, baik secara langsung berbuat kesalahan kepada anak, atau melakukan kelalaian pribadi, sebaiknya Anda segera meminta maaf atau menunjukkan perasaan bersalah Anda, karena telah melakukan kesalahan. Jangan sampai Anda malah melakukan ekspresi penuh dengan kesombongan atau malah beralasan saat Anda secara terang –terangan telah melakukan kesalahan. Continued

5 Alasan Anak Banyak Bertanya dan Cara Mendidiknya

KakZepe.Com – Berikut ini adalah percakapan antara Ibu dan Anak yang pernah saya dengar. “Ma… Kenapa bulan bisa bergerak?” Tanya sang anak. Lalu Ibu menjawab, “Sebenarnya yang bergerak bukan bulan. Bumilah yang bergerak.” Sang anak bertanya kembali, “Tapi kenapa kita tidak jatuh? Kenapa kita merasakan gerakan bumi?” Si Ibu menjawab, “Karena ada gaya gravitasi.”

Pertanyaan muncul dari mulut sang anak secara bertubi-tubi. Namun sang Ibu tidak pernah henti menyerah dalam menjawab semua pertanyaan buah hatinya. Itulah anak-anak. Memiliki naluri bertanya sangat besar. Bahkan ia terkesan tidak punya lelah, baik dalam berkata-kata maupun bergerak. Mengapa anak suka bertanya? Berikut penuturan dari saya, Kak Zepe:

1. Menumbuhkan rasa ingin tahu

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Itulah mengapa anak-anak gemar sekali mengajukan pertanyaan. Secara naluri, ia ingin menambah pengetahuannya. Karena ia belum memiliki banyak pengalaman. Maka ia gemar bertanya untuk memuaskan keinginannya itu. Sebagai orang tua, anda wajib menjawab setiap pertanyaan anak dengan kesabaran, agar mereka bisa menjadi lebih tenang. Karena kalau orang tua enggan menjawabnya, hal ini malah akan menjadi beban pikiran sang anak, dan lebih parahnya lagi, ia akan menjadi enggan bertanya dan enggan mengembangkan kreatifitasnya. Continued

Menasihati Anak Tanpa Mengancam

KakZepe.Com – Di jam istirahat, saya pernah mendengar anak didik saya berkata pada salah salah seorang temannya, “Awas kamu ya, kalau kamu tidak meminjamkan mainan itu. Aku tidak akan mau main sama kamu lagi!” Saya sangat prihatin mendengarnya. Anak-anak yang masih memiliki jiwa yang polos, ternyata memiliki sifat pendendam. Rasa dendam anak terungkap dengan cara mengancam temannya sendiri..

Anak-anak sering melakukan hal-hal yang kurang terpuji. Orang tua kadang juga kehabiasan akal dalam menasihati anak. Terkadang orang tua mengeluarkan nasihat dengan nada ancaman. Berikut ini adalah beberapa contoh kata-kata ancaman yang sering keluar dari mulut orang tua saat menasihati anak.

“Kalau kamu tidak belajar sekarang, Mama akan matikan TV-nya”
“Ayo bereskan mainannya sekarang, kalau tidak Papa akan buang mainanmu”
“Kalau kamu sampai mendapat nilai 50 lagi, Papa tidak akan mengijinkan kamu main game lagi.” Continued

Mengembangkan Sifat Mandiri Dan Bertanggung Jawab Pada Anak PAUD

KakZepe.Com – Anak-anak usia dini perlu belajar tentang kemandirian. Orang tua perlu memahami cara melatih kemandirian anak. Banyak orang tua merasa telah membayar pembantu rumah tangga untuk melayani anak, namun terkadang apa yang dilakukan PRT kurang pas, sehingga bisa menyebabkan anak kurang mandiri. Misalnya, mengambilkan minum saja harus dilakukan oleh pembantu. Padahal dengan melakukan segala sesuatu secara mandiri, akan membuat anank terlatih untuk bisa hidup mandiri.

Biarkan anak membuat kesalahan

Saya, Kak Zepe, berpendapat bahwa kadang orang tua terlalu khawatir. Kekhawatiran ini membuat orang tua terlalu protektif kepada anak, sehingga membuat anak kurang bisa belajar dari kesalahan. Misalnya, pada saat anak sedang makan. Orang tua berpikir kalau anak harus bisa makan dengan sopan dan selesai dalam keadaan bersih, tanpa ada nasi berserakan. Sehingga saat anak makan sendiri dengan nasi berceceran, orang tua langsung bereaksi. Maksud orang tua sebenarnya baik. Ia tidak ingin anaknya kelak makan dengan sopan dan selesai makan lantai atau meja dalam keadaan bersih. Sikap seperti ini sebenarnya kurang tepat, karena orang tua tidak mengijinkan anaknya belajar dari kesalahan. Padahal anak-anak juga perlu belajar dari kesalahan. Dari kesalahan itulah nantinya orang tua bisa membimbing anaknya untuk bisa menjadi priadi yang lebih bik, terutama dalam hal kemandirian. Continued

7 Tips Mengembangkan Bakat Anak Secara Maksimal

KakZepe.Com – Anak-anak diciptakan unik atau tiada yang sama. Mereka memiliki kelemahan, namun juga memliki kelebihan. Kelemahan bisa menjadi sebuah kelebihan bila dikembangkan secara maksimal. Misalnya, anak yang sangat aktif bergerak dan cenderung tidak bisa diam, bila orangtua bisa membimbingnya dengan baik, maka anak seperti ini pun bisa tumbuh menjadi seorang pekerja keras dan aktif melakukan hal-hal yang baik serta berguna. Berikut ini adalah tips dari Kak Zepe, tentang cara menumbuhkan bakat dan talenta anak:

1. Menerima segala kelemahan anak

Terkadang orang tua merasa iri saat melihat anak temannya yang berbakat dalam satu bidang tertentu. Sehingga terlalu terobsesi agar anaknya bisa menjadi seperti anak temannya itu. Ia kurang menyadari bahwa setiap anak tercipta unik, dan tentu saja dengan keunikan yang dimiliki setiap anak, setiap anak memerlukan pola asuh yang berbeda. Ada anak yang butuh ketegasan agar cepat berkembang, namun ada yang ditegasin dikit saja, anak sudah merasa stres. Maka agar orang tua bisa menerima kekurangan anak, orang tua perlu memahami kelemahan sang buah hati, sehingga bisa mendidiknya dengan lebih baik dan sesuai dengan pribadi anak. Continued

Mencegah Anak Menjadi Pribadi Yang Egois

KakZepe.Com – Ketrampilan dalam bekerjasama adalah salah satu aspek penting dalam perkembangan kepribadian anak.Karea di zaman yang serba cepat ini, manfaat kerjasama tim sangatlah penting. Oleh karenanya, orang tua perlu melatih anak-anaknya agar memiliki ketrampilan dalam bekerjasama dengan orang lain. Bagaimana caranya? Berikut ini adalah penuturan dari Kak Zepe.

1. Saat anak mengeluh, dengarkanlah

Kebiasaan anak mengeluh memang kebiasaan yang kurang baik. Namun tindakan yang salah juga kalau orang tua membiarkan anaknya mengeluh. Saat anak mengeluh, tataplah matanya, dengarkan segala keluhan anak. Tunjukkan bahwa anda berempati atas apa yang terjadi pada anak. Saat anak mengeluh, itu tandanya ia membutuhkan bantuan. Jadi yang menjadi permasalahan bukanlah kebiasaan anak mengeluh, melainkan besarnya bantuan yang anda berikan. Misalnya, saat anak haus. Anak akan mengeluh dengan mengatakan, “Ma…Saya haus.” Tindakan terbaik bukanlah melarang anak untuk berhenti mengeluh, melainkan katakanlah,”Kalau haus, ambil minum sendiri. Mama sudah menyipkan beberap botol air minum di kulkas. Ayo, lekas, ambil sendiri… .“ Continued

Anak-anak Keras Kepala, Biasanya Tidak Bisa “Dikerasin”

KakZepe.COm – Anak-anak memiliki sifat bawaan yang unik. Salah satunya adalah sifat tidak mau mengalah atau maunya menang sendiri. Banyak orang tua kehilangan kesabaran dalam menghadapi anak-anak seperti ini. Ia cenderung enggan mendengarkan nasihat orang lain. Apa pun keinginan anak ini harus dikabulkan. Bila apa yang menjadi keinginannya tidak dituruti, biasanya anak ini akan mengancam, misalnya tidak mau makan, tidak mau belajar, tidak mau ikut les, atau secara tiba-tiba menangis berguling-guling di lantai. Saya, Kak Zepe, akan memberikan tips dalam menghadapi anak-anak seperti ini:

1. Bersabar dan tenang

Saat keinginan anak ini tidak terpenuhi, dia akan mulai mengancam. Tetaplah pada pendirian Anda, bila apa yang Anda lakukan adalah baik adanya dan demi kebaikan sang Anak. Bila anak mulai menangis dengan suara keras, tetaplah bersabar. Jangan menunjukkan reaksi negatif. Jaga emosi agar tetap tenang. Biarkan anak menangis tanpa Anda perlu memperlihatkan wajah panik atau memberikan ekspresi belas kasihan. Continued

Dampak Positif Memuji Anak Di Usia Emas

KakZepe.Com – Siapa yang tidak suka dipuji? Semua orang pasti suka dipuji. Apalagi bagi anak yang masih membutuhkan bimbingan dan dukungan. Pujian sangat besar artinya.

1. Pujian awal persahabatan dengan anak didik.

Di sebuah kelas yang baru dan menghadapi siswa-siswi yang baru, tentu membutuhkan trik-trik khusus agar bisa dekat dengan anak-anak didik kita. Salah satunya adalah dengan memberikan pujian kepada mereka. Sifat pujian ini bisa adalah untuk membuka sebuah percakapan, atau awal persahabatan dengan anak didik. Saat kita berjumpa dengan anak didik yang baru, kita bisa berkenalan, dan akan lebih baik bila kita bisa menambahkan kata-kata pujian, misalnya, “Salam kenal…. Nama saya Bu Indah. Senang berkenalan denganmu, Ivan. Baju kamu bagus sekali, beli di mana?” Lalu bisa dilanjutkan dengan percakapan lainnya. s

2. Pujian yang memotivasi

Anak-anak masih memiliki mental yang lemah. Sekali mendapatkan kegagalan, maka ia akan mudah down. Dibutuhkan orang yang bisa memotivasinya. Salah satunya dengan pujian, misalnya dengan kata-kata,”Kamu hebat sudah berani mencoba.” Bagi kita mungkin kata-kata seperti itu hanyalah kata-kata yang bertujuan menghibur, namun kata-kata pujian ini bisa membangkitkan semangat anak untuk giat berjuan dan pantang menyerah. Continued

1 2 3 4 5