Cara Memberi Kejutan Di Awal Pembelajaran, Semua Siswa Menjadi Bersemangat Belajar

KakZepe.COm – Awal yang baik akan menentukan kelanjutannya. Rebut hati anak di awal pelajaran, maka anak akan lebih bisa fokus pada apa yang kita ajarkan. Melalui artikel ini, saya, Kak Zepe, ingin berbagi pengalaman tentang cara menarik perhatian siswa agar bisa fokus di awal pelajaran.

1. Volume suara yang pas

Kharisma seorang pendidik juga ditentukan oleh kualitas suara. Bukan kemerduan suara saat bernyanyi lho.. Suara yang pas bagi pendidik sangat ditentukan oleh kepiawaian dalam mengatur suara. Anak-anak biasanya akan lebih tertarik mendengar suara guru yang keras namun tidak berteriak apalagi terkesan membentak. Akan menjadi lebih menarik lagi bila Anda dengan gesture yang menarik dan penuh semangat. Biasanya kita menyebutnya dengan suara yang bulat. Kita juga perlu berhati-hati dalam menasihati anak yang berbuat kesalahan. Jangan terlalu cepat menggunakan suara yang keras saat menasihatinya. Gunakan suara yang lembut dan kata-kata yang positif. Continued

Norma Sopan Santun Dan Anak-anak Zaman Now

KakZepe.Com – Anak-anak usia satu setengah tahun adalah usia dimana anak-anak sudah mulai memahami arti aturan yang berlaku. Sebagai orang tua, Anda perlu mengajarkan hal-hal yang harus dipatuhi dalam kehidupan sosial ini. Saya, Kak Zepe, menyarankan agar orang tua memulainya dengan memberikan teladan yang baik kepada buah hatinya. Meskipun zaman sekarang merupakan zaman modern dan serba canggih, keberadaan tata krama di dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting. Semakin dini Anda mengajarkan kepada buah hati Anda, maka kebiasaan yang baik ini akan semakin mudah mendarah daging tertanam di dalam hati buah hati Anda. Apa saja hal-hal yang perlu diajarkan kepada sang buah hati agar mereka bisa mematuhi dan mengamalkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari?

1. Sapaan

Sapaan adalah kata-kata atau perbuatan yang bisa kita ucapkan atau lakukan kepada orang lain saat bertatap muka. Sapaan biasanya diucapkan dalam bentuk salam, misalnya selamat pagi, selamat siang, atau hanya sekedar mengatakan “Halo”, atau “sampai jumpa” saat hendak berpisah. Sapaan harus disertai dengan senyuman yang tulus dan bila perlu dilakukan sambil melambaikan tangan. Jangan gengsi untuk melakukan hal ini kepada anak terlebih dahulu, tanpa menunggu anak memberi salam kepada Anda. Bagaimana pun anak-anak sangat membutuhkan teladan. Bila Anda tekun mengucapkan salam kepada buah hati Anda, pasti suatu saat Anak akan dengan setulus hati mengikuti kebiasaan baik ini. Continued

Jangan Langsung Marah Bila Anak Berbuat Salah

KakZepe.Com – Setiap manusia pernah berbuat salah. Justru dari kesalahan itulah manusia akan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih bijak. Seperti halnya anak-anak. Anak-anak adalah pribadi yang masih polos dan masih memerlukan proses yang panjang untuk menjadi manusia yang benar-benar dewasa. Namun terkadang ada orang tua yang terlalu memprotek anaknya, entah karena kurangnya pengetahuan tentang pengasuhan anak atau karena ingin keluarganya terlalu terlihat sempurna. Apa pun alasannya, orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk bisa belajar dari kesalahan yang ia perbuat. Sebagai orangtua, saat anak berbuat kesalahan anda jangan hanya terfokus pada kesalahan yang anak perbuat. Karena bila Anda hanya terfokus pada kesalahan anak, lama kelamaan anak akan menganggap bahwa berbuat kesalahan adalah sesuatu yang ditakuti dan perlu dihindari. Sehingga saat anak berbuat kesalahan ia menjadi sulit untuk berkata jujur dan bahkan cenderung menghindar.

Sikap anak, adalah cerminan sikap orang tua

Bagaimana pun, anak akan belajar dari orang tua. Bila orang tua cenderung menghindar dengan cara membuat alasan yang tak masuk akal, anak pun biasanya akan cenderung mengikuti kebiasaan orang tua. Jangan heran bila Anda menjumpai anak Anda pintar berkilah saat berbuat salah. Ada kemungkinan ia hanya meniru apa yang pernah Anda lakukan. Jadi bila Anda berbuat kesalahan, baik secara langsung berbuat kesalahan kepada anak, atau melakukan kelalaian pribadi, sebaiknya Anda segera meminta maaf atau menunjukkan perasaan bersalah Anda, karena telah melakukan kesalahan. Jangan sampai Anda malah melakukan ekspresi penuh dengan kesombongan atau malah beralasan saat Anda secara terang –terangan telah melakukan kesalahan. Continued

Agar Anak Tetap Bersemangat Dan Ceria Di Rumah

KakZepe.Com – Keceriaan seorang anak adalah hal yang membahagiakan bagi orang tua. Bisa melihat anak melompat, berlari, bermain dengan raut muka berseri-seri mampu mendamaikan hati setiap orang tua yang melihatnya. Saya, Kak Zepe, akan memberikan beberapa tips menarik untuk mempertahankan keceriaan di wajah buah hati anda:

1. Menghargai setiap perkembangan anak

Beberapa anak memiliki kemampuan untuk belajar cepat. Namun ada pula anak yang memiliki kemapuan belajar lambat. Namun sebagai orang tua, anda harus menghargai setiap perkembangan yang terjadi pada anak. Tetaplah tekum dalam memotivasi agar anak tidak mudah menyerah. Misalnya, buah hati anda sudah bisa makan sendiri. Meskipun nasi yang ia makan masih tersebar kemana-mana, tetaplah memuji dan memotivasinya dengan kata-kata positif. Continued

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Aturan Bagi Anak

KakZepe.Com – Anak-anak memiliki tingkat rasa ingin tau yang tinggi. Ia ingin selalu mencoba sesuatu yang baru. Dalam hal bermain pun anak-anak terlihat cepat bosan. Sebentar-sebantar berganti mainan. Terkadang kebiasaan ini membuat anak menjadi lupa untuk membereskan mainan-mainan yang telah dimainkan sebelumnya. Rumah menjadi tampak berantakan, karena mainan berserakan di mana-mana.
Bila hal ini didiamkan, tentu akan memberikan pengaruh yang tidak baik bagi anak-anak. Anak-anak menjadi terkesan semaunya sendiri.

Agar anak-anak bisa lebih tertib dalam hal menjaga kebersihan dan kerapian rumah, tentu dibutuhkan aturan. Aturan bisa memberikan pelajaran kepada anak tentang arti tanggung jawab. Namun tentu saja aturan juga tidak boleh terlalu memberatkan anak. Tujuan utama dibuat aturan adalah agar anak bisa menjadi pribadi yang lebih baik, bukan untuk mengekang anak. Agar anak tidak terkekang dan bisa menimbulkan efek yang tidak baik bagi anak, misalnya anak menjadi stres.

Berdiskusi dengan Anak Dalam Membuat Aturan

Agar tercipta suatu mufakat bulat, maka orang tua perlu berdiskusi bersama anak. Orang tua tidak boleh membuat aturan secara sepihak. Diskusikan kepada anak tentang aturan yang disepakati. Biarkan anak yang memutuskan konsekuensi dari aturan yang dibuat. Selain itu, orang tua juga perlu menjadi contoh yang baik. Dalam hal ini, orang tua juga harus mematuhi aturan yang telah disepakati. Konsekuensi yang disepakati haruslah memiliki tujuan untuk memperbaiki kepribadian anak.
Continued

Kebiasaan Guru Untuk Mengembangkan Karakter Anak

KakZepe.Com – Setiap orang pernah berbuat salah. Dan dari kesalahan itu, kita akan mampu belajar menjadi manusia yang lebih baik. Begitu pula bagi seorang anak. Anak-anak adalah pribadi yang sangat mudah untuk berbuat salah. Walaupun sudah dinasihati berkali-kali pun, anak-anak sering melakukan kesalahan yang sama. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan anak sebenarnya bisa dicegah, salah satu caranya adalah memperkaya mereka dengan nilai-nilai positif. Sebagai pendidik, kita perlu tahu akan hal ini.

1. Menjadi teladan yang baik

Agar anak-anak juga dengan tulus melaksanakan apa yang kita ajarkan, maka seorang pendidik juga perlu memberikan contoh yang baik dalam perbuatan. Keseimbangan antara perkataan dan perbuatan seorang pendidik perlu dijaga agar kepercayaan anak didik kepada gurunya tetap terjaga.

2. Memuji Anak dengan Tulus Saat Melakukan Kebaikan

Pendidik perlu memberikan penghargaan kepada anak berupa pujian saat mereka melakukan hal-hal yang baik, selain agar mereka terus termotivasi untuk berbuat kebaikan, anak-anak juga akan semakin belajar untuk bisa menilai setiap orang dari sisi baik seseorang, tidak hanya keburukannya. Continued

Dampak Positif Memuji Anak Di Usia Emas

KakZepe.Com – Siapa yang tidak suka dipuji? Semua orang pasti suka dipuji. Apalagi bagi anak yang masih membutuhkan bimbingan dan dukungan. Pujian sangat besar artinya.

1. Pujian awal persahabatan dengan anak didik.

Di sebuah kelas yang baru dan menghadapi siswa-siswi yang baru, tentu membutuhkan trik-trik khusus agar bisa dekat dengan anak-anak didik kita. Salah satunya adalah dengan memberikan pujian kepada mereka. Sifat pujian ini bisa adalah untuk membuka sebuah percakapan, atau awal persahabatan dengan anak didik. Saat kita berjumpa dengan anak didik yang baru, kita bisa berkenalan, dan akan lebih baik bila kita bisa menambahkan kata-kata pujian, misalnya, “Salam kenal…. Nama saya Bu Indah. Senang berkenalan denganmu, Ivan. Baju kamu bagus sekali, beli di mana?” Lalu bisa dilanjutkan dengan percakapan lainnya. s

2. Pujian yang memotivasi

Anak-anak masih memiliki mental yang lemah. Sekali mendapatkan kegagalan, maka ia akan mudah down. Dibutuhkan orang yang bisa memotivasinya. Salah satunya dengan pujian, misalnya dengan kata-kata,”Kamu hebat sudah berani mencoba.” Bagi kita mungkin kata-kata seperti itu hanyalah kata-kata yang bertujuan menghibur, namun kata-kata pujian ini bisa membangkitkan semangat anak untuk giat berjuan dan pantang menyerah. Continued

Imajinasi Anak Perlu Diarahkan, Tak Perlu Dirisaukan

KakZepe.Com – Setiap anak pasti akan mengalami masa-masa dimana mereka suka berimajinasi. Dengan memainkan sesuatu, anak bisa bercakap-cakap sendiri. Mereka begitu asyik dengan dunia mereka. Bila melihat hal yang seperti itu, apa yang harus kita lakukan?

1. Hindari melarang dan menghentikan imajinasi anak

Jangan matikan imajinasi anak dengan melarang mereka bermain atau memarahinya bila sudah mulai ngobrol sendiri, namun arahkanlah imajinasi mereka supaya anak tidak kehilangan kemampuan berkreasi mereka. Bagimana caranya?

2. Menjadi pendengar yang baik dan aktif

Maksud dari pendengar yang baik di sini adalah dengan memberikan tanggapan yang positif kepada sang anak. Mungkin satu saat anak didik kita akan mengajak kita masuk ke dunia mereka, misalnya dengan bertanya,”Pak Guru… Pesawatnya keren… Pilotnya jago lho…. Bisa nyetir pesawat sampai tinggi… sekali.” Jangan menanggapinya dengan nada negatif misalnya dengan berkata,”Ah masa…. Nggak percaya…“. Namun tanggapilah dengan positif, misalnya dengan berkata,”Selain jago nyetir pesawat, baik hati juga nggak?” Atau pertanyaan-pertanyaan lain yang kadang terdengar basa-basi, namun bagi anak-anak hal itu sangatlah serius dan berarti. Bagaimana agar imajinasi anak bisa selalu positif?
Continued

Gaya Pembelajaran Asyik Anak-anak Kinestetik (Suka Bergerak)

KakZepe.Com – Thomas Alfa Edison pernah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan saat ia masih kanak-kanak. Di suatu kegiatan pembelajaran ia dipukul dengan sebatang rotan gara-gara duduk sambil menggoyang-goyangkan kursinya. Ia pernah merasa “down” dengan pengalaman ini. Namun ternyata ia kini termasuk di dalam jajaran salah satu ilmuwan terbaik dunia.

Begitulah anak-anak kinestetik. Ia adalah anak-anak yang memiliki ciri khas tidak bisa diam saat berada di dalam kelas. Suasana belajar yang monoton dan konvensional bisa membuatnya terlihat sangat lemah dalam hal fokus memperhatikan saat pembelajaran. Sebagai pendidik, kita harus bisa bersikap adil. Kita juga perlu mengajar dengan berbagai variasi, terutama variasi pembelajaran yang bisa membuat anak-anak dengan gaya belajar kinestetik tetap bisa berkembang secara akademik. Apa sajakah variasi pembelajaran kegemaran mereka?

1. Belajar dengan cara bermain

Memasukkan bola ke dalam keranjang, atau menendang bola ke dalam gawang adalah kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Namun tentu saja kita mengkreasikan menjadi kegiatan belajar dengan cara bermain. Dalam kegiatan memasukkan bola ke dalam keranjang, kita bisa mengajukan pertanyaan sebagai konsekuensi kepada anak-anak yang gagal memasukkan bola ke dalam keranjang. Continued

Buat Anak Semakin Bersemangat Dan Ceria Di Kelas

KakZepe.Com – Ada kalanya anak-anak terlihat bersemangat dalam belajar dan saat berada di dalam kelas. Namun ada kalanya pula anak-anak terlihat bermalas-malasan atau kehilangan semangat dalam belajar. Sebagai pendidik, kita harus peka akan hal ini. Agar semangat belajar anak didik kita bisa stabil, kita perlu melakukan hal-hal berikut ini:


Continued

1 2 3 4