Hati Tenang dan Ceria, Penting Banget Buat Guru PAUD

KakZepe.Com – Sebagai pendidik, kita harus menjadi pribadi yang tenang. Tenang berarti tidak mudah resah, tidak mudah takut, tidak mudah khawatir, namun bisa membawa diri dalam keadaan emosi yang stabil di segala keadaan. Menjadi pribadi yang selalu tenang memang tidak mudah. Sebagai pendidik yang profesional, kita tidak boleh memperlihatkan kelabilan emosi kita di hadapan anak didik. Meskipun kita sedang dilanda masalah keluarga, masalah pribadi, atau pun sedang berbeban berat, kita harus bisa menunjukkan kepada anak didik bahwa kita dalam keadaan baik-baik saja. Bagaimana pun anak-anak usia dini adalah pribadi yang memiliki kepekaan hati yang tinggi. Sehingga saat emosi kita sedang labil, mereka pun akan merasakan ada sesuatu yang “salah”, sehingga membuat suasana kelas menjadi kurang nyaman. Berikut ini tips dari Kak Zepe, agar kita bisa menjadi guru yang tenang sehingga membuat anak didik juga merasa nyaman belajar bersama kita.

1. Berusaha memasang “Smiley Face” di raut wajah kita

Walaupun suasana hati sedang sedih, kita harus tetap berusaha untuk memasang wajah ceria. Caranya adalah dengan tetap berusaha tersenyum. Kita bisa belajar dengan cara melihat ke cermin. Kita perhatikan wajah diri sendiri di depan cermin. Perlihatkan senyum terbaik di depan cermin, dan pastikan itulah yang akan kita tampakkan di depan anak-anak didik, bukan wajah yang cemberut atau wajah yang terlihat sedih. Continued

Tips Agar Guru Disukai Anak-anak Saat Mengajar

Menjadi guru PAUD yang disukai anak-anak tentu menjadi dambaan tiap pendidik. Melalui artikel ini, Kak
Zepe akan memberikan tips mengajar dan mendidik yang baik dalam kegiatan pembelajaran dan pengasuhan di PAUD. Berikut ini tips dari Kak Zepe:

1.      Cintai dan sayangi anak didik seperti anak kita sendiri.;

Layaknya sebuah keluarga, ada anak-anak dan ada orang tua. Orang tua akan membimbing dan menjadi
teladan bagi anaknya. Seorang pendidik yang baik akan dapat meresapi di dalam hatinya bahwa ia sangat mencintai dan menyayangi anak didiknya disekolah seperti ia mencintai dan menyayangi anak-anaknya sendiri di rumah. Continued