Bila Anak Didik Kurang Mau Mendengarkan Nasihat Anda, Simak Tips Ini!

KakZepe.Com – Banyak orang tua melakukan kesalahan saat mendidik anak, Sayangnya orang tua kadang kurang menyadarinya, bahkan ada yang menganggap hal itu adalah hal yang biasa, karena sudah menjadi tradisi keluarga atau hasil dari didikan nenek moyang. Padahal teknologi berkembang sangat pesat. Zaman kian berubah. Perubahan zaman juga mempengaruhi kepribadian anak dan tentu saja cara mendidiknya. Dalam hal ini sikap berempati sangat perlu, terutama dalam menasihati anak. Bagaimana caranya?

1. Tidak memberikan “judgment” atau “label” pada anak

Ketika anak berbuat kesalahan atau hal yang kurang baik, alangkah lebih baik bila kita tidak langsung memberikan label yang tidak baik, misalnya “bandel”, “nakal”, “tidak bisa diatur”, dan lainnya. Kata-kata seperti itu akan mudah dan awet tertanam dalam memori anak, dan akan mempengaruhi perkembangan pribadi anak. Continued

Membuat Anak Didik Semangat Suka CIta Dalam Belajar

KakZepe.COm – Mengapa memotivasu anak untuk tetap semangat belajar sangat penting? Sebab dengan memotivasi anak, ia akan terpacu untuk meraih dan menggapai prestasi dalam hidupnya. Anak-anak memiliki kesulitan yang cukup besar dalam mendapatkan inspirasi jika tidak ada dorongan atau motivasi dari orang tertentu yang dapt mereka percayai atau merasa dekat dengan mereka. Peran guru dan orang tua sangat penting dalam hal ini. Bagaiman cara memotivasi anak agar mereka gemar belajar, terutama belajar di sekolah?

1. Mengenal Kepribadian Anak dan Pemasalahan Anak

Pribadi anak ada beraneka macam. Kita perlu mengenal pribadi mereka sebelum melakukan penanganan. Agar penangangan yang kita berikan sesuai dengan kebutuhan anak. Ada banyak permasalahan umum yang membuat anak malas belajar, misalnya terlalu banyak main game, materi pelajaran yang terlalu berat, ada permasalahan di dalam keluarga, pola asuh yang salah dari orang tua, dan berbagai permasalahan lainnya. Continued

Guru PAUD Harus Pintar Mengontrol Diri, Ini Tipsnya!

KakZepe.COm – Pengendalian diri atau biasa disebut “self control” adalah hal yang mutlak dimiliki oleh seorang pendidik. Sifat ini sangat identic dengan kesabaran. Kemapuan seseorang dalam mengontrol emosi akan tampak pada ketenangannya dalam melakukan sesuatu. Bila seseorang tidak bisa mengontrol diri, ia akan mudah melakukan kesalahan, bahkan kesalahan yang terkesan “ceroboh”. Kali ini Kak Zepe akan menuturkan beberapa tips agar seorang pendidik mampu menjaga “self control” sehingga akan mampu bersikap dengan baik dan berkharisma saat mengajar anak-anak didiknya.

1. Liburan itu perlu

Aktivitas yang rutin dilakukan setiap hari dapat membuat pendidik cepat bosan. Apalagi ditambah banyaknya jam mengajar dan administrasi kelas yang berjibun bisa menyebabkan pikiran menjadi penat. Bila dibiarkan berlarut, maka ia bisa merasa penat dan bosan, bahkan stres. Rekreasi. Kegiatan yang bersifat relaksasi dan hiburan sangat penting dalam hal ini. Dengan melakukan rekreasi, maka hati ia akan menjadi lebih tenang, pikiran menjadi lebih rileks, sehingga hal ini bisa menunjang performa mengajar kita di hadapan anak-anak didik. Continued

6 Jenis Sifat Malu Yang Perlu Ditumbuhkan Pada Anak Di Zaman Now

KakZepe.COm – Budaya “Malu” kian terkikis di kalangan generasi muda, terutama kaum remaja. Banyak remaja melakukan hal-hal yang negatif, dan bahkan menuju ke sebuah tindakan kriminal tanpa ada perasaan malu. Agar rasa “malu” tetap dimiliki oleh anak-anak di usia remaja, maka sedari dini perlu ditanamkan rasa “malu” ini. Rasa “malu” apa sajakah itu? Berikut ini adalah penuturan dari Kak Zepe:

1. Malu bila tidak menghormati sesama

Hal ini bisa kita ajarkan dengan cara meminta anak-anak untuk berteman pada siapa saja, tanpa memandang agama, suku, dan latar belakang anak-anak yang lain. Anak-anak juga perlu diajarkan cara menghormati orang-orang yang bekerja sebagai tukang sapu, tukang kebun, penjaga keamanan, dan lainnya.

2. Malu bila melanggar aturan

Setiap sekolah tentu memiliki aturan yang berlaku. Ajarkan kepada anak didik untuk mematuhi aturan yang berlaku di sekolah. Hal ini dengan memberlakukan aturan secara tegas, dan bila ada yang melanggar perlu adanya suatu konsekuensi yang bisa membuatnya mau belajar menjadi anak yang lebih baik. Ajarkan kepada anak pula akan pentingnya sikap patuh kepada aturan yang berlaku Continued

6 Kiat Memotivasi dan Membimbing Anak Pemurung

KakZepe.Com – Anak-anak melankolis identik dengan sifatnya yang pemurung, penyendiri, pendiam, dan sulit ditebak. Namun bagaimana pun ia sangat suka perhatian dan berteman. Sebagai pendidik kita perlu tahu siapa saja diantara anak-anak didik kita yang memiliki sifat ini, sehingga kita pun menjadi paham cara mendekati dan memotivasi mereka.

  1. Memahami pribadi

Bila ada anak didik kita yang suka menyendiri, kita jangan terlalu cepat menganggap bahwa ia adalah anak yang melankolis. Anak melankolis biasanya cenderung merasa nyaman saat ia sendiri, namun ia juga mudah tersinggung bila merasa dipaksa. Saat anak-anak lain merasa di-recharge dengan bermain bermain bersama teman-temannya, ia justru merasa di-recharge saat menyendiri dan jauh dari keramaian. Berbeda dengan anak yang biasanya terlihat ceria, namun tiba-tiba terlihat pendiam dan wajahnya murung. Kita perlu pendekatan yang berbeda dengan anak ini, karena ada kemungkinan ia sedang memikirkan sesuatu yang berat atau sedang mengalami suatu masalah. Anak-anak melankolis terkadang akan terlihat “lemot” dalam berpikir. Namun sebenarnya tidaklah demikian. Ia terbiasa memikirkan segala sesuatu secara matang, lalu mengambil keputusan. Sehinga segala sesuatu yang mendadak adalah hal yang sangat tidak ia suka. Continued

4 Hal Mendasar Saat Memberikan Materi Kepada Anak PAUD/TK

KakZepe.Com – Anak-anak adalah pribadi yang aktif. Bila kita ajak mereka untuk mendengarkan pelajaran, mungkin hanya bisa fokus 5 hingga 10 menit. Bila sudah lebih dari 10 menit, biasanya sebagian dari mereka akan bergerak-gerak, memainkan jarinya, memandang ke arah hal-hal yang lebih menarik lainnya, atau bahkan mulai mengganggu temannya. Sehingga bukan salah anak-anak didik kita juga bila suasana kelas menjadi tidak tertib lagi. Bila kita belum memahami karakter belajar mereka, bukan tidak mungkin kita pun akan mengalami hal ini. Kita tidak boleh menyamakan mereka dengan siswa berusia remaja yang lebih bisa fokus mendengarkan penjelasan guru dari 30 hingga 60 menit. Sebagai pendidik anak usia dini, tentu kita perlu memahami karakter anak terutama dalam hal memperlajari sesuatu. Apa saja itu?

1. Cara belajar siswa aktif

Dengan melibatkan anak secara aktif dalam kegiatan pembelajaran, mereka pun akan semakin tertantang untuk bisa mengembangkan aspek ketrampilan, pengetahuan, dan kemampuan mereka. Misalnya, di saat kita mengajarkan mereka cara menanam tanaman. Kita hanya perlu mengajarkan teorinya secara sekilas dan tempo yang sesingkat-singkatnya. Selanjutnya, biarkan anak-anak mempraktekkannya secara langsung dengan bimbingan kita. Dengan melibatkan anak secara aktif dalam kegiatan pembelajaran, anak-anak akan menjadi semakin tertantang. Hal ini bisa menghapus rasa bosan mereka. Continued

Ragam Kegiatan di Sekolah Yang Melibatkan Orang Tua

KakZepe.Com – Pelajaran-pelajaran di sekolah terkadang membuat anak-anak merasa jemu. Perlu ada variasi kegiatan yang bisa membuat anak-anak menjadi bersemangat kembali dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Selain itu, kegiatan bersama orang tua ini juga bermanfaat untuk mempererat jalinan persaudaraan antara guru dan orang tua sehingga permasalahan yang dialamai anak selama di sekolah bisa cepat diatasi. Anak-anak pun bisa menjadi lebih terbuka pada guru bila melihat ada kedekatan antara guru dan orang tua mereka. Berikut ini adalah ragam kegiatan di sekolah yang melibatkan orang tua: Continued

Nilai Edukatif, Inspiratif, dan Motivatif Dalam Lagu Anak

KakZepe.Com – Setiap saya menciptakan lagu-lagu anak, tiga hal yang ada di benak saya adalah manfaatnya. Dan tiga kata yang diserap dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia yang pantas untuk mewakili lagu-lagu anak ciptaan saya adalah kata Eduaktif, Inspiratif, dan Motivatif. Tiga kata itulah yang sungguh akan selalu ada di dalam lagu-lagu anak yang saya ciptakan. Mengapa?

1. Edukatif

Edukatif memiliki makna pendidikan. Dengan adanya manfaat pendidikan, saya yakin lagu-lagu anak ciptaan saya akan bermanfaat bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak-anak. Lagu pendidikan di sini bisa mencakup berbagai bidang studi dan tema, misalnya alam, matematika (berhhitung), membaca, dan masih banyak lagi. Continued

Pentingnya Kepedulian Orang Dewasa Pada Nasib Lagu Anak

KakZepe.Com – Saat pertama kali mengajar anak-anak TK, saya melihat seorang guru musik mengajar sebuah lagu anak. Lagu tersebut berjudul “Naik Kereta Api”. Pada saat menyanyikan lagu “Naik Kereta Api”, anak-anak terlihat sangat gembira. Saya melihat anak-anak berbaris seakan membentuk sebuah kereta yang panjang bersama teman-teman mereka. Anak-anak menjadi lebih akrab satu sama lain karena lagu ini. Dengan bahasa yang lebih keren, kecerdasan sosial anak bisa menjadi terlatih berkat lagu “Naik Kereta Api”.

[Awal Kepedulian pada Lagu Anak – pinterest.com] Setelah itu, mereka menyanyikan lagu anak yang lain, misalnya “Burung Kakak Tua”, “Cicak”, dan “Hujan”. Lho… bukannya lagu-lagu yang dinyanyikan itu adalah lagu anak yang juga dinyanyikan di zaman saya dulu? Karena semua lagu-lagu anak yang diajarkan oleh sang guru adalah lagu-lagu anak yang biasa saya nyanyikan pada saat saya masih duduk di bangku TK. Lhadalah…. Lho kok tidak ada perubahan? Emang tidak ada lagu-lagu anak yang baru untuk dinyanyikan di TK? Continued

Menanamkan Rasa Nasionalisme Dengan Lagu Anak

KakZepe.Com – Nasionalisme adalah sebuah perasaan cinta kepada tanah air dan bangsa. Pada jaman sekarang dan pada masa penjajahan tentu cara seseorang untuk mewujudkan semangat dan rasa nasionalisme tentu sangat berbeda. Pada masa penjajahan, banyak orang menunjukkan semangat dan rasa nasionalisme dengan cara berjuang mengusir penjajahan demi kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun pada jaman sekarang, tidak ada Negara mana pun yang menjajah Negara kita. Pada waktu kita masih duduk di bangku sekolah dasar, mungkin kita pernah mendengar pada saat upacara bendera, bahwa bentuk penjajahan yang ada di jaman sekarang adalah pengaruh negatif dari kebudayaan luar negeri yang tidak sesuai dengan pribadi bangsa Indonesia. Continued

1 2 3