Mengajarkan Anak Pentingnya Mudah Memaafkan

KakZepe.Com – Kita terlahir dengan pribadi yang berbeda-beda. Tidak ada manusia yang sama, baik dari ciri fisik maupun sifat-sifatnya. Itulah mengapa yang namanya berselisih paham seharusnya kita anggap sebagai hal yang biasa. Saya pribadi terkadang merasa prihatin bila menjumpai dua anak didik saya yang berselisih paham, namun sangat sulit saling memaafkan. Bahkan terkadang mereka malah mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu. Agar anak-anak menjadi pribadi yang ringan dalam meaafkan, kita perlu memberikan pengertian kepada mereka tentang beberapa hal seperti di bawah ini. Apa saja itu?

1. Melakukan kesalahan itu wajar

Jelaskan kepada anak bahwa berbuat kesalahan adalah hal yang wajar. Namun hal yang lebih penting dan perlu diperhatikan adalah bahwa setiap orang perlu belajar dari kesalahan. Dari kesalahan itulah setiap orang menjadi tau mana hal yang baik dan mana yang tidak baik. Hal yang baik perlu dipertahankan, sedangkan hal yang tidak baik, perlu ditinggalkan. Sehingga setiap orang akan semakin menjadi manusia yang lebih baik. Continued

Bila Anak Didik Kurang Mau Mendengarkan Nasihat Anda, Simak Tips Ini!

KakZepe.Com – Banyak orang tua melakukan kesalahan saat mendidik anak, Sayangnya orang tua kadang kurang menyadarinya, bahkan ada yang menganggap hal itu adalah hal yang biasa, karena sudah menjadi tradisi keluarga atau hasil dari didikan nenek moyang. Padahal teknologi berkembang sangat pesat. Zaman kian berubah. Perubahan zaman juga mempengaruhi kepribadian anak dan tentu saja cara mendidiknya. Dalam hal ini sikap berempati sangat perlu, terutama dalam menasihati anak. Bagaimana caranya?

1. Tidak memberikan “judgment” atau “label” pada anak

Ketika anak berbuat kesalahan atau hal yang kurang baik, alangkah lebih baik bila kita tidak langsung memberikan label yang tidak baik, misalnya “bandel”, “nakal”, “tidak bisa diatur”, dan lainnya. Kata-kata seperti itu akan mudah dan awet tertanam dalam memori anak, dan akan mempengaruhi perkembangan pribadi anak. Continued

Cara Memberi Kejutan Di Awal Pembelajaran, Semua Siswa Menjadi Bersemangat Belajar

KakZepe.COm – Awal yang baik akan menentukan kelanjutannya. Rebut hati anak di awal pelajaran, maka anak akan lebih bisa fokus pada apa yang kita ajarkan. Melalui artikel ini, saya, Kak Zepe, ingin berbagi pengalaman tentang cara menarik perhatian siswa agar bisa fokus di awal pelajaran.

1. Volume suara yang pas

Kharisma seorang pendidik juga ditentukan oleh kualitas suara. Bukan kemerduan suara saat bernyanyi lho.. Suara yang pas bagi pendidik sangat ditentukan oleh kepiawaian dalam mengatur suara. Anak-anak biasanya akan lebih tertarik mendengar suara guru yang keras namun tidak berteriak apalagi terkesan membentak. Akan menjadi lebih menarik lagi bila Anda dengan gesture yang menarik dan penuh semangat. Biasanya kita menyebutnya dengan suara yang bulat. Kita juga perlu berhati-hati dalam menasihati anak yang berbuat kesalahan. Jangan terlalu cepat menggunakan suara yang keras saat menasihatinya. Gunakan suara yang lembut dan kata-kata yang positif. Continued

6 Jenis Sifat Malu Yang Perlu Ditumbuhkan Pada Anak Di Zaman Now

KakZepe.COm – Budaya “Malu” kian terkikis di kalangan generasi muda, terutama kaum remaja. Banyak remaja melakukan hal-hal yang negatif, dan bahkan menuju ke sebuah tindakan kriminal tanpa ada perasaan malu. Agar rasa “malu” tetap dimiliki oleh anak-anak di usia remaja, maka sedari dini perlu ditanamkan rasa “malu” ini. Rasa “malu” apa sajakah itu? Berikut ini adalah penuturan dari Kak Zepe:

1. Malu bila tidak menghormati sesama

Hal ini bisa kita ajarkan dengan cara meminta anak-anak untuk berteman pada siapa saja, tanpa memandang agama, suku, dan latar belakang anak-anak yang lain. Anak-anak juga perlu diajarkan cara menghormati orang-orang yang bekerja sebagai tukang sapu, tukang kebun, penjaga keamanan, dan lainnya.

2. Malu bila melanggar aturan

Setiap sekolah tentu memiliki aturan yang berlaku. Ajarkan kepada anak didik untuk mematuhi aturan yang berlaku di sekolah. Hal ini dengan memberlakukan aturan secara tegas, dan bila ada yang melanggar perlu adanya suatu konsekuensi yang bisa membuatnya mau belajar menjadi anak yang lebih baik. Ajarkan kepada anak pula akan pentingnya sikap patuh kepada aturan yang berlaku Continued

Jangan Biarkan Sifat Pemalu Anak Menghambat Prestasinya

KakZepe.COm – Sifat pemalu anak bisa menghambat prestasinya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bayangkan saja pada saat buah hati Anda belajar di sekolah, ia tidak memahami akan apa yang sedang ia pelajari. Namun karena sifat pemalunya, ia menjadi enggan bertanya, dan pada akhirnya hasil atau nilainya pun menjadi kurang maksimal. Anak-anak bisa belajar banyak hal bila ia berani tampil di hadapan publik, misalnya menjadi pemimpin upacara, menyanyi di ajang pentas seni, dan kesempatan manggung lainnya. Namun kalau karena sifat pemalunya, ia menjadi enggan pentas di hadapan teman-temannya. Lalu bagaimana agar sifat pemalu ini tidak dipiara hingga ia menjadi dewasa? Tentu membutuhkan usaha dari orang tua untuk bisa mengatasi hal ini.

1. Tidak menghakimi anak secara terus menerus

Kata-kata adalah doa. Bila Anda terlalu sering mengatakan di hadapan anak Anda bahwa ia adalah “anak pemalu”, maka apa yang ada di pikirannya akan terekam dalam jangka waktu yang lama, bahkan bisa hingga kelak ia berusia dewasa. Setiap anak akan memiliki titik bosannya sendiri. Ia akan semakin sadar bahwa sifat pemalunya bukanlah hal yang baik seiring dengan perkembangan usianya.


2. Memotivasi

Daripada Anda menghakimi anak, akan lebih baik bila Anda memotivasinya dengan menggunakan kata-kata positif. Misalnya dengan memberikan semangat, “Ayo, kamu bisa”, “Jangan takut berbuat salah”, “Semangat!” dan kata-kata atau kalimat positif yang membangun lainnya. Dengan memotivasi dengan kata-kata itu ia pasti akan semakin terpacu untuk bertumbuh, termasuk dalam mengatasi sifat pemalunya ini.

3. Luangkan waktu bersama anak

Jangan hanya menyerahkan masa “pembentukan karakter anak” pada sekolah. Anda perlu cerdas dalam membagi waktu buat anak. Orang tua cerdas dan bijak pasti paham akan pentingnya “family time”. Di saat itulah orang tua bisa mengajak anak bermain bersama, makan bersama, dan bercakap-cakap bersama, meski sekedar membiasakan anak untuk berani mengungkapkan pendapatnya. Bila anak terbiasa mengungkapkan pendapatnya kepada orang tua, maka ia pun akan semakin bertumbuh menjadi anak yang terbuka dan percaya diri dalam mengungkapkan pendapat kepada orang lain.

 

370 Kreasi Guru TK dan PAUD (SUPER LENGKAP)

 

 

4. Memuji setiap perkembangan

Agar anak tidak merasa “minder” dan merasa bahwa ia memiliki sifat yang kurang baik, yaitu pemalu, maka Anda perlu memuji setiap perkembangan anak. Anak-anak tidak bisa langsung tumbuh menjadi anak yang percaya diri, kecuali ia memang punya bakat alami memiliki sifat yang percaya diri. Sekecil apa pun perkembangan anak dalam mengembangkan sifat percaya dirinya, Anda perlu memujinya. Misalnya, dengan mengatakan, “Kamu hebat Nak, sekarang kamu sudah berani menemui tamu meskipun kamu belum mengenal sebelumnya.”

5. Memberikan kesempatan belajar dari kesalahan

Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Tanamkan hal ini di dalam diri buah hati Anda. Bila buah hati Anda termasuk anak yang pemalu karena takut berbuat kesalahan, Anda perlu menasihatinya bahwa tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Biarkan anak berlatih berbuat salah saat mengerjakan soal Matematika yang sulit, dan biarkan ia mengerjakannya secara mandiri. Bila ia membuat kesalahan saat mengerjakan soal, jangan sekali-kali memarahinya, namun bimbing dan ajarilah ia hingga ia bisa menyelesaikannya dengan baik. Ajak ia memahami bahwa ia bisa mengerjakan soal itu dengan benar bila ia mau lebih teliti dalam mengerjakan soal.

Kepedulian orang tua adalah hal paling penting untuk mengembangkan rasa percaya diri anak. Saat ia belum mampu melakukan sesuatu, jangan pernah mengucilkan atau menganggapnya remeh dan lemah. Kebiasaan ini hanya akan membuat anak tertekan dan semakin tidak percaya diri . Sifat pemalu yang dimiliki oleh seorang anak dapat membuat bakat dan potensi yang dia punya tidak tereksplorasi secara maksimal. Bagaimana mungkin orang lain bisa tahu bahwa buah hati Anda adalah anak yang hebat bila ia tidak pernah menunjukkan kehebatannya. Semoga dengan tips di atas, buah hati Anda akan semakin tumbuh menjadi anak yang percaya diri, sehingga kelak dengan bermodalkan kepercayaan dirinya ia bisa tumbuh menjadi anak yang berprestasi. Continued

Membuat Anak Gemar Belajar Tanpa Paksaan

KakZepe.Com – Anak-anak adalah pribadi yang masih gemar belajar, walaupun cara belajar anak-anak tentu sangat berbeda daripada anak-anak usia remaja. Membutuhkan trik khusus agar anak usia dini bisa tumbuh menjadi anak yang pintar. Bukan pintar karena dipaksa belajar, namun karena mereka gemar belajar. Bagaimana cara mendidik agar anak-anak gemar belajar?

1. Penghargaan

Anak-anak usia dini akan sangat mudah termotivasi bila ia diberikan penghargaan. Berikanlah penghargaan bila anak mau belajar. Disarankan penghargaan yang diberikan adalah penghargaan yang memiliki nilai edukatif atau yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif. Penghargaan bisa berupa stiker, alat tulis, buku cerita, dan lainnya. Continued

Tips Memberikan Instruksi Pada Anak Usia Dini

KakZepe.Com – Memberikan instruksi kepada anak-anak tidaklah mudah. Keaktifan anak-anak terkadang membuat anak-anak kurang mampu menangkap informasi dengan baik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat Anda memberikan instruksi kepada anak-anak didik Anda. Kak Zepe memberikan beberapa catatan agar instruksi bisa ditangkap oleh anak dengan baik.

1. Tenangkan anak didik terlebih dahulu

Saat Anda hendak memberikan instruksi, pastikan anak-anak didik dalam keadaan tenang. Bila mereka masih sibuk berbicara, sebaiknya Anda berusaha menenangkan mereka. Bebebrapa pendidik memiliki trik yang berbeda. Salah satunya dengan berdiri diam, sambil memasang wajah serius. Biasanya salah satu siswa akan memahami, lalu siswa tersebut akan meminta teman-teman yang lain untuk diam. Ada pula guru yang menggunakan “Tepuk Diam” saat menenangkan anak-anak didiknya. Tepuk ini berbunyi seperti ini, “Bila aku xxx, mau belajar xxx, maka aku xxx, harus diam… tu… wa… ga… pat… .” “Tepuk Diam” biasanya sangat manjur dalam menenangkan siswa yang sedang gaduh. Continued

Dampak Positif Memuji Anak Di Usia Emas

KakZepe.Com – Siapa yang tidak suka dipuji? Semua orang pasti suka dipuji. Apalagi bagi anak yang masih membutuhkan bimbingan dan dukungan. Pujian sangat besar artinya.

1. Pujian awal persahabatan dengan anak didik.

Di sebuah kelas yang baru dan menghadapi siswa-siswi yang baru, tentu membutuhkan trik-trik khusus agar bisa dekat dengan anak-anak didik kita. Salah satunya adalah dengan memberikan pujian kepada mereka. Sifat pujian ini bisa adalah untuk membuka sebuah percakapan, atau awal persahabatan dengan anak didik. Saat kita berjumpa dengan anak didik yang baru, kita bisa berkenalan, dan akan lebih baik bila kita bisa menambahkan kata-kata pujian, misalnya, “Salam kenal…. Nama saya Bu Indah. Senang berkenalan denganmu, Ivan. Baju kamu bagus sekali, beli di mana?” Lalu bisa dilanjutkan dengan percakapan lainnya. s

2. Pujian yang memotivasi

Anak-anak masih memiliki mental yang lemah. Sekali mendapatkan kegagalan, maka ia akan mudah down. Dibutuhkan orang yang bisa memotivasinya. Salah satunya dengan pujian, misalnya dengan kata-kata,”Kamu hebat sudah berani mencoba.” Bagi kita mungkin kata-kata seperti itu hanyalah kata-kata yang bertujuan menghibur, namun kata-kata pujian ini bisa membangkitkan semangat anak untuk giat berjuan dan pantang menyerah. Continued

Perilaku Buruk Anak Yang Dipengaruhi Oleh Kebiasaan Orang Tua

Terkadang orang tua kurang menyadari bahwa banyak perilaku buruk anak terbentuk oleh karena kebiasaan buruk yang sering dilakukan orang tua. Kadang orang tua kurang menyadarinya. Apa saja itu?

1. Bertengkar Di depan Anak-Anak

Dunia anak adalah dunia bermain dan belajar. Setiap keluarga juga tidak pernah jauh dari yang namanya masalah. Dengan adanya permasalahan tersebut, tidak jarang suami dan istri bertengkar meski pun hanya pertengkaran-pertemgkaran kecil. Tidak selayaknya dunia anak dicampuri dengan masalah-masalah orang tua yang cenderung berat dan jauh dari pola pikir anak. Agar buah hati anda tidak terkontaminasi dengan segala permasalahan kita, alangkah lebih baik bagi kita sebagai orang tua, untuk tidak bertengkar di depan anak-anak. Karena bila seorang anak terlalu sering melihat orang tuanya bertengkar, tentu sangat tidak baik efeknya bagi perkembangan kepribadian sang anak. Buah hati kita bisa menjadi anak yang mudah minder dalam bergaul dan susah konsentrasi dalam belajar, karena di dalam pikirannya selalu penuh dengan permasalahan-permasalahan yang belum saatnya mereka terima. Continued

Tips Mendidik Anak Berkarakter Tangguh Dan Bermental Juara

Mental yang kuat untuk menghadapi tantangan jaman yang semakin berat, dan hati yang kuat saat menghadapi kegagalan sangat penting ditumbuhkan di dalam diri anak-anak. Buah hati anda pun harus dipersiapkan sejak dini untuk berani berkompetisi. Cara mendidik anak yang keras, memang terkadang mampu untuk membentuk mental anak. Namun terkadang pola didik seperti itu bisa membawa dampak buruk bagi beberapa anak. Ada beberapa kasus, justru anak menjadi tersakiti karena pola asuh yang salah dari orang tuanya.

Sebelum saya memperkenalkan tips untuk mendidik anak agar memiliki jiwa yang kuat, saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya pada saat saya masih duduk di bangku SMU. Saat itu saya memiliki seorang sahabat, namun sekaligus rival berat saya untuk mendapatkan nilai ujian yang lebih tinggi. Dia memang termasuk anak yang cerdas. Untuk bisa mengungguli nilai yang dia dapatkan, butuh usaha yang sangat keras. Saya dituntut untuk belajar dengan giat agar bisa mengalahkannya. Bila saya berhasil mengalahkannya, walaupun kami sama-sama mendapatkan nilai yang kurang baik, saya tetap merasakan kepuasan tersendiri. Hal ini semakin memacu saya untuk belajar lebih giat lagi.

Bagaimana dengan sikap Anda sebagai orang tua?

 

Continued

1 2