Pentingnya Kesabaran Dalam Menasihati Anak-anak

KakZepe.Com – Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan keceriaan. Canda tawa dan kebahagiaan selalu mewarnai dunia anak-anak. Maka bila anak-anak mengalami sesuatu yang buruk, hal itu biasanya akan memberikan efek trauma tersendiri bagi anak-anak. Salah satunya adalah bila ada seseorang yang menyakitinya, secara lahiriah atau pun secara batiniah. Salah satu sebab anak-anak menjadi terluka adalah ketidakmampuan seorang dewasa dalam menasihati anak. Banyak orang dewasa menggunakan emosi mereka agar anak-anak mau melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan atau aturan mereka. Sebagai pendidik, kita harus memiliki emosi yang stabil. Hal ini akan tampak pada saat kita menasihati anak-anak didik kita yang berbuat kesalahan, apalagi kalau suatu kesalahan yang dilakukan secara berulang. Mengapa kita perlu bersikap tenang dalam menasihati anak?

1. Kata-kata menjadi lebih tertata

Saat emosi tak terkendali, biasanya seseorang akan menjadi lemah dalam berlogika. Sehingga pemilihan kata-kata pun menjadi tidak teratur. Kata-kata yang seharusnya tidak terucap kepada anak-anak pun menjadi terucap. Namun bila kita bisa mengendalikan emosi dengan baik, kita akan menjadi lebih bijak dalam memilih kata-kata nasihat yang diberikan kepada anak-anak didik. Continued

Orang Tua Perlu Teliti Dalam Memilih Sekolah Bagi Anak, Ini Tipsnya!

KakZepe.Com – Pernah saya melihat suatu adegan kekerasan di sosial media. Di sebuah kelas, seorang anak dibully oleh beberapa teman-temannya. Tidak hanya dibully dengan kata-kata, namun juga secara fisik. Sang anak dipukul dan diejek dengan kata-kata kasar yang seharusnya tidak dilakukan oleh anak-anak usia dini. Saat dia hendak keluar kelas, ia dikunci oleh teman-teman lainnya. Beberapa teman yang tidak memukul pun hanya diam saja, malah ada yang memvideokannya, sehingga kini video ini tersebar luas.

Menyekolahkan sang buah hati di sekolah yang ramah anak tentu menjadi idaman orang tua. Namun terkadang orang tua masih belum paham, sekolah yang seperti apa yang ramah anak? Melalui artikel ini, Kak Zepe akan memberikan beberapa ciri sekolah yang ramah anak.

1. Petugas keamanan yang ramah kepada anak

Peran petugas keamanan tidak hanya menjaga keamanan anak-anak dan warga sekolah. Ia juga harus bisa menjadi sosok yang ramah pada anak-anak. Misalnya, petugas keamanan juga ikut menyambut anak-anak saat masuk sekolah, dengan memberi salam. Pendidik pun perlu menyarankan kepada anak-anak agar memberikan salam atau bersalaman kepada petugas keamanan. Hal ini sangat penting agar tercipta hubungan kekeluargaan antara petugas keamanan dan anak-anak didik, sehingga petugas keamanan pun akan semakin peduli dengan keselamatan anak-anak terutama saat berada di lingkungan sekolah, tidak hanya sekedar menjalankan tugas menjaga keamanan. Continued

Bila Anak Mulai Bisa Berbohong

Pada suatu hari dua orang kakak beradik sedang bermain di dalam rumah. Mereka berlari kesana kemari sambil tertawa dengan riang gembira. Tiba-tiba terdengar suara,”prrang!!!”. Sebuah piring jatuh dari atas meja. Lalu sang Mama bertanya dengan nada marah,”Siapa yang menyenggolnya!!!?” Dua orang kakak beradik itu tidak ada yang mau mengaku. Bahkan mereka berdua menuduh satu sama lain, dan tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya, sang Mama pun menghukum mereka berdua dengan tidak memberikan uang saku, sebagai ganti piring yang pecah tadi.

Menghadapi anak yang sudah mulai bisa berbohong memang tidak mudah. Banyak orang tua dibuat cemas dalam mengha
dapi anak yang suka berbohong seperti ini. Tidak jarang mereka lari ke seorang psikiater untuk “menyembuhkan” sang anak. Saya akan memberikan beberapa tips, untuk mengatasi anak yang sudah mulai bisa berbohong. Continued

Tips Biar Si Kecil Pandai Bicara

Melatih anak untuk pandai berbicara sangat penting. Selain untuk mencegah terlambatnya kemampuan anak dalam bicara, tentu saja akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua bila memiliki anak yang terlihat cerdas saat berbicara. Semakin cepat anak bisa berbicara, maka akan semakin cepat pula perkembangan otak anak. Karena biasanya anak yang sudah mulai banyak bicara, akan banyak bertanya. Dan pada saat kita banyak menjawab pulalah maka perkembangan otak anak akan terstimulasi dan anak pun menjadi kaya akan banyak pengetahuan baru. Bagaimana agar si kecil pandai dalam berbicara?

1. Sering “Berbasa-basi” pada anak

Bagi kita, mungkin berbasa-basi adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Namun bagi seorang anak, hal ini sangatlah penting. Mengapa? Karena beberapa topic pembicaraan yang bagi kita tidak penting, bagi seorang anak tentu akan menjadi sangat penting. Karena kadang dari hal-hal yang menurut kita nggak penting bisa menjadi hal yang luar biasa bagi seorang anak. Jadi di sini kita harus pandai juga dalam memahami kebutuhan seorang anak. Misalnya pada saat si kecil baru saja terbangung dari tidurnya di pagi hari, mungkin kita bisa mengatakan,”Selamat pagi… Wah… Jagoanku udah bangun neh… Tempat tidurnya sudah rapi belum ya? Lekas mandi ya… Kalau mandi yang bersih ya… “


2. Menjawab pertanyaan anak dengan penjelasan Continued

Tips Mendidik Anak Berkarakter Tangguh Dan Bermental Juara

Mental yang kuat untuk menghadapi tantangan jaman yang semakin berat, dan hati yang kuat saat menghadapi kegagalan sangat penting ditumbuhkan di dalam diri anak-anak. Buah hati anda pun harus dipersiapkan sejak dini untuk berani berkompetisi. Cara mendidik anak yang keras, memang terkadang mampu untuk membentuk mental anak. Namun terkadang pola didik seperti itu bisa membawa dampak buruk bagi beberapa anak. Ada beberapa kasus, justru anak menjadi tersakiti karena pola asuh yang salah dari orang tuanya.

Sebelum saya memperkenalkan tips untuk mendidik anak agar memiliki jiwa yang kuat, saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya pada saat saya masih duduk di bangku SMU. Saat itu saya memiliki seorang sahabat, namun sekaligus rival berat saya untuk mendapatkan nilai ujian yang lebih tinggi. Dia memang termasuk anak yang cerdas. Untuk bisa mengungguli nilai yang dia dapatkan, butuh usaha yang sangat keras. Saya dituntut untuk belajar dengan giat agar bisa mengalahkannya. Bila saya berhasil mengalahkannya, walaupun kami sama-sama mendapatkan nilai yang kurang baik, saya tetap merasakan kepuasan tersendiri. Hal ini semakin memacu saya untuk belajar lebih giat lagi.

Bagaimana dengan sikap Anda sebagai orang tua?

 

Continued