Urutan Mengajar Anak Usia Dini Agar Efektif Dan Menyenangkan

KakZepe.Com – Membuat langkah-langkah mengajar siswa PAUD sangatlah penting. Hal ini biasanya ditulis dalam RPP. Persiapan yang baik akan mendukung kualitas kegiatan pembelajaran. Saat guru mengajar, tentu saja ia tidak bisa selalu membaca RPP. Kalau terpaku apalagi sambil membaca RPP, tentu saja proses pengajaran yang dilakukan oleh guru malah akan terlihat kaku. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk bisa membuat semacam langkah-langkah pengajaran dengan tetap berpedoman pada RPP. Biasanya saya menulis langkah-langkah ini di atas kertas kecil, agar saya ingat langkah-langkah mengajar yang akan saya lakukan saat memberikan materi.

1. Apresepsi (Sebelum Pelajaran)

Apresepsi adalah menyampaikan tujuan pembelajaran yang bertujuan untuk memotifasi peseerta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini. Biasanya motivasi ini bisa diberikan dalam bentuk lagu, dongeng, permainan, dan aktivitas menarik lainnya. Sangat disarankan bila aktivitas motivatif dan edukatif ini berhubungan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Misalnya, materi pelajaran yang akan disampaikan adalah tentang mengenal hewan. Maka kita bisa memberikan lagu anak bertema hewan di awal pelajaran, misalnya dengan mengajak anak bernyanyi lagu “Kebun Binatang”, karya Kak Zepe. Karena di dalam lagu itu disebutkan beranekan hewan yang biasa dipelihara di kebun binatang.

Ajak anak bernyanyi JINGLE PAUD INDONESIA yuk… Agar kelas menjadi lebih seru!


2. Menyampaikan manfaat dari mempelajari materi pelaran hari ini

Hal ini mungkin adalah sesuatu yang sepele, namun sebenarnya penting juga. Terutama agar anak-anak semakin semangat belajar. Agar siswa semakin penasaran dan menambah semangat siswa untuk mengiuti pelajaran, kita juga bisa menyebutkan manfaat dari pembelajarn hari ini bagi anak didik, baik sekarang atau pun di masa depan. Misalnya, manfaat mengenal hewan adalah agar kita semakin mengenal macam-macam hewan, nantinya berguna kalau kalau kita menjadi seorang dokter hewan. Atau bagi yang memiliki hewan peliharaan, kita juga akan semakin tahu cara memelihara dan merawat hewan.

3. Pengajaran

Di tahap ini, pendidik mengajak anak-anak didik untuk menghubungkan antara apresepsi yang baru saja dilakukan dengan materi pokok pengajaran. Misalnya materi pelajaran pokoknya adalah hewan pemakan daging. Kita bisa menanyakan kepada anak didik,”Tadi kita telah bernyanyi lagu berjudul ‘Kebun Binatang’, apakah kalian tahu, hewan apa saja yang telah kalian sebutkan saat menyanyikan lagu tadi? Diantara ke-depalan hewan tadi, hewan apa sajakah yang merupakan hewan pemakan daging?” Setelah siswa bisa menyebutkan salah satu hewan pemakan daging yang disebutkan di dalam lagu “Kebun Binatang”, maka kita bisa melanjutkan pertanyaan kita dengan menanyakan kepada siswa tentang contoh-contoh lain hewan pemakan daging yang tidak ada di dalam lagu dan teori-teori penting yang perlu diajarkan kepada anak-anak didik. Tahap pengajaran atau penyampaian materi atau teori ini sebaiknya tidak terlalu memakan banyak waktu. Hal yang perlu dimaksimalkan adalah pada tahap selanjutnya.

4. Aktivitas dalam pembelajaran

Aktivitas ini bisa dilakukan secara individu maupun berkelompok. Melalui aktivitas ini anak-anak akan diajak untuk melakukan aktivitas “learning by doing”. Dalam tahap ini, aktivitas-aktivitas yang bisa dilakukan adalah permainan, percobaan, membuat hasta karya, dan aktivitas menarik lainnya. Dalam aktivitas ini siswa akan lebih banyak aktif, sedangkan guru hanya berperan sebagai penjaga dan fasilitator atau pendamping saja.

5. Evaluasi

Dalam tahap ini, pendidik akan menguji seberapa paham anak-anak didik terhadap materi pelajaran yang disampaikan. Perlu adanya semacam tes singkat, bisa secara lisan maupun tertulis. Selain itu tahap evaluasi ini juga mengulas tentang berbagai permasalahan yang dihadapi oleh anak didik saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Misalnya, ada beberapa anak didik masih kesulitan dalam membuat garis lurus (saat membuat hasta karya), masih ada anak didik yang belum bisa mengikuti instruksi (misalnya saat melakukan aktivitas permainan), dan masih banyak lagi.

6. Penugasan

Setelah siswa selesai melakukan kegiatan pembelajaran, kita bisa memberikan penugasan kepada siswa. Penugasan sangat penting agar anak-anak memiliki bahan saat mereka belajar bersama orang tua di rumah. Tugas yang kita berikan pun tidak usah terlalu berat, misalnya meminta mereka meminta mereka menyebutkan 5 contoh hewan pemakan daging saat bertemu dengan orang tua mereka. Keesokan harinya, kita bisa menanyakan kepada siswa, apakah mereka sudah melakukan atau mengerjakan tugas tersebut di rumah. Dari penugasan ini, pendidik bisa tahu seberapa dekat hubungan orang tua dengan siswanya, atau seberapa peduli orang tua terhadap pendidikan anak.

DOWNLOAD GRATIS Album Lagu Anak Karya Kak Zepe vol 1 dengan klik KOLAK KAK ZEPE 1

Tulis Komentar, Pesan, dan Kesan Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.